REFLEKSI : Tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu jiwa manusia dan harta mereka, dikatakan oleh sejumlah orang bahwa kejadian tsb adalah akibat percobaan bom ekologi oleh USA dan konco-konconya. Selain itu ada pula yang mengatakan tsunami tsb adalah cobaan Alloh. Bagaimana pendapat Anda mengenai mini tsunami [4 meter] kali ini, apakah ada yang lakukan percobaan bom di bawah permukaan laut ataukah cobaan Alloh yang tidak seberapa? Komentar yang mencerdaskan umat sangat diharapkan.
http://www.indomedia.com/bpost/022005/20/depan/nas1.htm Minggu, 20 Februari 2005 03:02 Gempa, Air Laut Naik Hingga 4 M Jakarta, BPost Gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan kekuatan cukup hebat, 6,9 Skala Richter/SR membuat ribuan warga panik. Karena pusat gempa berada di dasar laut, air laut pun naik hingga 4 meter. Sutiyono, staf Pusat Gempa Nasional (PGN) mengatakan, gempa terjadi pukul 07.04 WIB, Sabtu (19/2), dengan posisi 5,99 LS-122,34 BT. Pusat gempa di laut dengan kedalaman 33 Km. Pusat gempa ini kurang lebih 71 km arah barat daya Bau-Bau, Sultra. Selain itu, gempa juga dirasakan di daerah kepulauan Kabupaten Buton dan Wakatobi, meliputi wilayah Kabaena, Kadatua, Batu Atas, Wanci, Poleang Timur, Poleang Barat, Rumbia dan daerah lainnya di kepulauan tersebut seperti laporan petugas radio ssb di kecamatan setempat. "Laporan dari Buton menyatakan air laut naik 3 hingga 4 meter," kata Sutiyono, kemarin. Gempa juga terasa di Kendari, menyebabkan kantor Camat Kabaena Barat mengalami retak-retak dan air laut sudah naik sekitar 30 cm. Guncangan hebat juga terasa hingga di Makassar. Meski getarannya tidak begitu kuat tapi sempat membuat panik penghuni Hotel Sahid Jaya, Makassar. Yani, salah seorang reporter ANTV, yang menginap di lantai delapan hotel yang terletak di Jalan Dr Ratulangi ini, langsung keluar dari kamarnya. Karena panik, ia tidak sempat lagi memakai sandal. Ia lalu berlari menuju tangga darurat. Tapi ketika hendak turun tangga, ia melihat kakinya yang telanjang. Cepat-cepat ia kembali ke kamar untuk mengambil sandal dan telepon selularnya (ponsel). "Saat itu saya sudah bangun dan sementara bersantai di kamar. Tiba-tiba saya mendengar bunyi gantungan baju yang saling bergesekan dari dalam lemari. Kamar saya ikut bergoyang," ujar Yani yang juga pernah meliput gempa dan tsunami selama empat hari di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), akhir Desember lalu. Ketika gempa terjadi, bukan hanya dirinya yang buru-buru ingin keluar kamar. Ada seratusan penghuni hotel lainnya yang adu cepat dengannya menuruni anak tangga menuju lapanga parkir. "Saat itu saya tidak merasa capek, padahal saya harus menuruni 16 tangga. Saya kan nginap di lantai delapan," katanya. Lain lagi pengalaman Manager Public Relation British Council, Mona Monica. Mona sedang tidur-tiduran di sebuah kamar di lantai delapan Hotel Sahid. Ketika menonton televisi, tiba-tiba ia merasakan tempat tidur hotel bergoyang-goyang. Karena mendengar teriakan gempa dari penghuni hotel yang sedang panik, ia pun menjadi panik. Tidak peduli ia masih menggunakan baju tidur. Yang ada di benaknya saat itu hanya lapangan terbuka. "Begitu sampai di lapangan parkir, saya sudah melihat banyak penghuni hotel yang berkumpul. Karena gempa sudah tidak ada, saya pun buru-buru masuk untuk ganti pakaian," katanya. Supriadi Lukas, kameramen Makassar TV, juga mempunyai kisah dengan gempa yang hanya berlangsung sekitar satu menit tersebut. Ketika itu, ia sedang berada di lantai 11 Hotel Sahid di studio Makassar TV. Di tempatnya itu, goyangan gempa amat ia rasakan. Hiasan tirai jendela terlihat bergoyang-goyang dan mengeluarkan suara karena saling bertemu. Mendegar teriakan gempa dari warga lainnya, ia langsung lari menuju lift. Ia takut, gempa itu berdampak keras seperti yang terjadi di Aceh. Memang Aceh dan Makassar terpaut ribuan kilometer. Tapi, kemarin Aceh dan Makassar seperti sangat dekat. Trauma yang dirasakan rakyat Aceh, sama dengan yang dirasakan orang-orang yang berhamburan meninggalkan Hotel Sahid. "Saya takut, jangan-jangan kejadian di Aceh juga terjadi di sini," ujar Supriadi. Menurutnya, tayangan akibat gempa dan tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 di Aceh, yang sering diulang-ulang berbagai stasiun televisi, sangat menghantuinya. 39 Kali Gempa Susulan Sejak pukul 08.04 Wita ketika pertama kali gempa tektonik melanda Kabupaten Buton, hingga sore kemarin sudah tercatat sedikitnya 39 kali gempa susulan dengan kekuatan lemah yakni sekitar 3 SR. Pejabat pengolah data BMG Wilayah VII Makassar, Irwan Slamet yang dihubungi Sabtu mengatakan, gempa terakhir terjadi sekitar pukul 13.25 Wita. Gempa berkekuatan lemah itu dilaporkan cukup meresahkan masyarakat yang bermukim di Kabupaten Bulukumba dan Sinjai, Sulsel, karena khawatir akan terjadi gelombang tsunami seperti yang melanda Aceh. Bulukumba dan Sinjai terletak di pantai Barat Teluk Bone, Selatan Sulawesi Selatan, tidak terlalu jauh dari pusat gempa. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, beberapa warga Bone, Bulukumba dan Sinjai berusaha menyelamatkan diri saat gempa susulan terjadi. Gempa di Baubau terjadi karena adanya patahan 'Bone Basin' yang terletak di sebelah Barat Pulau Buton. Hal itu disebabkan terjadinya pemekaran di dasar laut yang mengarah ke Barat dan Timur. Aktivitas gempa akan terus berlanjut hingga patahan-patahan itu kembali normal atau seimbang. Mengenai kemungkinan terjadinya gelombang tsunami, Irwan mengatakan, kecil kemungkinan gempa tersebut menimbulkan tsunami meski kejadiannya di dasar laut dengan kedalaman 33 kilometer. Alasannya, mekanisme patahannya berupa pemekaran, selain itu kondisi air laut di Baubau melandai (kalem) meski di daerah itu terdapat banyak pulau dengan kedalaman lautnya sekitar 2000 meter. Hingga saat ini, belum diketahui adanya korban jiwa dan kerusakan fisik akibat gempa berkekuatan 6,9 SR itu.JBP/lim/ant/dtc Copyright � 2003 Banjarmasin Post ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

