http://www.kompas.com/kompas-cetak/0502/21/daerah/1569958.htm Senin, 21 Februari 2005
Ratusan Guru di Jayawijaya Mogok Wamena, Kompas - Sebanyak 357 guru, terdiri dari guru taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, yang bertugas di Kabupaten Jayawijaya, Papua, sejak satu pekan terakhir ini melakukan aksi mogok mengajar. Tindakan itu dilakukan sebagai protes terhadap pemerintah daerah setempat yang tidak membayar tunjangan insentif, tunjangan kemahalan, dan tunjangan daerah terpencil. Beberapa kantor dinas pemda pun tidak melayani masyarakat seperti biasanya. Relawan Lembaga Studi dan Advokasi HAM (Elsham) Papua, Tandaki Tabuni, di Wamena, Minggu (20/2), mengatakan, sejak satu pekan terakhir, ratusan guru taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi di Jayawijaya melakukan aksi mogok mengajar sehingga anakanak didik berkeliaran di Kota Wamena dan di kebun-kebun untuk membantu orangtua. "Hari Jumat (18/2), puluhan guru datang ke Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya di Wamena, kemudian memalang kantor itu, sambil berdiri di depan pintu gerbang. Mereka tidak mengizinkan para pegawai masuk kantor sebelum uang insentif, tunjangan kemahalan, tunjangan daerah terpencil, dan berbagai dana otonomi khusus untuk meringankan operasional sekolah dilunasi," kata Tabuni. Pihak yang paling dirugikan dari tindakan itu adalah anak- anak kelas III SLTP-SLTA dan kelas VI SD yang sedang mempersiapkan diri mengikuti evaluasi belajar tahap akhir nasional (ebtanas). Para guru, dikatakan, memang jarang masuk kelas, dengan alasan belum menerima gaji bulanan. Para guru honor sudah beberapa bulan terakhir tidak mengajar karena tidak mendapat honor dari sekolah. Sebelumnya, sekolah mendapat bantuan dana otonomi khusus dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Jayawijaya. Sebagian dari dana itu dialokasikan untuk membayar guru honor. Menurut Tabuni, sebagian besar guru itu berada di Jayapura dan Wamena. Untuk penghasilan tambahan, mereka menjadi tukang ojek, beternak ayam, dan menanam sayur. Kantor dinas lain yang melakukan mogok kerja antara lain dinas kesehatan dan para petugas kesehatan di setiap puskesmas dan Rumah Sakit Daerah Jayawijaya. Mereka tidak masuk kerja karena keterbatasan obat-obatan, fasilitas rumah sakit dan puskesmas, serta sarana pendukung lainnya. Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal tahun 2003, namun pemda setempat belum mengambil tindakan konkret untuk mengatasi persoalan. "Kantor bupati saja tidak ada kegiatan dan para pegawai jarang masuk kantor menyusul PLN memutuskan jaringan listrik di kantor itu. Bupati dan pejabat lain jarang ada di kantor sehingga terkesan seluruh pemerintahan di daerah itu lumpuh total," kata Tabuni. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jayawijaya Max Mariem menambahkan, di Wamena tidak ada kegiatan sama sekali, bahkan terjadi kemunduran. Diungkapkan, jalan-jalan ke sejumlah distrik yang diaspal tahun 2000-2001 kini rusak berat di beberapa ruas. Beberapa ruas jalan putus akibat longsor, sedangkan jalan di Kota Wamena pun berlubang-lubang. Jalan-jalan itu tidak pernah diperbaiki. "Pembangunan pabrik semen dengan gudangnya dan sebuah swalayan di Wamena sejak tahun 2002 dihentikan karena tidak ada dana dan para pengusaha merasa rugi. Pemda tidak membayar ke pengusaha. Total utang pemda pada pengusaha sampai Rp 75 miliar," kata Mariem. (kor) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

