http://www.kompas.com/kompas-cetak/0502/22/utama/1576211.htm

      Selasa, 22 Februari 2005  
     
     
     

      Golkar Anggap PKS dan Partai Demokrat Ancaman 


      Jakarta, Kompas - Menjelang pemilihan kepala daerah secara langsung, 
persaingan antarpartai politik pendukung presiden dan wakil presiden terjadi. 
Partai Golkar, pendukung utama Jusuf Kalla, menganggap Partai Keadilan 
Sejahtera dan Partai Demokrat sebagai ancaman. Kedua partai ini merupakan 
pendukung Yudhoyono dalam pemilu presiden tahun 2004 lalu.

      Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono ketika ditemui wartawan di 
Gedung MPR/DPR, Senin (21/2), berpandangan bahwa Partai Keadilan Sejahtera 
(PKS) merupakan pesaing utama bagi Partai Golkar karena memiliki citra sebagai 
partai yang bersih.

      Soal Partai Demokrat, Agung menyatakan, "Mungkin karena partai yang 
berkuasa. Ideologinya tidak banyak berbeda."

      Ancaman kedua partai itu tertulis secara eksplisit dalam Perkiraan 
Keadaan (Kirka) Pokok-Pokok Rencana Strategis (Renstra) Pemenangan Pemilu 
Partai Golkar 2005-2009 yang dibagikan kepada 1.000 peserta Rapat Kerja 
Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Renstra itu 
dibuat untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2005-2009, sukses 
pemilu legislatif 2005-2009, dan sukses pemilu presiden 2005-2009.

      Agung menambahkan, sesungguhnya Partai Golkar tidak menganggap remeh 
partai mana pun. Ia juga menegaskan, apa yang tertuang dalam kirka tersebut 
merupakan contoh.

      Ditanya apakah hal ini semakin menunjukkan bahwa terjadi persaingan keras 
antara partai pendukung presiden dan wakil presiden (wapres), Agung sempat diam 
sejenak.

      "Pak Jusuf Kalla dengan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu satu paket 
sehingga logikanya tidak menjadi partai yang terlalu berseberangan. SBY dan Pak 
Jusuf Kalla itu satu kesatuan," ucapnya diplomatis.

      Target rebut 60 persen

      Menghadapi pilkada Juni mendatang, Partai Golkar, pemenang pemilu anggota 
legislatif 2004, menargetkan memenangi 60 persen pilkada 2005 di 179 kabupaten, 
36 kota, dan 11 provinsi. "Kepala daerah itu jabatan strategis. Dalam politik 
itu, kekuasaan eksekutif dan legislatif harus direbut," kata Agung.

      Dalam rangka mempersiapkan para calon, DPP Partai Golkar menyewa sebuah 
lembaga konsultan khusus. Tim terkait memberikan masukan kepada para kandidat 
tentang cara-cara berpakaian, berpidato di muka publik, dan strategi pemenangan 
kampanye lainnya. Partai Golkar juga melakukan kerja sama dengan lembaga jajak 
pendapat untuk acuan pengambilan kebijakan. "Pilkada ini masalah serius," kata 
Agung mengingatkan.

      Terkait dengan perekrutan calon, Partai Golkar tidak terpatok pada calon 
dari partai sendiri. Karena itu, katanya, Partai Golkar di provinsi dan 
kabupaten/kota akan menerapkan pola perekrutan semacam konvensi yang disebut 
dengan rapat pimpinan daerah provinsi, kabupaten/kota.

      Ketua DPP Partai Golkar Andi Matallatta dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP 
Partai Golkar Rully Chairul Azwar, secara terpisah di sela-sela Rakernas Partai 
Golkar di Jakarta Minggu malam, menyatakan, perekrutan calon kepala daerah dan 
wakil kepala daerah oleh Partai Golkar yang telanjur dilakukan sebelum turunnya 
petunjuk pelaksanaan (juklak) mengenai tata cara pemilihan kepala daerah dari 
Partai Golkar bisa dievaluasi, atau bahkan diulang. Penyelesaian atas 
perekrutan yang telanjur berjalan itu akan dilakukan pengurus pusat.

      Meski demikian, penyimpangan atas tata cara yang sudah dilakukan masih 
dimungkinkan jika ada pertimbangan kuat yang disampaikan oleh pengurus daerah.

      Rully mencontohkan, penyimpangan bisa terjadi di daerah yang dikuasai 
Partai Golkar, tetapi calon kepala daerah yang akan dimajukan bukan dari kader 
Partai Golkar. Jika memang kandidat yang bersangkutan memiliki kemampuan dan 
dipandang punya tingkat keterpilihan yang tinggi, itu bisa saja diterima.

      Menurut juklak tersebut, di daerah yang pada Pemilu 2004 Partai Golkar 
memperoleh suara lebih dari 50 persen, target yang diincar adalah kepala daerah 
dan wakil kepala daerah. Jika suara 15-50 persen atau pemenang pertama, 
targetnya adalah kepala daerah. Jika perolehan suara kurang dari 15 persen atau 
bukan pemenang pertama, targetnya cukup wakil kepala daerah. Calon gubernur 
atau wakilnya dipersyaratkan berumur kurang dari 65 tahun sementara calon 
bupati/wali kota dan wakilnya berumur kurang dari 60 tahun.

      Di Jayapura anggota staf Departemen Dalam Negeri Bambang Basuki 
mengkhawatirkan terjadinya konflik horizontal dalam pilkada di Papua. 
Alasannya, bukan mustahil ada pengerahan penduduk dari kabupaten sekitar untuk 
mendukung satu calon tertentu.

      Sejumlah kabupaten di Papua, katanya, tidak memiliki batas wilayah 
administratif. Dengan begitu, setiap calon dapat mengklaim bahwa wilayah 
tertentu merupakan basis massanya.

      Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Jusuf Idrus Tatuhey di Ambon 
mengatakan, potensi konflik dalam pilkada di beberapa kabupaten baru di Maluku 
cukup besar. Ia memperkirakan hal itu sebagian besar dilatarbelakangi masalah 
primordial. Kabupaten yang dimaksud adalah Seram Barat dan Seram Timur. 
(DIK/IDR/SUT/SIE/EVY/BAY/ LKT/KOR/SSD/IAM/ MZW/ACI/HLN)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke