Lho mas.Agama apa sih yang tak mengajarkan memuliakan wanita? Lha wong wanita adalah kaum ibu kita. Tapi kalau kenyataan dilapangan itu berbeda, yang salah siapa?
kalau mas dikelas dahulu ketinggalan di Mathematica,lalu tinggal kelas, padahal jadwal pengajaran OK, buku juga OK,yang salah siapa? Sang guru kan gak bisa terus terusan katakan: " Lho si Kuncung memang begok tu, bukunya sih OK. Lha lalu ngajarinnya gimana? salam Danardono --- In [email protected], "Driaskoro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pada prinsipnya saya sangat setuju dengan Islam, dalam memmuliakan > wanita. Islam menjunjung tinggi dan memuliakan wanita serta > menghormatinya, sesuai dengan salah satu surat di Al-Quran, surat > An-Nisa (Wanita), itulah pandangan Islam terhadap Wanita dalam derajat > yang sama sebagai mahluk Allah SWT, dan semuanya telah diatur secara > jelas pada Al-Quran. Cuma bagaimana manusia dengan manusia yang lain, > dengan karakter dan budaya2 yang berbeda, sifat, sikap dan lain > sebagainya dalam hal memandang wanita itu sendiri. > Itu saja sekelumit pemikiran saya. Ma kasih > > Drias > > -----Original Message----- > From: RM Danardono HADINOTO [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, February 22, 2005 11:02 AM > To: [email protected] > Subject: [ppiindia] Re: Hikmah: Islam Memuliakan Wanita > > > > Yeeee mBak, pandangan wanita Islam mana dong yang boleh jadi panutan? > > Masak wanita Islam Eropa terutama yang mengenyam pendidikan tinggi > tak boleh jadi panutan? > > Mbak, serious ni ya? Sebelum kaum laki laki siap menghormati wanita, > kaum wanitalah yang harus menghormati kaumnya sendiri. > > Setuju gak mBak? > > Danardono > > > > --- In [email protected], "Listy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > mbak Lina, si Mbah nampaknya udah kelamaan tinggal di eropa, > sehingga cara berpikir dan cara memandang islam telah terkontaminasi > cara berpikir dan cara memandang islam ala orang2 eropa :)) > > > > susah ngomongnya.. > > > > -----Original Message----- > > From: Lina Dahlan [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > > Mbah, si mbok di rumah bilang gini kalau mau bicara apapun juga > > dalam perspektif Islam, harus dibedakan benar mana yang ajaran > norma > > Islam dan mana yang hanya sekedar kultur yg bermacam-macam yang > > dipraktekan oleh orang2 Islam. > > > > Selebihnya, ta' komentarin atu-atu..he..he saya yakin bung Syabab > > ini gak bakal berkomentar apapun. > > > > --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > Bung Syabab tulis: > > > > > > "...Kita bisa mengambil hikmah dari perlakuan Islam terhadap > kaum > > > wanita ini. Lapangan pekerjaan wanita yang banyak di rumah, > bukan > > > berarti Islam mengucilkan dan merendahkan wanita, tapi justru > > > memuliakannya...." > > > > > > Bung,mo tanya yah? > > > > > > *wanita jadi manager, dokter, lawyer boleh gak? Nggak > merendahkan > > > kan? > > > > Of course gak rendah. Lebih tinggi lagi kedudukannya kalo wanita > ini > > jadi manager di rumahnya, dokter dirumahnya, and lawyer bagi > > penghuni rumahnya kalo dirumahnya ada penghuninya seh? > > > > > > *Di Arab sana,wanita gak boleh mengemudikan mobil,apakah kalau > > > mengendarai mobil itu wanita dilecehkan ? > > > > Kenapa ya di Arab wanita gak boleh nyetir? Apa kemampuannya payah? > > apa yang dimaksud gak boleh nyetir sendiri krn katanya Arab itu > > rawan kejahatan? Saya juga gak tau, tapi saya pikir ini kultur > arab > > aja. > > > > > > *wanita harus bekerja dirumah? mengapa tidak sekali sekali bung > > > Syabab yang jaga anak dan masak? > > > > SEKALI SEKALI emang perlu. > > > > Kok saya membaca postingannya bung Syabab tidak ada kesan kalo > > perempuan HARUS bekerja dirumah. > > > > > > > > * memuliakan wanita agar tinggal dirumah? Jadi TKW? > > > > Kalo wanita akhirnya harus bekerja, Yang menjadi pertanyaan adalah > > apa pria tidak mencukupi kebutuhan rumah tangganya secara > financial? > > Ini kembali kepada tanggung jawab pria..Ato wanitanya yang gak > > puas??? > > > > > > *wanita digebuki di Afganistan, supaya menjadi suci ya bung? > > > > Kenapa sampe bisa digebuki? Mungkin ini juga merupakan kultur. > > Afghan telah memilih utk menerapkan hukum seperti itu (yang > menurut > > orang lain tidak manusiawi). Saya gak mengerti bagaimana sikon dan > > konteksnya sehingga memang sudah harus menerapkan hukum rajam tsb. > > Apa ini dalam konteks perzinahan? > > > > > > > > > salam bingung > > > > > > Danardono > > > > Yang ikutan binun. > > Lina > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], syabab muslim > > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > Islam Memuliakan Wanita > > > > Oleh: O. Solihin > > > > Publikasi 21/02/2005 > > > > > > > > hayatulislam.net - Rasulullah Saw membuat empat garis seraya > > > berkata: "Tahukah kalian apakah ini?" Mereka berkata: "Allah dan > > > Rasul-Nya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu > bersabda: "Sesungguhnya > > > wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti > > Khuwailid, > > > Fathimah binti Muhammad Saw, Maryam binti `Imron, dan Asiyah > binti > > > Mazahi." (Mustadrak Ash Shahihain, jld. 2, hal. 497). > > > > > > > > > > > > Sabda Rasulullah Saw yang lain: > > > > > > > > "Takutlah kepada Allah dan hormatilah kaum wanita." [HR. > Muslim]. > > > > > > > > Itulah sebagai tanda cinta Islam kepada wanita. Islam > memuliakan > > > wanita, dan menempatkannya dalam kedudukan yang terhormat. Kita > > > tahu, bahwa wanita itu makhluk yang lemah dan rentan terhadap > > tindak > > > kejahatan. > > > > > > > > Pelecehan seksual kerap mendera kaum wanita. Namun kita juga > > > sering dibuat aneh dengan sikap wanita di jaman sekarang ini. > > > Berlindung di balik kedok emansipasi, kaum wanita malah membuat > > > peluang untuk dilecehkan. Karena menginginkan peran ganda dalam > > > kehidupannya dan ingin bersaing dengan laki-laki, akhirnya > mereka > > > sendiri yang kedodoran menahan gempuran pelecehan seksual yang > > jelas > > > membahayakan kesucian dan kehormatan dirinya. > > > > > > > > Dalam masyarakat kapitalis, wanita sudah dijadikan komoditas > > yang > > > diperjual-belikan. Mereka dijadikan sumber tenaga kerja yang > murah > > > dan dieksploitasi untuk menjual barang. Dan ini telah banyak > > memakan > > > korban dan merendahkan martabat wanita yang dalam Islam sangat > > > dihormati. Wal hasil, emansipasi yang sebenarnya mengangkat > wanita > > > dari perbudakan dan dominasi kaum pria, malah membuatnya semakin > > > amburadul. > > > > > > > > Islam sangat menjunjung kehormatan dan kesucian kaum wanita. > > > Terbukti, suatu ketika seorang muslimah di kota Amuria - terletak > > > antara wilayah Irak dan Syam- berteriak meminta pertolongan > karena > > > kehormatannya dinodai oleh seorang pembesar Romawi. Teriakan itu > > > ternyata "terdengar" oleh Khalifah Mu'tashim, pemimpin umat > Islam > > > saat itu. Kontan saja ia mengerahkan tentaranya untuk membalas > > > pelecehan tersebut. Dan bukan saja sang pejabat nekat itu, tapi > > > kerajaan Romawi langsung digempur. Sedemikian besarnya tentara > > kaum > > > muslimin hingga diriwiyatkan, "kepala" pasukan sudah berada di > > > Amuria sedangkan "ekornya" berakhir di Baghdad, bahkan masih > > banyak > > > tentara yang ingin berperang. Fantastis! Dan untuk membayar > > > penghinaan tersebut 30.000 tentara musuh tewas dan 30.000 > lainnya > > > menjadi pesakitan. > > > > > > > > Kondisi itu sangat berbeda dengan sekarang, selain memang > > > sistemnya tidak mendukung untuk memuliakan wanita, wanitanya > > sendiri > > > malah memberi peluang pria untuk mengotori kesucian dan > > meruntuhkan > > > kehormatannya. Jutaan wanita yang masih betah mengumbar auratnya > > > ketika keluar rumah. Yang secara fakta memang menjadi faktor > > pemicu > > > terjadinya pelecehan seksual. > > > > > > > > Kita bisa mengambil hikmah dari perlakuan Islam terhadap kaum > > > wanita ini. Lapangan pekerjaan wanita yang banyak di rumah, > bukan > > > berarti Islam mengucilkan dan merendahkan wanita, tapi justru > > > memuliakannya. Bekerja di luar rumah bukan berarti tidak boleh. > > > Mubah saja selama jenis pekerjaannya sesuai kodrat dan tidak > > > membahayakan kesucian dan kehormatan dirinya. Namun, bila jenis > > > pekerjaannya kemudian menuntut perannya yang besar hingga > > melupakan > > > kewajiban rumah tangganya, maka tentu saja tidak dibenarkan. > > Apalagi > > > sampai mengancam kesucian dan merendahkan kehormatannya sebagai > > > wanita. > > > > > > > > Dengan demikian, memang hanya dengan bercermin kepada Islam > > > semuanya akan beres, dan kaum wanita bisa meneladani pribadi- > > pribadi > > > wanita terhormat dalam hadits di atas. Dan tentu saja hanya > dengan > > > penerapan Islam sebagai aqidah dan syariat dalam mengatur > > kehidupan > > > yang bakal menuntaskan berbagai problem masyarakat saat ini. > > > > > > > > http://www.hayatulislam.net/comments.php?id=445_0_1_0_C > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* *** > *** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- india.uni.cc > ********************************************************************* *** > *** > _____________________________________________________________________ ___ > __ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

