DUHAI TELEVISIKU, KAMU KOK GINI SIH... Sepulang kerja biasanya saya mengisi istirahat sejenak dengan menonton televisi. Dengan remote di tangan, saya mencoba memilih saluran yang menarik dan ringan. Tapi jarang yang menarik. Satu-satunya yang segar dam cukup menyenangkan cuma sebuah sinetron tentang kehidupan rakyat kecil di sebuah sudut kota metropoliltan, Bajaj Bajuri. Selebihnya sampai saat ini saya masih marah, jengah dan bosan. Menu tayangan TV kesayanganku akhir-akhir ini membosankan. Di stasiun T ada sinetron yang mengumbar kekerasan dunia gaib. Di stasiun S ada sinetron yang menyajikan kekejaman seorang tante kepada seorang gadis kecil yang dipaksakan lugu (atau bodoh?). Bahkan sekolah, yang seharusnya jeli mempertimbangkan kualitas sumber daya guru, apalagi BP3, dianggap terlalu bodoh untuk diperdaya oleh penyamaran si tante jahat untuk memuluskan rencana penindasan sang tante. Sementara di stasiun lain sedang menggelar siaran langsung program menyanyi. Penyanyinya adalah mereka yang pernah dimenangkan oleh produk teknologi komunikasi, pesan singkat sms. Bukan oleh objektifitas pada substansi dasar yang diperlukan seorang penyanyi, suara yang enak dan bagus didengar. Kayaknya semua yang bisa bersuara sudah boleh muncul di televisi saat ini, asal nyangkut di hati pemirsa dan punya massa. Aduh mak... Ada pula sinetron yang penggalan kisahnya menceritakan seorang ibu yang mempermalukan anak gadisnya di depan teman-temannya di kampus, meneriakinya dan tanpa rasa malu menyuruh anaknya memilih pria kaya menjadi calon suami pilihan. Wuuih, wuih, apakah benar ini ada? Atau hanya sekedar imajinasi liar sang penulis skenario atau memang buah trauma masa lalu sang penulis? Aduh mak, apa pula ini. Entah ada kaitannya atau tidak, saya pernah chatting dengan seorang teman baru. Katanya dia banyak terlibat dalam produksi sinetron-sinetron di Indonesia. Aku melihat namanya sering muncul di antara deretan nama-nama orang yang terlibat dalam tim produksi di akhir tayangan sinetron. Dia juga memakai nama samaran lain, nama pacarnya, untuk membantu perusahaan lain menyukseskan produksi sinetronnya. Katanya pula dia tidak mesti mengecap pendidikan yang tinggi atau khusus di bidang berfilm-an untuk lolos terlibat dan berkreasi serta membumbui cerita dalam produksi tayangan sinetron mereka Berita lain menyebutkan, ada sinetron yang jalan ceritanya malah dikarang (dikarang-karang) di lokasi sesaat sebelum shooting. Apakah ada kaitannya? Saya takut kita menjadi sangat terbiasa melahap sesuatu yang buruk. Seorang teman pernah mengatakan sebuah kalimat yang saya rasa ada benarnya. "Aku mengganti speaker mobilku dengan yang lebih baik. Aku tidak mau menjadi imun dengan suara speaker yang kurang bagus dan kurang sensitif mengenali suara yang berkualitas." Aku pikir kita seharusnya begitu juga. Jangan biasakan menikmati sesuatu yang buruk, nanti daya kecap kita melemah dan menjadi lupa mana yang baik. Apa karena itu kita kesusahan mendefisikan kata 'pornografi' dan 'pornoaksi'? Saya sebagai orang awam jadi bertanya-tanya apakah tidak ada standar penayangan acara yang menggunakan media massa seperti televisi? Saya kurang tahu juga. Yah seperti lembaga sensor LSF begitulah, tapi bukan yang harus selalu didikte baru ngeh lho... Saya juga takut kalau apa yang dikatakan Ted Bundy terbukti benar. Ted Bundy bukan seorang pakar komunikasi atau seorang peramal. Ia cuma terpidana mati atas pembunuhan sadis yang dilakukannya terhadap 29 wanita. Seorang pakar keluarga berkesempatan mewawancarai Ted beberapa menit sebelum eksekusi hukuman matinya. Ted memesankankan hal penting. "Sesuatu sedang terjadi di kota Anda. Kota Anda terlalu longgar. Ada banyak yang seperti saya." Ted Bundy terdorong berperilaku sadis karena setiap waktu disuguhi dengan sangat bebas akan tontonan dalam berbagai variasi bentuk yang menggambarkan kekerasan, pornografi, ketidaklogisan, dan trik-trik jahat yang di sisi lain diklaim sebagai keberhasilan ketika pemerannya berhasil menipu penonton dengan aktingnya. Atau sebuah kesuksesan kameraman dan wartawan dalam menangkap dan merekam shoot-shoot kejadian kriminalitas yang tidak selalu ada setiap hari. Waktu demi waktu merupakan bom waktu yang seketika akan memuntahkan kandungan kebusukan, dimatangkan oleh sajian media yang buruk, dan dirawat oleh produk undang-undang yang tidak bergigi. Ada berjuta-juta pasang mata lugu yang setiap waktu sedang menyerap apapun yang disajikan televisi, baik atau buruk, sebagai ganti ketidakhadiran orangtua yang sibuk berkarir di luar rumah. Mungkin juga termasuk sepasang mata anak kebanggaan Anda. Ada berjuta jiwa yang masih dalam proses belajar mengadopsi nilai-nilai kebenaran dalam hidup. Mungkin saja termasuk cucu kesayangan Anda. Saya takut ada ratusan bahkan ribuan Ted Bundy lain akan dieksekusi mati dalam 10 tahun ke depan. Tolonglah bertindak. Kita sebenarnya mampu memproduksi tayangan yang lebih baik, yang dapat memenuhi kebutuhan akan logika, keindahan, kesantunan, dan mengandung nilai pendidikan yang positif. Kan sayang dana yang sangat besar dihabiskan untuk mendanai sebuah tayangan yang tidak bermutu baik. Mendingan investasikan saja untuk membuka ratusan wartel di tempat-tempat terpencil di pelosok Indonesia. Atau pinjamkan saja kepada para petani tebu yang kesulitan modal untuk merawat lahan tebu mereka di Stabat. Bapakku dan rekan-rekannya sesama petani tebu merasa kesulitan untuk menghasilkan tebu-tebu yang kadar gulanya cukup tinggi. Mereka kekurangan dana untuk bisa membeli pupuk, obat hama, dan menggaji pekerja harian untuk menyiangi tebu-tebu mereka. Atau bisa juga kepada peternak babi di Medan. Mereka kesulitan dana untuk membeli ampas tahu dan pakan ternak lainnya yang semakin mahal saja. Atau juga kepada nanguda-ku di Pangururan, Samosir. Dia kesulitan membeli benih bawang merah. Makin mahal saja katanya. Hendaklah yang melek baca mempertimbangkannya. Yang lagi takut, mikha. (ms/280804) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

