http://www.suarapembaruan.com/News/2005/02/25/Utama/ut01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
PLN Minta Tarif Listrik Dinaikkan
JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang segera diberlakukan 
pemerintah, dinilai akan sangat memberatkan bagi Perusahaan Listrik Negara 
(PLN). 

Karena itu, PLN berharap pemerintah segera mengkaji permintaan penyesuaian 
tarif dasar listrik (TDL), yang telah berulang kali disampaikan oleh direksi 
PLN. 

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN (Persero) Ali Herman Ibrahim 
kepada Pembaruan, di Jakarta, Jumat (25/2), mengatakan, permintaan penyesuaian 
atau kenaikan TDL tersebut memang belum disampaikan secara resmi. 

Namun, dengan kenaik- an harga BBM nanti, PLN menilai tidak berlebihan untuk 
meminta penyesuaian TDL. 

''Memang tidak akan serta merta menaikkan TDL. Tetapi kita akan melihat dulu 
seberapa besar dampak kenaikan BBM. Sekarang ini ada tim tarif yang terus 
mengkaji, dan pada saatnya itu akan diajukan resmi kepada pemerintah. Tapi 
memang kalau harga BBM naik, ini akan sangat berat buat kami,'' katanya. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Eddie Widiono mengatakan, bila 2005 
tidak dilakukan penyesuaian TDL, PLN akan mengalami kerugian Rp 3,2 triliun. 

Hal itu karena nilai tarif yang dipatok saat ini sudah tidak rasional. Menurut 
dia, TDL saat ini, yang hanya Rp 584 per KWh atau setara dengan US$ 6,8 sen 
sangat tidak relevan dalam kondisi PLN diharuskan mengeluarkan biaya produksi 
tinggi kare- na adanya kenaikan harga BBM. 

Permintaan penyesuaian TDL, tutur Ali Herman, telah disampaikan berkali-kali 
oleh direksi, baik kepada pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya 
Mineral (ESDM) maupun DPR. 

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah dan DPR. Apalagi, kenaikan harga 
BBM, yang merupakan pemicu utamanya, belum lagi diberlakukan. 

''Kita sudah sampaikan kalau harga BBM naik, akan banyak sekali yang harus 
dilakukan, seperti efisiensi dan meminta fungsi sebagai PSO (public service 
obligation/kewajiban menyediakan jasa kepada publik) dikeluarkan. 



Tetapi, langkah-langkah itu tidak akan banyak berpengaruh karena dampak 
kenaikan harga BBM sangat berat. Jadi, memang kita meminta penyesuaian TDL,'' 
paparnya. 

Secara terpisah, Menteri Negara (Menneg) BUMN, Sugiharto mengemukakan, menyusul 
kenaikan harga BBM, tarif listrik diperkirakan akan ikut naik. Kenaikan 
tersebut sudah ditetapkan dalam rencana keuangan anggaran perusahaan PLN. 
Tetapi waktu kenaikan tersebut belum dapat dipastikan. 

Dia mengakui, PLN telah membukukan laba sebesar Rp 40 miliar hingga Rp 50 
miliar pada 2004. Tetapi itu tidak menutup kemungkinan tarif listrik tidak akan 
naik. 

Sementara itu, dari catatan Pembaruan, pada awal 2005 Direktur Jenderal Listrik 
dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, Yoga Pratomo menegaskan, pemerintah 
tidak akan menaikkan TDL sepanjang tahun ini. ' 

"Mengingat tarif lama masih memadai. Bahkan, untuk kategori jumlah pemakaian 
lebih dari 1.300 watt, juga sudah di atas nilai keekonomian. Dan sampai saat 
ini, belum ada usulan dari PLN untuk menyesuaikan TDL,'' katanya. 

Dia menjelaskan, tarif listrik yang disubsidi, yakni sebesar Rp 3,9 triliun 
hanya diperuntukkan bagi (pengguna) listrik dengan daya di bawah 450 watt. 
Dengan pola subsidi tersebut, dia menekankan, arus kas PLN tidak akan terganggu 
meski memberlakukan tarif yang murah. 

Namun, sambungnya, dengan memperhatikan angka-angka saat ini, bila kenaikan 
harga BBM tidak sampai 10 persen, jaminan bahwa kenaikan TDL tidak akan 
dilakukan hanya berlaku sampai kuartal pertama 2005. Artinya, pemerintah tetap 
tidak dapat memastikan, apakah setelah kuartal pertama ini TDL naik atau tidak. 

Bersamaan dengan bergulirnya rencana kenaikan harga BBM, ungkapnya, pemerintah 
telah meminta agar PLN membuat perhitungan baru mengenai TDL. 

''Kita yakin, kenaikan harga BBM nanti tidak akan memberikan dampak signifikan 
pada kondisi keuangan PLN. Sebab, PLN masih bisa melakukan efisiensi, salah 
satunya dengan cara menekan susut jaringan,'' katanya. (H-13/U-5) 


Last modified: 25/2/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke