01.03.2005
 
Proses kreatif
 
(Einstein jenius yang mengakui kekuatan intuisi)

Sejak beberapa dekade terakhir ini, para ahli ilmu pengetahuan terus berdebat. 
menyangkut bagaimana terjadinya proses kreatif yang memunculkan penemuan besar. 
Ada dua kubu yang masing-masing mempertahankan argumentasinya. Kubu pertama 
menyebutkan, kreatifitas muncul secara tiba-tiba dan intutitif. Sementara kubu 
kedua mengatakan, kreatifitas adalah proses belajar yang panjang dan teratur.
 
Mana yang benar diantara kedua pendapat itu, hingga kini belum dapat ditentukan 
secara mutlak. Banyak penemuan baru menunjukkan pola, seolah-olah gagasannya 
datang begitu saja dari langit. Akan tetapi, banyak penerima hadiah Nobel 
melakukan penelitian sistematis selama beberapa dasawarsa, sehingga menemukan 
sesuatu yang baru.
 
Kubu yang menyebutkan bahwa kreatifitas, gagasan atau penemuan cemerlang 
merupakan sesuatu yang muncul tiba-tiba, dipelopori oleh profesor Dean Keith 
Simonton, peneliti kreatifitas dari Universitas California di Davis AS. 
Sementara kubu yang mengatakan, kreatifitas adalah proses belajar yang panjang 
dan teratur, dipelopori oleh Prof. Gerd Gra�hoff dari Universitas Bern di 
Swiss. Namun harus tetap ditegaskan bahwa, proses yang memikirkan sesuatu 
secara terstruktur dan logis, memang merupakan kegiatan sehari-hari para 
ilmuwan.
 
Demikian juga untuk memecahkan soal-soal rumit, baik itu di bidang ilmu alam 
atau ilmu terapan, diperlukan otak dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata. 
Simonton juga mengakuinya, untuk dapat mengerti ilmu fisika, kimia atau biologi 
tingkat tinggi, diperlukan orang-orang dengan tingkat kecerdasan atau IQ 
rata-rata 130. Akan tetapi, seringkali pikiran logik dan terstruktur tiba-tiba 
macet ketika menghadapai persoalan yang amat pelik. Pada satu titik tertentu, 
tingkat kecerdasan seseorang tidak lagi menolong. 
 
Gagasan tiba-tiba 
 
Tetapi intuisi atau kreatifitas yang ibaratnya muncul secara tiba-tiba dari 
langit, mendorong munculnya penemuan-penemuan baru. Jenius sekelas Albert 
Einstein atau pakar matematika Henri Poincare juga mengakui kekuatan intuisi 
ini. Namun juga dipertanyakan, jika otak tidak memiliki kecerdasan tinggi dan 
terlatih, bagaimana intuisi untuk sebuah inovasi baru dapat muncul?
 
Fenomena itulah yang sekarang terus diteliti. Gagasan Simonton kelihatannya 
memang seperti omong kosong. Bagaimana mungkin, jenius-jenius sekelas Einstein, 
Poincare, Mendelejev atau Martin hanya bertumpu dari kebetulan yang datang dari 
langit. Tetapi pengakuan para jenius tsb, bahwa mereka seolah-olah mendapatkan 
gagasan dari langit, bukanlah omong kosong. Terbukti banyak problem yang 
berpuluh tahun tidak terpecahkan, tiba-tiba dapat ditemukan jawabannya oleh 
seorang ahli ilmu pengetahuan.
 
Pakar matematika dari Perancis, Henri Poincare misalnya, mengakui suatu saat 
merasa pikirannya buntu, karena tidak mampu menyelesaikan sebuah persamaan. 
Karena merasa kesal, ia kemudian berlibur beberapa hari ke pantai, untuk 
melihat pemandangan lain. Ketika sedang berjalan-jalan di pantai, tiba-tiba 
dalam kepalanya muncul jawaban dari masalahnya, secara paralel dalam geometri 
non-Euclid. Atau ahli kimia Rusia terkemuka, Dimitri Mendelejev yang frustrasi 
karena tidak berhasil memecahkan masalah susunan elemen kimia. Karena lelah, ia 
tertidur dan bermimpi menemukan pemecahan masalah. Tahun 1869 Mendelejev 
kemudian memperkenalkan sistem periodik unsur kimia yang dilihatnya dalam 
mimpi. Sistem periodik unsur kimia tersebut berlaku hingga kini.
 
Proses berpikir sistematis
 
Tetapi Gra�hoff tentu saja membantah berbagai bukti tsb. Ia bersikeras, dengan 
melakukan proses penelitian terus menerus secara sistematis, seharusnya para 
jenius juga dapat terus menemukan inovasi baru. Sebagai contohnya, ia 
mengembangkan model program komputer untuk meniru penemuan pemenang Nobel 
kedokteran, Hans Adolf Krebs mengenai pembentukan urea dalam tubuh. Akan 
tetapi, kelemahan teori ini adalah, komputernya tetap harus direkayasa. Jadi 
tidak ada keteratutan sistematis, yang membuat komputer mengembangkan sendiri 
penemuan tsb.
 
Pendukung Simonton mempertanyakan, jika penemuan baru dapat dibuat dengan cara 
atau model yang dikembangkan Gra�hoff, kenapa tidak terdapat penemuan baru yang 
ditemukan serentak oleh puluhan atau ratusan jenius. Memang ada yang mendapat 
gagasan hampir bersamaan. Misalnya Newton dan Leibniz yang secara terpisah, 
hampir bersamaan menemukan perhitungan differensial. Demikian juga Darwin dan 
Wallace yang hampir bersamaan menemukan teori seleksi alamiah, tetapi dua 
contoh kasus itu bisa disebuat sebagai anomali dan bukan merupakan hal yang 
baku.
 
Dalam kenyataannya suatu penemuan baru dalam tema yang mirip, rata-rata muncul 
10 tahun sekali. Secara statistik semakin dikukuhkan pola, bahwa proses kreatif 
atau penemuan baru, selalu datang tiba-tiba bagai kilatan petir dari langit. 
Bahkan seringkali harus ditunggu beberapa dasawarsa, hingga sebuah terobosan 
penemuan baru muncul tiba-tiba. Contohnya saja penemuan pakar Biokimia Archer 
Martin, chromatography menggunakan filter kertas yang dianugerahi hadiah Nobel 
kimia tahun 1952. Martin mengatakan, sebetulnya prosedur itu bisa ditemukan 
seratus tahun sebelumnya jika saja para jenius menemukan jalannya.
 
Sifat unggulan
 
Sesungguhnya menemukan jalan, itulah bagian yang tersulit, sehingga ilham dari 
langit, seolah-olah tetap menjadi kunci dari kreatifitas dan penemuan baru. 
Namun kendalanya tidak semua orang mendapat berkah, menjadi penemu besar yang 
dicatat sejarah. Selalu terdapat kaitan antara kecerdasan, penelitian terus 
menerus secara sistematis, tantangan keilmuan yang terus menerus serta 
kecakapan orang itu sendiri untuk memecahkan berbagai masalah. Hanya saja 
terdapat semacam kaidah untuk dapat menjadi penemu besar dan kreatif, para 
jenius, terlepas dari sikap atau cara hidupnya, biasanya memiliki lima sifat 
unggulan untuk dapat meraih kategori penemu besar atau pemenang hadiah Nobel. 
 
Masing-masing keterbukaan untuk mendapat pengalaman baru, memiliki wawasan 
ekstra, memiliki stabilitas emosi, pakar dalam bidangnya dan tahan uji. 
Penelitian selama ini menunjukkan, di dalam kepala orang-orang yang kreatif, 
ide berkeliaran lebih bebas ketimbang di kepala orang kebanyakan. Poincare 
menggambarkannya seperti gelembung gas yang berterbangan kesana kemari, 
kadang-kadang juga bertabrakan. Pikiran orang-orang kreatif juga lebih bebas 
hambatan dan lebih chaos, karena teru-menerus berpikir sistematis. Sekali lagi, 
semua itu tidak bisa jadi penemuan besar, tanpa ilham yang seolah datang dari 
langit. Sebab, jika chaos dan keliaran gagasan dalam otak tidak dibarengi 
kecerdasan, orang tersebut bukan termasuk jenius tapi sakit jiwa Skizoprenia. 
Kebodohan manusia memang tidak terbatas, seperti kata Einstein. 
 

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Mail - You care about security. So do we.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke