http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/05/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

--------------------------------------------------------------------------------

Arah Kebijakan di Bidang Pendidikan Makin Tidak Jelas
JAKARTA - Para rektor dan guru besar eks IKIP bertemu untuk membicarakan 
masalah arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang semakin tidak 
jelas. Semua kebijakan baru yang dibuat pemerintah sekarang ini menjawab 
pertanyaan-pertanyaan yang bukan masalah sebenarnya. Ilmu di bidang pendidikan 
sudah maju pesat, dan pemerintah tidak memanfaatkan hasil tersebut sebagai 
dasar pengambilan kebijakan. 

"Memang pemerintah menjawab persoalan pendidikan, tetapi jawaban itu bukan 
berlandaskan pertanyaan yang ada. Tiba-tiba pemerintah menjawab persoalan 
pendidikan dengan membuat peraturan mengenai Badan Hukum Pendidikan (BHP), 
misalnya," kata Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendi-dikan Indonesia (ISPI) 
Soedijarto di Jakarta, Kamis (3/3). 

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain rektor Universitas Negeri Jakarta 
(UNJ), rektor Universitas Negeri Makassar dan para guru besar di bidang 
pendidikan seperti Winarno Surakhmad juga lembaga swadaya masyarakat yang 
peduli di bidang pendidikan. 

Khusus mengenai BHP, peraturan itu pemerintah sama sekali tidak menjawab 
persoalan kekurangan dana di bidang pendidikan. Dengan gross national product 
(GNP) per kapita baru 600 dolar AS, konsep BHP sulit untuk dijalankan. 

Secara terpisah, Rektor Unika Atmajaya Bernadette N Setiadi juga melihat 
persoalan BHP mencerminkan pemerintah tidak paham persoalan. 

"Kalau memang ada masalah di universitas negeri, silahkan atur jangan kami yang 
swasta juga dimasukkan seperti itu. Kami terbiasa mengelola sendiri sehingga 
tidak perlu dibuatkan payung hukum," katanya di sela-sela acara Media Gathering 
Unika Atmajaya di Jakarta, Jumat (4/3). 

Universitas swasta merupakan lembaga pendidikan yang berasal dari masyarakat, 
sehingga mengatur peran masyarakat setelah berjalan jauh sangat tidak 
diperlukan. 

"Kita mempunyai visi dan misi sendiri sehingga kalau itu semua ditampung dalam 
satu bentuk BHP, sebaiknya dipikirkan baik-baik. Belum tentu akan menghasilkan 
seperti yang diharapkan. Persoalan yang muncul di universitas swasta hanya 
kasus dan tidak bisa dijadikan landasan bahwa semua universitas swasta 
bermasalah," katanya. 


Amanat UU 

Dalam pertemuan para rektor tersebut, juga dipertanyakan keberanian pemerintah 
untuk tidak melaksanakan amanat UUD 1945. Di bidang lain, seperti masalah 
pemilihan presiden langsung dan peraturan lainnya pemerintah tidak berani untuk 
melanggar. Saat dibuat UU mengamanatkan presiden dipilih langsung, dana untuk 
itu segera tersedia. Begitu juga ketika harus dibuat mahkamah konstitusi, dana 
untuk itu disediakan. 

"Kenapa ketika UU mengamanatkan 20 persen untuk pendidikan pemerintah berani 
menyatakan tahun 2009. Jadi pemerintah hanya berani melanggar peraturan di 
bidang pendidikan," kata Soedijarto. 

Kebijakan lain yang juga mengherankan adalah pemberdayaan masyarakat melalui 
School Based Management (MBS). Dengan memasukkan masyarakat desa terlibat di 
dunia pendidikan melalui Komite Sekolah, apa benar hal tersebut merupakan cara 
yang tepat. Kebanyakan masyarakat desa tidak mengenyam pendidikan sehingga 
masukan seperti apa yang diharapkan sangat tidak jelas. 

Selain itu, keinginan pemerintah untuk tetap melaksanakan ujian nasional 
mendapat kritikan tajam. Dengan melaksanakan ujian nasional, menurut guru besar 
UNJ Ana Suhaenah, menunjukkan bahwa pemerintah hanya peduli pada hasil padahal 
pemerintah bertanggung jawab pada proses pendidikan itu sendiri. 

"Tolong jangan ditagih pada ujungnya saja, tapi tagihlah pada diri sendiri 
apakah pemerintah, yang bertanggung jawab itu sudah melaksanakan proses dengan 
benar," sesalnya. (AS/B-8) 



--------------------------------------------------------------------------------

Last modified: 5/3/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke