Apa yang menyebabkan tiba-tiba Malaysia mengklaim ya?
Apa ada provokasi dibelakang ini gak?
Apa betul cuma untuk pengalihan konsentrasi masyarakat, katanya kan 
di Malaysia harga BBM naik juga.
Apa...apa..apanya dong?

--- In [email protected], bayu montana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ayo ganyang malaysia si perampok ligitan itu, jangan biarkan harga 
diri kita di injak-injak mereka, ayo maju perang sodaraku di 
sulawesi......, coba umumkan pendaftaran sukarelawan ganyang 
malaysia seperti bosnia dulu pasti kami akan ikutan mendaftar 
hehehe...... ayo perangi kezaliman malaysia keparat itu.....
> 
> Ambon <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:http://www.indomedia.com/bpost/032005/6/depan/utama1.htm
> Minggu, 06 Maret 2005 02:03
> 
> 'Ganyang' Malaysia
> 
> Makassar, BPost
> Meski pemerintah mengupayakan jalur diplomasi, namun genderang 
perang 
> terhadap Malaysia ditabuh banyak kalangan di tanah air. DPR RI, 
misalnya, 
> mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono bersikap tegas 
terhadap 
> Malaysia. Sementara, warga di Makassar, Sulawesi Selatan, 
membentuk front 
> 'Ganyang Malaysia'.
> 
> Situasi di perairan perbatasan Indonesia di Kalimantan Timur 
dengan Malaysia 
> semakin menegang. Ketegangan ini menyusul terjadinya 'perang 
mulut' melalui 
> alat komunikasi antara awak kapal TNI AL KRI Rencong dengan kapal 
Tentera 
> Laut Diraja Malaysia, KD Kerambit-43.
> 
> "Memang belum terjadi perang fisik, namun sempat adu mulut melalui 
alat 
> komunikasi," kata Kepala Staf Gugus Tempur Laut Armada Timur 
(Guspurlatim), 
> Kolonel Laut Pelaut Marsetio, di Tarakan.
> 
> Saat ini TNI AL telah menyiagakan tujuh kapal perang berbagai 
kelas di 
> perairan Tanjung Unarang hingga Blok Ambalat dan Bukat di Laut 
> Sulaswesi --dua kawasan yang diklaim Malaysia sebagai teritori 
mereka.
> 
> "KRI Tubung dan KRI Tongkol akan tiba Minggu (6/3) pagi. Sedangkan 
KRI Singa 
> dan satu masih ditentukan tiba, Senin (7/3) pagi di Tarakan 
bergabung dengan 
> tiga KRI lain yang sudah ada di sana, yaitu KRI Nuku, KRI Wiratno 
dan KRI 
> Rencong," ungkap Marsetio.
> 
> Saat ini, lanjut dia, KRI Nuku dan KRI Rencong tengah berpatroli 
di perairan 
> itu, akan diiikuti KRI Wiratno pada petang harinya.
> 
> Yudhoyono ke Sebatik
> Semakin memanasnya situasi di perbatasan Kaltim, Presiden Susilo 
Bambang 
> Yudhoyono, direncanakan pada 7 dan 8 Maret mengunjungi Pulau 
Sebatik. TNI AL 
> akan mengerahkan empat kapal perang dan ratusan personel 
mengamankan 
> kunjungan presiden.
> 
> Pulau Sebatik merupakan satu pulau di utara Nunukan Timur yang 
terbagi dua. 
> Separuh pulau di sebelah utara merupakan bagian dari negara bagian 
Sabah 
> Malaysia, sementara di sisi selatannya masuk ke wilayah hukum RI 
dan di 
> pulau itu ada satu pos TNI AL.
> 
> Perairan dari Pulau Sebatik dipersengketakan Malaysia secara 
sepihak 
> berdasarkan peta laut buatan mereka pada tahun 1979 hanya sejarak 
sekitar 5 
> mil laut.
> 
> Sikap arogansi Malaysia mengklaim wilayah yang bukan miliknya itu, 
memicu 
> reaksi keras berbagai kalangan di Indonesia. Masyarakat di 
Makassar, Sulsel, 
> kemarin, membentuk Front Ganyang Malaysia (Fro Gam). Rakyat di 
bumi anging 
> mamiri ini gusar dan marah terhadap sikap negeri jiran tersebut.
> 
> Bahkan, front yang dikomandani Das'ad Latief, ini merekrut para 
relawan yang 
> bersedia melakukan perlawanan terhadap Malaysia. "Kami 
mengutamakan para 
> relawan, eks TKI karena mereka lebih mengetahui letak geografis 
wilayah 
> Malaysia," katanya, di Makassar.
> 
> Menurut Das'ad, klaim wilayah Selat Sulawesi oleh Malaysia telah 
> menginjak-injak perasaan WNI. Dia akan mendesak pemerintah RI 
lebih 
> mengedepankan cara-cara militer daripada diplomatik dalam 
menangani masalah 
> ini, sehingga kasus lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan tidak 
terulang 
> kembali.
> 
> Tidak itu saja, Das'ad menyatakan pihaknya tidak akan menjamin 
warga negara 
> Malaysia yang saat ini menuntut ilmu di Indonesia, terutama di 
Makassar, 
> sepanjang mereka turut campur dalam masalah tersebut.
> 
> Dia gerakan ini akan mendapatkan dukungan ribuan relawan yang siap 
melakukan 
> perlawanan terhadap Malaysia. "Belajar dari kasus Bosnia, ribuan 
warga 
> mendaftar untuk dikirim ke Bosnia guna menjadi pasukan tempur, 
kami yakin 
> gerakan ini pasti mendapat dukungan besar," ucapnya.
> 
> Pertahankan Ambalat
> Pemerintah Indonesia bertekat akan mempertahankan blok Ambalat 
yang diklaim 
> Malaysia sebagai wilayahnya. Indonesia, seperti ditegaskan Wapres 
Jusuf 
> Kalla usai Dies Natalis ke-7 di Universitas Paramadina, kemarin, 
akan 
> mempertahankan wilayah itu dengan segenap kekuatan militer, karena 
itu 
> merupakan wilayah NKRI.
> 
> "Kita berpendapat itu wilayah Indonesia. Jadi Indonesia akan 
mempertahannya 
> dengan segenap aparat keamanan yang dimiliki kita," tegasnya.
> 
> Namun, tukas Kalla, Indonesia tetap membuka dialog dengan 
Malaysia. "Karena 
> dua negara bersahabat, tentu kita juga melakukan pembicaraan 
dengan 
> Malaysia."
> 
> Keinginan Indonesia menyelesaikan rebutan Blok Ambalat lewat jalur 
doplomasi 
> juga diamini koleganya di Malaysia. Wakil Perdana Menteri Datuk 
Seri Najib 
> Tun Razak menyatakan, Malaysia akan menggunakan jalur diplomasi 
dalam 
> memecahkan setiap masalah dengan negara tetangganya.
> 
> "Bukan menjadi cara Malaysia untuk menggunakan kekuatan bersenjata 
> memecahkan setiap konflik," kata Najib yang juga menteri 
pertahanan seperti 
> dilansir Bernama, kemarin.
> 
> "Kami tak ingin membesarkan masalah ini. Kami serahkan pada 
menteri luar 
> negeri kedua negara untuk menangani masalah ini," imbuhnya.
> 
> Namun, anggota Komisi I DPR dari FPG Yorris Raweyay menghendaki 
pemerintah 
> Indonesia lebih mengedepankan konfrontasi daripada diplomasi 
terkait 
> persoalan gugusan Pulau Ambalat.
> 
> "Saat kami (Komisi I DPR RI red) raat dengan menhan, sudah 
membicarakan hal 
> ini. Sikap tegas Komisi I adalah meminta menhan dan TNI bersikap 
tegas soal 
> Ambalat. Jangan sampai nasibnya, sama seperti Pulau Sipadan dan 
Ligitan," 
> kata Yorris di kantor DPP Golkar, kemarin.
> 
> Menurut ketua AMPG ini, dari kasus ini sebetulnya bukan hanya 
gugusan di 
> Pulau Ambalat saja yang menjadi masalah. Tapi juga terjadi di 
sekitar Pulau 
> Pasir di NTT juga menjadi persoalan. Untuk itu, lanjut Yorris, 
bila 
> pemerintah mendiamkan saja, maka persoalannya akan berlangsung 
secara terus 
> menerus.
> 
> "Jadi kita harus tegas. Sikap pemerintah atas hal ini juga sudah 
didukung 
> DPR. Pokoknya konfrontasi dulu, diplomasi nomor dua. Kita juga 
sudah kirim 
> kapal perang, pesawat dan pasukan. Jangan sampai masalah ini 
diperlunak 
> dengan diplomasi sementara kita saat ini selalu ditekan terus, 
tidak bisa 
> itu," tandas Yorris lantang.
> 
> Adu Mulut
> Dari hari ke hari, situasi di perairan perbatasan Indonesia di 
Kaltim dengan 
> Malaysia semakin panas. Kemarin, misalnya, awak kapal TNI AL KRI 
Rencong 
> yang tengah berpatroli terlibat perang mulut melalui alat 
komunikasi dengan 
> kapal Tentera Laut Diraja Malaysia, KD Kerambit-43.TNI AL.
> 
> Kastaf Guspurlatim Kolonel Laut Pelaut Marsetio, mengamini adanya 
konflik 
> tersebut. Kata dia, perang mulut itu belum sampai pada clash fisik.
> 
> Kontak antara KRI Rencong dengan KD Kerambit-43 terjadi 10.15 
Wita, 9,5 mil 
> laut di sekitar Karang Unarang. Saat itu KRI Rencong sedang 
mengawal kapal 
> tunda dan ponton kontraktor pelaksana pembangunan mercusuar.
> 
> Pukul 10.25 Wita Rencong-622 menyatakan bahwa kapal perang 
Malaysia telah 
> melanggar wilayah laut Indonesia, apalagi meriam Bofors 40 
milimeter kapal 
> patroli itu dalam keadaan terhunus.
> 
> Lucunya, kapal Malaysia itu justru menyatakan KRI Rencong yang 
memasuki 
> wilayah Malaysia. "Kalianlah yang melanggar wilayah laut kami," 
balas KRI 
> Rencong. KRI ini pun langsung menempel Kerambit pada jarak cuma 
1.000 yard.
> 
> KD Kerambit-43 mengubah haluan ke utara, KRI Rencong-622 terus 
mengikuti 
> kapal perang Malaysia buatan Portsmouth, Inggris, tahun 1968 itu. 
Jika kapal 
> perang Malaysia ke selatan, KRI Rencong tetap mengikuti hingga 
jarak sangat 
> dekat.
> 
> "Akhirnya mereka menawarkan solusi melalui radio bahwa kedudukan 
win-win 
> alias 50-50. Mereka menawarkan kepada KRI Rencong berpatroli 
bersama. Akan 
> tetapi mereka menginginkan satu syarat bahwa pembangunan mercusuar 
sementara 
> dihentikan," kata Marsetio.
> 
> Mengingat salah satu fungsi dan tugas pokok TNI-AL menjalankan 
diplomasi 
> internasional di laut sesuai kebijakan nasional, lanjut dia, 
setelah 
> menghubungi pimpinan matra laut TNI, jajarannya 
memutuskan "mengabulkan" 
> keinginan itu.
> 
> Marsetio mengatakan, langkah menghentikan sementara pembangunan 
mercusuar di 
> Karang Unarang bukan berarti mengakui klaim mereka atas perairan 
di wilayah 
> itu. "Kami berharap agar secepatnya ada langkah diplomasi dan 
politik di 
> tingkat nasional yang nyata atas masalah ini. TNI-AL hanya 
melaksanakan 
> politik dan kebijakan nasional sekali pun kami mempunyai langkah-
langkah 
> antisipasi," katanya.
> 
> Karang Unarang merupakan mercusuar terluar Indonesia di Laut 
Sulawesi yang 
> pengerjaannya belakang ini sering diamati Tentara Laut Diraja 
Malaysia. 
> Karang Unarang, diklaim sebagai wilayah Malaysia adalah masuk 
wilayah 
> Indonesia.
> 
> Namun, pembangunan mercuasuar di Karang Unarang yang sempat 
terhenti 
> dilanjutkan kembali. Satu kapal tunda dan satu kapal tronton 
mengangkut 
> material pembanguan di atas karang dikawal ketat oleh KRI Rencong. 
> JBP/yat/ant/tnr/dtk 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke