Mas, tekhnology tak selalu menentukan. Lihat perang di Dien Bien Phu, Vietnam. Dimana pasukan Perancis yang bersenjata canggih dan lengkap dikurung pasukan rakyat Vietnam, 4 jendral ditawan...
jendral Vietnam, Vo Ngyuyen Giap belajar bertempur di hutan belantara, bukan jebolan Akademi Militer. Salam danardono --- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau perang teknologi, misalnya kapal lawan kapal > atau pesawat tempur lawan pesawat tempur, Indonesia > akan kalah, karena masih diembargo AS, sehingga > peralatannya masih kuno. > > Tapi kalau dari 220 juta rakyat Indonesia, puluhan > juta "dibanjirkan" ke Malaysia untuk berperang, > kemungkinan akan menang walau korban jatuh akan > jutaan. Tapi pemerintah harus menyiapkan uang untuk > biaya transportasi, makan, dan senjata. > > --- bayu montana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > ayo ganyang malaysia si perampok ligitan itu, jangan > > biarkan harga diri kita di injak-injak mereka, ayo > > maju perang sodaraku di sulawesi......, coba umumkan > > pendaftaran sukarelawan ganyang malaysia seperti > > bosnia dulu pasti kami akan ikutan mendaftar > > hehehe...... ayo perangi kezaliman malaysia keparat > > itu..... > > > > Ambon <[EMAIL PROTECTED]> > > > wrote:http://www.indomedia.com/bpost/032005/6/depan/utama1.htm > > Minggu, 06 Maret 2005 02:03 > > > > 'Ganyang' Malaysia > > > > Makassar, BPost > > Meski pemerintah mengupayakan jalur diplomasi, namun > > genderang perang > > terhadap Malaysia ditabuh banyak kalangan di tanah > > air. DPR RI, misalnya, > > mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono > > bersikap tegas terhadap > > Malaysia. Sementara, warga di Makassar, Sulawesi > > Selatan, membentuk front > > 'Ganyang Malaysia'. > > > > Situasi di perairan perbatasan Indonesia di > > Kalimantan Timur dengan Malaysia > > semakin menegang. Ketegangan ini menyusul terjadinya > > 'perang mulut' melalui > > alat komunikasi antara awak kapal TNI AL KRI Rencong > > dengan kapal Tentera > > Laut Diraja Malaysia, KD Kerambit-43. > > > > "Memang belum terjadi perang fisik, namun sempat adu > > mulut melalui alat > > komunikasi," kata Kepala Staf Gugus Tempur Laut > > Armada Timur (Guspurlatim), > > Kolonel Laut Pelaut Marsetio, di Tarakan. > > > > Saat ini TNI AL telah menyiagakan tujuh kapal perang > > berbagai kelas di > > perairan Tanjung Unarang hingga Blok Ambalat dan > > Bukat di Laut > > Sulaswesi --dua kawasan yang diklaim Malaysia > > sebagai teritori mereka. > > > > "KRI Tubung dan KRI Tongkol akan tiba Minggu (6/3) > > pagi. Sedangkan KRI Singa > > dan satu masih ditentukan tiba, Senin (7/3) pagi di > > Tarakan bergabung dengan > > tiga KRI lain yang sudah ada di sana, yaitu KRI > > Nuku, KRI Wiratno dan KRI > > Rencong," ungkap Marsetio. > > > > Saat ini, lanjut dia, KRI Nuku dan KRI Rencong > > tengah berpatroli di perairan > > itu, akan diiikuti KRI Wiratno pada petang harinya. > > > > Yudhoyono ke Sebatik > > Semakin memanasnya situasi di perbatasan Kaltim, > > Presiden Susilo Bambang > > Yudhoyono, direncanakan pada 7 dan 8 Maret > > mengunjungi Pulau Sebatik. TNI AL > > akan mengerahkan empat kapal perang dan ratusan > > personel mengamankan > > kunjungan presiden. > > > > Pulau Sebatik merupakan satu pulau di utara Nunukan > > Timur yang terbagi dua. > > Separuh pulau di sebelah utara merupakan bagian dari > > negara bagian Sabah > > Malaysia, sementara di sisi selatannya masuk ke > > wilayah hukum RI dan di > > pulau itu ada satu pos TNI AL. > > > > Perairan dari Pulau Sebatik dipersengketakan > > Malaysia secara sepihak > > berdasarkan peta laut buatan mereka pada tahun 1979 > > hanya sejarak sekitar 5 > > mil laut. > > > > Sikap arogansi Malaysia mengklaim wilayah yang bukan > > miliknya itu, memicu > > reaksi keras berbagai kalangan di Indonesia. > > Masyarakat di Makassar, Sulsel, > > kemarin, membentuk Front Ganyang Malaysia (Fro Gam). > > Rakyat di bumi anging > > mamiri ini gusar dan marah terhadap sikap negeri > > jiran tersebut. > > > > Bahkan, front yang dikomandani Das'ad Latief, ini > > merekrut para relawan yang > > bersedia melakukan perlawanan terhadap Malaysia. > > "Kami mengutamakan para > > relawan, eks TKI karena mereka lebih mengetahui > > letak geografis wilayah > > Malaysia," katanya, di Makassar. > > > > Menurut Das'ad, klaim wilayah Selat Sulawesi oleh > > Malaysia telah > > menginjak-injak perasaan WNI. Dia akan mendesak > > pemerintah RI lebih > > mengedepankan cara-cara militer daripada diplomatik > > dalam menangani masalah > > ini, sehingga kasus lepasnya pulau Sipadan dan > > Ligitan tidak terulang > > kembali. > > > > Tidak itu saja, Das'ad menyatakan pihaknya tidak > > akan menjamin warga negara > > Malaysia yang saat ini menuntut ilmu di Indonesia, > > terutama di Makassar, > > sepanjang mereka turut campur dalam masalah > > tersebut. > > > > Dia gerakan ini akan mendapatkan dukungan ribuan > > relawan yang siap melakukan > > perlawanan terhadap Malaysia. "Belajar dari kasus > > Bosnia, ribuan warga > > mendaftar untuk dikirim ke Bosnia guna menjadi > > pasukan tempur, kami yakin > > gerakan ini pasti mendapat dukungan besar," ucapnya. > > > > Pertahankan Ambalat > > Pemerintah Indonesia bertekat akan mempertahankan > > blok Ambalat yang diklaim > > Malaysia sebagai wilayahnya. Indonesia, seperti > > ditegaskan Wapres Jusuf > > Kalla usai Dies Natalis ke-7 di Universitas > > Paramadina, kemarin, akan > > mempertahankan wilayah itu dengan segenap kekuatan > > militer, karena itu > > merupakan wilayah NKRI. > > > > "Kita berpendapat itu wilayah Indonesia. Jadi > > Indonesia akan mempertahannya > > dengan segenap aparat keamanan yang dimiliki kita," > > tegasnya. > > > > Namun, tukas Kalla, Indonesia tetap membuka dialog > > dengan Malaysia. "Karena > > dua negara bersahabat, tentu kita juga melakukan > > pembicaraan dengan > > Malaysia." > > > > Keinginan Indonesia menyelesaikan rebutan Blok > > Ambalat lewat jalur doplomasi > > juga diamini koleganya di Malaysia. Wakil Perdana > > Menteri Datuk Seri Najib > > Tun Razak menyatakan, Malaysia akan menggunakan > > jalur diplomasi dalam > > memecahkan setiap masalah dengan negara tetangganya. > > > > "Bukan menjadi cara Malaysia untuk menggunakan > > kekuatan bersenjata > > memecahkan setiap konflik," kata Najib yang juga > > menteri pertahanan seperti > > dilansir Bernama, kemarin. > > > > "Kami tak ingin membesarkan masalah ini. Kami > > serahkan pada menteri luar > > negeri kedua negara untuk menangani masalah ini," > > imbuhnya. > > > > Namun, anggota Komisi I DPR dari FPG Yorris Raweyay > > menghendaki pemerintah > > Indonesia lebih mengedepankan konfrontasi daripada > > diplomasi terkait > > persoalan gugusan Pulau Ambalat. > > > > "Saat kami (Komisi I DPR RI red) raat dengan menhan, > > sudah membicarakan hal > > ini. Sikap tegas Komisi I adalah meminta menhan dan > > TNI bersikap tegas soal > > Ambalat. Jangan sampai nasibnya, sama seperti Pulau > > Sipadan dan Ligitan," > > kata Yorris di kantor DPP Golkar, kemarin. > > > > Menurut ketua AMPG ini, dari kasus ini sebetulnya > > bukan hanya gugusan di > > Pulau Ambalat saja yang menjadi masalah. Tapi juga > > terjadi di sekitar Pulau > > Pasir di NTT juga menjadi persoalan. Untuk itu, > > lanjut Yorris, bila > > pemerintah mendiamkan saja, maka persoalannya akan > > berlangsung secara terus > > menerus. > > > > "Jadi kita harus tegas. Sikap pemerintah atas hal > > ini juga sudah didukung > > DPR. Pokoknya konfrontasi dulu, diplomasi nomor dua. > > Kita juga sudah kirim > > kapal perang, pesawat dan pasukan. Jangan sampai > > masalah ini diperlunak > > dengan diplomasi sementara kita saat ini selalu > > ditekan terus, tidak bisa > > itu," tandas Yorris lantang. > > > > Adu Mulut > > Dari hari ke hari, situasi di perairan perbatasan > > Indonesia di Kaltim dengan > > > === message truncated === > > > Bacalah artikel tentang Islam di: > http://www.nizami.org > > > > > __________________________________ > Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday! > Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web > http://birthday.yahoo.com/netrospective/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

