http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-316%7CX
Senin, 07 Maret 2005
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dengan Alasan Apapun Harus di Tolak
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com-Jakarta. Para artis, anggota parlemen, aktivis dan 
pemerhati masalah perempuan dan anak mengeluarkan pernyataan terbuka untuk 
menolak tindakan kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak dalam 
bentuk apapun, baik kekerasan fisik, psikis, seksual maupun ekonomi. Pernyataan 
sikap tersebut disampaikan pada konferensi pers memperingati hari perempuan 
internasional di Jakarta, Minggu (06/03/05). Hadir dalam konferensi pers 
tersebut Rieke Diyah Pitaloka, Abdul Azis Husein dari kementerian pemberdayaan 
perempuan, Five Vi artis sinetron, Nurul Arifin, Nia Sjarifudin, Kiki W, Wanda 
Hamidah, Orang tua Amanda, Irianti Eningpraja dan sebagainya. 

Sejauh ini, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, semakin lama 
tidak semakin menurun jumlahnya. Kekerasan terhadap perempuan dan anak 
seolah-olah menjadi sebuah budaya yang memang berlangsung dengan sendirinya. 
Berbagai upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan memang telah dilakukan. 
Namun demikian upaya-upaya tersebut terus menghadapi kendala utama dalam dua 
hal pertama kultur budaya patriakhi yang masih mengedepankan laki-laki 
dibandingkan perempuan. Kultur ini tidak hanya terjadi dalam rumah tangga, 
namun juga terjadi diruang publik termasuk berkaitan dengan kebijakan-kebijakan 
publik. Kendala kedua adalah penegakan hukum yang masih belum sepenuhnya 
berjalan dan belum mencerminkan keadiln bagi perlindungan dan penghormatan 
terhadap hak-hak perempuan dan perlindungan anak. 

Kedua masalah tersebut memang sangat mendukung iklim kekerasan terhadap 
perempuan. Hal ini seperti yang dialami oleh Five Vi, artis sinetron yang telah 
menjadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya. �Kekerasan yang 
saya alami cukup lengkap, mulai dari fisik, psikis, seksual dan ekonomi. Namun 
demikian, kenapa saya begitu sulit mendapatkan keadilan atas diri saya. Sampai 
saat ini bukannya keadilan yang saya dapat tapi saya merasakan kekerasan itu 
dalam tiga tingkatan, pertama oleh lingkungan keluarga saya, lingkungan 
masyarakat yang diam saja ketika saya sudah melambaikan tangan ketika minta 
tolong dan negara, yang dengan sengaja mempersulit tuntutan-tuntutan saya untuk 
mendapatkan keadilan. Aparat justru menilai kekerasan yang saya terima sangat 
ringan, akibatnya pelaku mendapatkan hukuman ringan, padahal saya mengalami 
sejumlah penderitaan,� ujar Five Vi. 

Selain menolak segala bentuk kekerasan, pernyataan sikap ini juga menuntut 
pemerintah berperan aktif dan serius dalam mengkampanyekan isu-isu hak-hak 
perempuan dan anak, serta mau bekerjasama dengan berbagai kalangan dan lembaga 
untuk melakukan upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kepada 
lembaga peradilan diharapkan mampu menerapkan hukum yang tegas dan berpihak 
kepada korban dan tidak hanya mengacu pada KUHP, tapi juga berpedoman pada UU 
No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU No 3 
tahun 1997 tentang peradilan Anak serta UU No 23 Tahun 2002 tentang 
Perlindungan Anak. Kepada para jurnalis media cetak maupun elektronik, 
diharapkan lebih meningkatkan kaidah-kaidah jurnalisme berperspektif gender 
dalam mengangkat masalah-masalah perempuan dan anak. Selanjutnya kepada 
masyarakat diminta untuk berperan aktif melawan dan menghentikan berbagai 
tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk menuntut pemerintah 
untuk memberikan perlindungan dan jaminan hukum dan hak-hak perempuan dan anak. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke