Untuk mengurangi kemacetan, sejak lama pemerintah merencanakan
pembangunan Monorel di Jakarta (seharusnya juga di beberapa kota
besar lain). Tapi hingga hari ini, rencana itu tidak pernah
terrealisasi. Bahkan beberapa waktu lalu, Sutiyoso sibuk mau cari
investor baru, karena investor lama sulit diharapkan. Sementara itu,
puluhan fly-over dan under-pass, ratusan km jalan tol, sukses
dibangun dengan investor dari luar negeri. Itu semua terjadi selama
tersendatnya proyek monorel.
Kalo bikin Jalan gampang banget cari investor, koq ya monorel susah
ya?
Sekali-kali mari kita berpikir konspiratif. Selama ini, puluhan
(atau bahkan ratusan) investor asing selalu tertarik pada
pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan, under-pass, dan
sebangsanya. Pokonya semua proyek infrastruktur yang mendukung
langsung pengadaan mobil dan motor. Selama itu pula banyak pejabat
kita bilang bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan dan panjang jalan
tidak seimbang, sehingga timbul kemacetan di mana2. Solusinya,
pembangunan jalan harus makin dipercepat.
Semua itu berjalan selama puluhan tahun. Semua kota di negeri ini
tidak punya tranportasi massal yang memadai. Akibatnya, orang lebih
suka pake kendaraan pribadi daripada harus berpeluh-peluh naik
angkutan umum. Ketika timbul keinginan untuk membangun transportasi
massal yang bagus, tidak ada dukungan dari para pemilik modal itu
(padahal mereka selalu bersemangat kalo bangun jalan).
Dari kondisi itu, siapa yang paling untung????!!!
Jelas para kontraktor pembuat jalan, dan tentu saja, PRODUSEN MOBIL.
Hampir SEMUA PRODUSEN MOBIL yang memenuhi jalan di negeri ini
berasal dari luar negeri. Dan hampir seluruh proyek pembangunan
jalan dibiayai dengan pinjaman luar negeri, atau investor luar
negeri.
Dengan 200 juta penduduk, maka tentu mereka tidak ingin kehilangan
pasarnya. Jepang, Korea, A.S, Prancis, Jerman, Inggris, China,
Swedia, tentu akan kebakaran jenggot kalo sampe penjualan produknya
di Indonesia melorot.
Apa jadinya kalau kota-kota besar di Indonesia, yang merupakan pasar
potensial mereka, memiliki transportasi massal yang baik dan nyaman.
Semua orang akan memilih untuk naik monorel misalkan, ketimbang naik
mobil di jalanan yang super macet. Bila itu terjadi, dan dengan
sedikit propaganda untuk mengurangi pemakaian mobil (dengan beribu
alasan dan regulasi yang diperketat), belum lagi kalo harga BBM
tambah naik, maka tentu akan berimbas pada angka penjualan mobil.
DAN MEREKA TIDAK INGIN HAL TERSEBUT TERJADI!!!
Itulah mengapa proyek monorel tidak pernah laku. Bahkan puluhan
tahun World Bank di Indonesia, juga tidak pernah mendukung proyek
tersebut. Entah sampai kapan nasib bangsa ini didikte oleh bangsa
luar???!!!
CIKAPAYANG
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/