mbok sejarahnya dibaca lagi mas Andreas,
Pres. Yasser Arafat sudah buat kesepakatan win-win dengan PM Israel Yitzak
Rabin tahun 1994 di Oslo. Makanya mereka dapet Nobel Prize. Lalu Palestina
bisa buat pemerintahan di Ramallah.Intifada selesai.Sebelumnya kan PLO kan
Nomaden.

Lalu nggak lama kemudian, sama Yahudi Fanatik Yitzak Rabin kena bom bunuh
diri.
Mulailah urusan walaupun masih agak runyam tapi sudah mulai terang, jadi
lebih runyam lagi.
Lalu penggantinya Netanyahu nggak mau melakukan kesepakatan itu dg berbagai
alasan.
Parlemen Israel juga nggak mau tanda tangan karena sekarang dikuasai partai
Likud lagi.
Begitu juga Simon Perez.
Palestina garis keras mulai maen bom-boman lagi.
Yang diminta Arafat selama ini juga hanya yang perjanjian Oslo itu...tapi
dia sudah kehilangan muka didepan pendukungnya karena ternyata dia yg
memaksa berunding eh hasilnya dikhianati oleh Israel. Makanya dia jadi kukuh
hanya menerima jika hasil perundingan Oslo diimplementasi.
gitu...

"Ambalat punya Indonesia" itu posisi Indonesia sekarang, baru berunding.
Kayak orang jual-beli.
Penjual bilang harga 100, yang beli bilang 50.
Hasilnya ya tergantung perundingan.
Tapi kalo belom apa-apa yang jual bilang harganya antara 50-100, ya kacau
itu penjual.



----- Original Message -----
From: "ANDREAS MIHARDJA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, March 10, 2005 4:45 AM
Subject: Re: [ppiindia] .. Boleh Berunding asal Ambalat Tetap Milik RI


>
> Kalau sudah ada kepastian harus harus dan harus - percuma dong berunding.
Perundingan adalah give and take dan yg mau masuk perundingan harus dgn buku
putih. Agenda tidak boleh diperlihatkan.
> Didalam perundingan international kita selalu harus bersikap open minded.
Kalau sudah fixed percuma --- ini kan yg bikin Pras. Arafat alm. gagal dgn
perundingan negara Palestine.  Seorang politici yg pintar harus ambil yg
sudah didapat tetapi merundingkan yg belum didapat. Kalau dari permulaan
sudah harus - harus - harus hasilnya kaya penduduk Palestine kan
kecingcalang meskipun dunia sudah support. [Tidak boleh ambil kalau bukan
100% keseluruhannya, inilah posisi Pres Arafat]. Take what you have [ini
posisi Pres. Abas]dan sisanya kalau dirundingkan lagi bisa juga >80% is
yours. Kalau dari permula sudah bilang harus 100% kalau tidak stop well
achirnya hilang - apalagi kalau de facto sudah diduduki musuh.
> Ambalat sampai sekarang kita tidak diberi tahu siapa yg de facto menduduki
pulau ini. Kalau orang Malaysia sudah tinggal dan settle disitu percuma
untuk Indonesia berunding - de facto sudah jadi Malaysia. Kalau Indonesia
masukkan penduduk RI kepulai tsb baru de facto itu tidak clear. Pengadilan
internationala juga melihat keadan ini. Kalau Ambalat sudah diduduki tentara
Malaysia yg RI dapat hanya kompensasie.
> Ambalat adalah diTimur Sibatik yg 35% diduduki Malaysia. Jadi kemungkinan
besar Ambalat ada disebelah timur Sibatik utara dan ini kalau tidak ada
penduduknya dan diduduki oleh Shell dgn pegawai2 mereka dari Malaysia -
secara de Facto sudah jadi Malaysia.
> Pengadilan international melihat sejarah dan keadaan de facto dan posisi
di peta dan tidak keadaan yg kita ingini. Indonesia alon2 bae tunggu
keadaan - nah inilah hasilnya.
> Megawati kan mau jual pulau2 yg tidak berguna untuk RI - mungkin inilah
salah satu dari secret deal mereka - siapa tahu.
> Saya tetap tidak mengerti - Shell perusahan Belanda bekas penjajah
Indonesia yg 100% tahu sejarah dan tradisie Indonesia - koq berdagang dgn
Malaysia dan tidak dgn Indonesia.  Shell memerintahkan pegawainya tetap
terus bekerja dan tidak stop. Apakah ini tidak aneh ?
> Kenapa Indonesia tidak memperlihatkan peta posisi Ambalat - agar penduduk
dapat penerangan. Sekaliu lagi kalau ada yg memilik peta pulau Ambalat pls
kasih websitenya.
>
> Andreas
>
> Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> http://www.suaramerdeka.com/harian/0503/10/nas02.htm
>
> Kamis, 10 Maret 20
>
> Boleh Berunding asal Ambalat Tetap Milik RI
>
>
> JAKARTA-Indonesia harus bersikap bersedia berunding dengan Malaysia soal
sengketa Blok Ambalat, namun dengan syarat yang tidak bisa berubah yaitu
wilayah tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam frame negara
kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian dikatakan pakar hukum laut Prof
Dr Dimyati Hartono SH kepada Suara Merdeka semalam.
>
> "Ambalat itu wilayah kita, Malaysia jelas-jelas mau mencaploknya dengan
berbagai cara. Karena itu, kalaupun kita bersedia berunding, tapi ada syarat
yang tidak bisa berubah, Ambalat bagian dari NKRI, titik," kata pria asal
Sumber Manjing, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tersebut.
>
> Kalaupun Malaysia ngotot akan membawa sengketa Ambalat ke Mahkamah
Internasional seperti halnya sengketa Sipadan-Ligitan, maka Dimyati
menyarankan Pemerintah Indonesia juga ngotot menolaknya.
>
> "Mereka ngotot membawa, kita juga harus ngotot menolak. Kita harus tegas
dan menyatakan tidak mau, karena yang memulai kan mereka (Malaysia).
Mahkamah Inernasional itu mau bertindak, kalau kedua negara setuju
membawanya ke sana. Kalau satu tidak setuju ya dianggap gugur," katanya.
>
> Menurut Dimyati, Malaysia sebenarnya adalah console state. Namun setelah
Malaysia berhasil mendapatkan Pulau Sipadan dan Ligitan, maka negeri jiran
tersebut seenaknya berubah menerapkan hukum layaknya negara kepulauan.
Menurut Dimyati, console state itu dalam menarik laut yang menjadi
wilayahnya, hanya bisa dilakukan di sekitar pulau itu.
>
> "Jadi, tidak bisa Malaysia menarik garis batas wilayahnya seperti halnya
negara kepulauan seperti Indonesia. Malaysia hanya bisa menarik garis
seputar pulaunya. Kalau Malaysia menerapkan yang seperti Indonesia, maka
Malaysia jelas-jelas berlaku seenaknya dan jelas melanggar sistem hukum
internasional," kata Dimyati yang juga Guru Besar FH Undip tersebut.
>
> Skenario Sipadan-Ligitan
>
> Dimyati juga tidak menolak pemikiran bahwa upaya pencaplokan Pulau Sipadan
dan Ligitan tidak lepas dari skenario untuk mencaplok Ambalat. Karena itu,
dia sangat menyayangkan tindakan ceroboh Pemerintah Indonesia yang gagal
berdiplomasi untuk mempertahankan Sipadan dan Ligitan.
>
> "Kita harus introspeksi, dalam membangun bangsa dan negara ini telah
melupakan pemikiran bahwa kita ini sebuah negara kepulauan. Karena itu, kita
ceroboh tidak memperhatikan pulau-pulau terdepan yang sebenarnya menjalin
keutuhan negara kita. Lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan itu karena kita
ceroboh dan hanya menganggap itu masalah hukum belaka, padahal lepasnya
pulau itu berdampak luas sekali pada keutuhan wilayah kita. Malaysia ingin
memenangi perebutan dua pulau tersebut karena ada hidden agenda, sekarang
baru ketahuan kan," kata mantan fungsionaris PDI-P yang kemudian mendirikan
PITA tersebut.(F4-78t)
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke