http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/10/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Sampah Kota Bandung Makin Menumpuk SAMPAH menggunung, lengkap dengan bau tak sedapnya, menjadi pemandangan sehari-hari di beberapa bagian di Kota Bandung. Itu terutama terjadi sesudah peristiwa gunungan sampah longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi. TPA Leuwigajah yang menampung sampah dari Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung, saat ini dalam status quo, dan tidak menerima sampah dari mana pun. Berdasarkan pengamatan di lapangan hingga Selasa (8/3) pagi, atau memasuki hari ke-16 penutupan TPA Leuwigajah, sampah-sampah tersebut masih berserakan di ruas-ruas jalan dan belum diangkut. Pemandangan itu terutama bisa dilihat di sekitar bak penampungan sampah Jalan Bungur, Jalan Puter, Jalan Taman Sari, Jalan Ir H Djuanda, dan juga di sekitar pasar tradisional, seperti Andir dan Ciroyom. Kepala PD Kebersihan Kota Bandung, Awan Gumilar, mengakui, setelah Leuwigajah ditutup, instansinya hanya mampu mengangkut sampah rata-rata 850 meter kubik per hari ke TPA Jelekong di Ciparay Kabupaten Bandung. Padahal, volume sampah yang dihasilkan setiap harinya diperkirakan mencapai 7.500 meter kubik. Kepala Bagian Humas PD Kebersihan Kota Bandung, S Yosep, mengatakan, dari volume sebanyak itu tidak semua dibuang ke Leuwigajah. "Dari jumlah itu, 3.500 sampai 4.000 meter kubik dibuang ke Leuwigajah. Sisanya dibuang ke TPA Jelekong, sebagian lagi masih tersimpan di tempat pembuangan sementara," ujarnya. Saat ini instansinya juga sudah memfungsikan kembali TPA sampah Cieunteung di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. TPA milik Pemkot Bandung seluas 3,5 ha itu, digunakan sejak 1968 hingga 1990. Difungsikan Kembali "Satu atau dua bulan ini, TPA Cieunteung kami fungsikan lagi. Ini salah satu solusi mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung," ia menjelaskan. Ia menambahkan, dari rata-rata 350 rit (3.500 m3) sampah Kota Bandung yang mesti dibuang ke TPA, sebanyak 100 rit akan dibuang ke TPA Cieun- teung. Sementara, 250 rit lainnya dibuang ke TPA Jelekong, yang berlokasi di Kabupaten Bandung. "Khusus untuk TPA Cieunteung, berdasarkan analisis, mampu digunakan selama satu tahun. Sambil menunggu ada TPA pengganti, kami akan memanfaatkan TPA itu," katanya. Berbeda dengan di TPA Leuwigajah yang menggunakan sistem open dumping (buang dan dorong ke jurang), TPA Cieunteung menggunakan sistem sanitary landfill (buang dan timbun dengan tanah). 9 Yosef menambahkan, masyarakat di sekitar TPA Jelekong melarang truk-truk sampah dari Kota Bandung membuang sampah pada malam hari. Truk-truk sampah milik Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung itu, dibatasi operasinya hingga pukul 18.00 WIB agar tidak mengganggu warga yang beristirahat. Warga juga membatasi sampah yang dibuang maksimal 50 rit. Namun demikian, setelah melobi pihak kelurahan, akhirnya diperbolehkan membuang hingga 100 rit. "Itu pun jika dibanding dengan produksi sampah Kota Bandung, masih tidak sebanding," ujarnya Sebelum TPA Leuwigajah ditutup, sampah Kota Bandung hanya terangkut 60-67 persen dari total sampah yang besarnya 7.500 meter kubik per harinya. Dengan penutupan TPA Leuwigajah, sampah yang terangkut baru mencapai 150 rit, yang masing-masing perjalanan maksimal diangkut 10 meter kubik. Artinya, hanya 1.500 meter kubik per hari yang terangkut, sisanya menggunung hari demi hari di TPS di seantero Kota Bandung. Bupati Bandung, Obar Sobarna, mengatakan sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bandung untuk lebih memperlebar jalan masuk ke TPA Jelekong. "Karena sekarang ini emergency untuk membantu pemerintah Kota Bandung. Kalau tidak, mau buang ke mana?" katanya. "Truk sampah milik UPT Kebersihan Kota Cimahi saja per harinya mengangkut 400-500 meter kubik sampah. Namun, saya juga menerima sampah yang dibawa oleh kendaraan pengangkutan sampah di luar milik pemerintah. Totalnya sampah dari Kota Cimahi mencapai 750-1.000 meter kubik. Yang dilaporkan ke atasan hanya mobil milik dinas," kata Dodo Kastijo, yang sudah 13 tahun menjadi Koordinator Pengelolaan TPA Leuwigajah dan tahu persis volume sampah yang masuk ke TPA Leuwigajah. Begitu juga dengan sampah dari Kabupaten Bandung. Total sampah yang dibuang di TPA Leuwigajah yang diangkut kendaraan sampah milik Dinas Kebersihan Kabupaten Bandung seharinya 700 meter kubik. Digabung dengan kendaraan sampah swasta yang beroperasi, jumlahnya bisa mencapai 1.200 meter kubik per hari. Sampah Kota Bandung lebih banyak lagi. Kendaraan sampah milik PD Kebersihan Kota Bandung hilir mudik siang malam. "Ada dua shift, siang dan malam," kata Dodo, seraya menambahkan dalam sehari saja, sampah yang dibuang bisa mencapai 4 ribu meter kubik. TPA Leuwigajah mulai beroperasi sejak 1992, ketika masih berada dalam wilayah Kabupaten Bandung. Luas TPA Leuwigajah kini mencapai 23,6 hektare. TPA itu menampung sampah dari tiga wilayah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Setiap harinya ribuan kubik sampah ditimbun di sana. Dari Kota Bandung sehari dibuang sampah sebanyak 3 ribu meter kubik, dari Kabupaten Bandung seribu meter kubik, dari Kabupaten Bandung 450 meter kubik sampah. Sampah-sampah itu dibuang dan dibakar di TPA itu. PEMBARUAN/ADI MARSIELA -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 10/3/05 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

