Hi...semua
 
Dari artikel yang dibawah ini kita merasa cukup bangga akan masa lalu
Pembentukan bangsa indonesia
tapi ada sesuatu yang menjadi perhatian kenapa semuanya hanya cerita
belaka.....!!!
Kenapa pemerintah setempat(Gubernur & Bupati serta camat2 nya) tidak
berusaha untuk mencari kebenaranya
serta melestarikan peninggalan2nya.sebab kelak dikemudian hari penerus
bangsa ini akan hanya tau cerita doang(dongeng aja)

usulin dong ama mahasiswa2 agar melakukan penelitian supaya taunya jangan
hanya Demo......aja
kan sayang dana & waktu mereka kalau hanya untuk demo......,malu dong ama
Orang tua yang susah payah cari Nafkah
kalau taunya hanya demo... melulu jadi apa nanti Bangsa ini.

atau usulan kita lebih baik membangun sesuatu yang baru/membuat suatu cerita
baru dan nyata kelak akan menjadi
sejarah dikemudian hari dari pada hanya meneruskan cerita2 yang tak ada
buktinya yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

salam

Maju membela yang benar

-----Original Message-----
From: radityo djadjoeri [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, March 12, 2005 5:04 PM
To: bizzcomm-milis
Cc: wolu; mediacare
Subject: [ppiindia] Kebesaran Sriwijaya yang nyaris tak tersisa



Kebesaran Sriwijaya yang nyaris tak tersisa
 
Orang Palembang mirip China
 
Kenapa mayoritas orang Palembang di Sumatra Selatan mirip China, walau ia
beragama Islam? Itulah sebagian 'sisa hidup' peninggalan Kerajaan Sriwijaya
yang pernah 
berjaya di kawasan Asia. Kerajinan tenun songket khas Palembang, pakaian 
adat Palembang yang mirip China, dan tari-tarian tradisional, termasuk 
peninggalan Sriwijaya yang hingga kini masih dapat kita nikmati. Apakah 
empek-empek juga termasuk jenis udapan yang sudah dikenal pada masa 
Sriwijaya berjaya? Mungkin saja begitu.
 
Pada abad ke 7 hingga 13 M, Sriwijaya mengalami zaman keemasan. Sebagai
kerajaan maritim, namanya dikenal hingga ke mancanegara. Kekuatan maritim
dapat 
dilacak dari peninggalan kemudi kapal Sriwijaya yang ditemukan di 
Sungai Buah, Palembang, pada 1960-an. Kemudi yang terbuat dari kayu onglen
hitam itu panjangnya mencapai delapan meter. Tak heran kalau armada kapal 
milik Sriwijaya mampu berlayar ke China dengan membawa komoditas perkebunan,

seperti cengkeh, pala, lada, timah, rempah-rempah, emas, dan perak.
Barang-barang itu dibeli
atau ditukar dengan porselin, kain katun, atau kain sutra.
 
Pada masa kegemilangannya, banyak pendatang dari mancanegara singgah ke
Sriwijaya sekadar untuk tetirah atau berniaga.  Beragam jenis kapal
bertambat di pelabuhan Sungai Musi. Mereka juga  bermukim di kerajaan yang
dulunya menjadi pusat pendidikan ajaran Budha  dan ilmu pengetahuan.
Beberapa bangsawan dan orang kebanyakan menikah dengan 
pendatang dari China. Tak heran kini mayoritas orang Palembang kebanyakan
berkulit kuning langsat dan bermata sipit. Apabila para bangsawan Sriwijaya
tak dibantai habis 
pasukan Majapahit, kemungkinan mereka adalah keturunannya. Nasib ribuan
pendeta Budha juga tak jelas hingga kini. Apakah mereka dihabisi pasukan
Majapahit atau menyingkir ke Tanah Jawa, Thailand, China, dan India? Atau 
mereka harus berganti agama kala Islam masuk ke bekas kerajaan Sriwijaya?
Tapi yang jelas,
sebagian dari mereka adalah keturunan para pedagang China, dan juga para
bajak laut asal 
China yang menguasai jalur sungai dan laut selama 200 tahun lamanya,
usai Sriwijaya hancur lebur diserbu Majapahit. Keganasan para perompak itu 
berakhir setelah Panglima Perang Chengho yang diutus penguasa China datang
dan
memerangi mereka.
 
Sebagian perompak yang selamat dari serbuan Chengho, lalu alih usaha 
di daratan, beranak pinak, dan membentuk koloni tersendiri. Mereka 
memutus tradisi dan nilai-nilai yang berkembang di tanah leluhur bangsa
China, dan 
sebaliknya menanamkan kehidupan khas perompak yang berangasan. Sebuah
tugu prasasti di Kampung Kapiten, Kelurahan Tujuh Ulu, Kecamatan Seberang
Ulu I, Palembang, menunjukkan pemujaan kepada Dewa Samudra, sebagai
peringatan
adanya komunitas China yang menetap di Palembang. Adakah kaitan 
antara mereka dan 'Preman Palembang' yang kini tersohor itu? Sepertinya 
perlu ada penelitian yang lebih mendalam. Kalau di Palembang ada Kampung
Jawa, bisa jadi mereka adalah keturunan pasukan Majapahit yang menetap
disana.
 
Secuil peninggalan berbentuk benda mati seperti arca kini masih bisa Anda
simak 
di Museum Bala Putradewa, Palembang, Sumatra Selatan. Tercatat ada 2 museum
lagi di Palembang, yaitu Museum Situs Taman Purbakala Sriwijaya (TPKS) dan
Museum Sultan Badaruddin II, namun semuanya tak terawat dengan baik. Perlu
ada upaya pemerintah untuk menyatukan ketiganya, dan menamai museum itu
'Museum Sriwijaya'. 
 
Sejak penjajahan Belanda hingga kini, sisa-sisa kejayaan Sriwijaya berupa
barang antik telah pindah tangan ke luar negeri. Palembang, Jambi, dan
Lampung adalah padang perburuan
bagi kolektor dan pedagang barang antik. Kini tak lagi tersisa.
 
Dimanakah pusat Kerajaan Sriwijaya?
 
Itulah pertanyaan yang hingga kini masih menggantung, karena belum juga
ditemukan peninggalan istana atau kraton. Kemungkinan besar pada saat 
penyerbuan pasukan Majapahit, istana tersebut dibumi hanguskan. Sejumlah
manuskrip dan prasasti tentang kerajaan Sriwijaya juga banyak yang telah
rusak,
hilang, atau masih terkubur dalam tanah. Ketidak lengkapan temuan arkeologis
tersebut menyebabkan para peneliti kesulitan menyusun sejarah kemunculan
dan pertumbuhan Kerajaan Sriwijaya secara lengkap dan runtut.
 
Sejarah Sriwijaya justru banyak disusun berdasarkan berita-berita dari
pengelana asing, seperti dari China, India atau Arab. Setidaknya ada 18
situs dari masa Sriwijaya di Palembang. Empat situs diantaranya memiliki
penanggalan sekitar abad ke-7 sampai ke-9, yaitu situs Candi Angsoka,
prasasti Kedukan Bukit, situs Kolam Pinishi, dan Situs Tanjung Rawa.
Beberapa prasasti juga telah ditemukan, yang isinya menceritakan keberadaan
Sriwijaya dan kutukan bagi para pembangkang. Beberapa peninggalan Sriwijaya
juga ditemukan di Jambi, Lampung, Riau,  dan Thailand.
 
Kebesaran Sriwijaya juga terlacak dari peninggalan di India dan Jawa.
Prasasti Dewapaladewa dari Nalanda, India, abad ke-9 Masehi menyebutkan,
Raja Balaputradewa dari Swarnadipa (Sriwijaya) membuat sebuah biara.
Prasasti Rajaraja I tahun 1046 mengisahkan pula, Raja Kataha dan Sriwiyasa
Marajayayottunggawarman dari Sriwijaya menghibahkan satu wilayah desa
pembangunan biara Cudamaniwarna di kota Nagipattana. India. Manuskrip
sejarah, seperti Kitab Sejarah Dinasti Song dan Dinasti Ming, berada di
China. Raja Sriwijaya juga mendukung penuh pembangunan Candi Borobudur di
Pulau
Jawa yang terbuat dari batu gunung. Sedangkan candi-candi peninggalan
Sriwijaya di Sumatra semuanya terbuat dari batu bata yang cepat aus  dimakan
zaman. Kenapa? Karena lokasinya jauh dari gunung.
 
Kabar terakhir datang dari Malaysia. Raimy Che-Ross, peneliti Malaysia, 
pada tahun lalu menemukan sebuah kota yang hilang di pedalaman Johor.
Rahasia itu terkuak berawal dari sebuah naskah kuno milik Stamford Raffles. 
Ia memperkirakan reruntuhan puing itu berasal dari kota Gelanggi yang pada
1025 M diserbu pasukan  Chola dari India Selatan pimpinan Raja Rajendra
Cholavarman. Kota itu
dulunya terkait erat dengan Kerajaan Sriwijaya. Pada 1612, Tun Seri 
Lanang, bendahara Royal Court di Johor, menyebut kota Gelanggi yang 
hilang sebagai Perbendaharaan Permata (Treasury of Jewels). Sebagai 
catatan, pasukan Cola bergabung dengan Kerajaan Majapahit untuk menyerbu
Sriwijaya pada 1377 hingga ludes. Palembang pun lalu jadi kota mati, dan 
tak lama kemudian dikuasai para perompak dari China. Para bajak laut
itu digempur pasukan China pimpinan Chengho, armada Majapahit dengan 
dukungan Raja Aditiawarman dari Kerajaan Melayu.
 
Sriwijaya telah hilang ditelan zaman
 
Menurut budayawan dan ketua Dewan Kesenian Sumatra Selatan (DKSS) Djohan
Hanifah 
kepada Kompas, kebesaran Sriwijaya benar-benar terputus oleh kekuasaan
Kerajaan 
Palembang Darussalam dan Belanda, yang membangun budaya jauh berbeda.
"Beberapa candi  dan peninggalan Sriwijaya sempat dihancurkan dan dikubur
dalam tanah dengan alasan teologis. Estetika, ilmu pengetahuan, dan seni
yang berkembang pada masa Sriwijaya
tak lagi tumbuh pada masa berikutnya sampai sekarang," ujarnya. 
 
Kebesaran Sriwijaya
memang benar-benar telah hilang dimakan nafsu para penjarah, perselingkuhan 
politik kekuasaan, penyebaran agama baru, dan lalu musnah ditelan zaman. 
Kota Palembang yang kini kian metropolis dan hingar bingar membuat
peninggalan
masa lalu jadi bertambah kesepian. Pertanyaan penting: Masih adakah spirit 
untuk membangkitkan kembali kebesaran masa lalu di hati sanubari 
masyarakat Sumatra Selatan, khususnya penduduk Palembang? Walahualam.
 
 
==================================
Runtutan Waktu (Timeline) - M/AD
_________________
400
Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia dilihat dari sejarah
kerajaan-kerajaan 
dan peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain candi, patung dewa,
seni ukir, barang-barang logam.
_________________
650
Kerajaan Sriwijaya mampu mengendalikan Selat Malaka selama 640 tahun,
sejak 650 hingga ditaklukkan Singosari pada 1290.
------
Raimy Che-Ross, peneliti Malaysia, pada 2004 menemukan sebuah kota yang
hilang
di pedalaman Johor (bertarikh 650 M). Berawal dari sebuah naskah kuno milik
Stamford Raffles.
Ia memperkirakan reruntuhan puing itu berasal dari kota Gelanggi yang pada
1025 diserbu pasukan Chola dari India Selatan pimpinan Raja Rajendra
Cholavarman.
_________________
671  
I Tsing, seorang pendeta Budha dari Cina, berangkat dari Kanton ke India. 
Ia singgah di Sriwijaya untuk belajar tatabahasa Sansekerta, kemudian 
ia singgah di Melayu selama dua bulan, dan baru melanjutkan perjalanannya 
ke India.
_________________
682
Dapunta Hyang Sri Jayanasa bersama balatentaranya mendirikan wanua 
(tempat tinggal) Sriwijaya.
__________________
684
Pembangunan Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
__________________
685
I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini ia tinggal selama empat tahun untuk 
menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina.

_________________
692
Salah satu kerajaan Hindu di Indonesia yaitu Sriwijaya tumbuh dan berkembang
menjadi besar dan pusat perdagangan yang dikunjungi pedagang Arab, Parsi,
Cina. Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara,
rempah-rempah, emas, perak. Sebagian dari Semenanjung Malaya, Selat Malaka,
Sumatera Utara, Sunda, Jambi termasuk kekuasaaan Sriwijaya. Pada masa ini
perkembangan kerajaan Sriwijaya berkaitan dengan masa ekspansi Islam di
Indonesia dalam periode permulaan. Sriwijaya dikenal juga sebagai
kerajaan maritim.
_________________
800
Candi Borobudur dibangun kerabat dan rakyat wangsa/dinasti Cailendra
(750-842) yang 
berkuasa  pada saat itu. Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat,
Kamboja. Borobudur tersusun dari batu lahar seluas 55 ribu m2 dan berada
di atas bukit. Candi ini sempat dipugar atas bantuan UNESCO, pada Agustus
1983 ditetapkan sebagai tempat bersejarah dunia.
----
Prasasti Dewapaladewa dari Nalanda, India, abad ke-9 Masehi menyebutkan,
Raja Balaputradewa dari Swarnadipa (Sriwijaya) membuat sebuah biara. 
_________________
1100
Islam diperkirakan mulai masuk ke Indonesia pertama kali melalui Aceh pada 
abad 11-12 M (Samudra Pasai).
_________________
1025
Pasukan Chola dari India pimpinan Raja Rajendra Cholavarman menggempur
kota Gelanggi (kini Johor pedalaman). Sebelumnya menggempur kota Gangga
Negara (kini Beruas di Perak).
__________________
1046
Raja Kataha dan Sriwiyasa Marajayayottunggawarman dari Sriwijaya
menghibahkan
satu wilayah desa pembangunan biara Cudamaniwarna di kota Nagipattana,
India.
_________________
1270 - 1297
Malikussaleh, raja Kerajaan Islam Samudera Pasai yang pertama kali membawa 
masuk ajaran Islam ke Asia Tenggara. Di samping makamnya yang sederhana,
terdapat juga makam putranya, Malikuddhahir
(1297-1326 M). 
_________________
1290
Kerajaan Singosari menaklukkan Sriwijaya.
_________________
1345 - 1346 
Musafir Maroko, Ibn Battuta melewati Samudra Pasai dalam perjalanannya ke
dan 
dari China. Diketahui juga bahwa Samudra merupakan pelabuhan yang 
sangat penting, tempat kapal-kapal dagang dari India dan Cina. 
Ibn Battuta mendapati bahwa penguasa Samudra Pasai adalah seorang pengikut
Mahzab Syafi'i salah satu ajaran dalam Islam. 
_________________
1350 - 1389  
Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan Raja Hayam Wuruk dan 
patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan Indonesia 
bahkan Jazirah Malaka sesuai dengan "Sumpah Palapa" Gajah Mada yang 
ingin Nusantara bersatu. 
____________________
1377
Kerajaan Sriwijaya runtuh sebagai akibat pemisahan negara penghibah upeti 
dan penyerbuan massal oleh Kerajaan Cola dari India Selatan dan Kerajaan
Majapahit. 
Akhirnya, Sriwijaya ditaklukkan armada bajak laut China. Palembang kemudian 
dikuasai secara berturut-turut oleh para perompak dari China, Kesultanan 
Palembang Darussalam, dan pemerintah kolonial Belanda.
_________________
?
Perompak asal China menguasai jalur sungai dan laut di Sumatra selama 
200 tahun lamanya. Keganasan para perompak itu berakhir setelah Panglima 
Perang Chengho yang diutus penguasa China datang dan memerangi mereka. 
_________________
1512 - 1515 
Tome Pires, seorang ahli obat-obatan dari Lisbon menghabiskan waktunya 
di Malaka dan membuat buku yang berjudul Suma Oriental. Menurut Pires 
pada masa itu sebagian besar raja-raja Sumatra beragama Islam, mulai 
dari Aceh sebelah utara terus menyusur ke pesisir timur hingga 
Palembang para penguasanya beragama Islam.
_________________
1600
Kerajaan Palembang Darussalam tumbuh sejak abad ke-16, namun tidak 
meneruskan kebesaran Sriwijaya.
_________________
1612
Tun Seri Lanang, bendahara Royal Court di Johor, menyebut kota Gelanggi
yang hilang sebagai Perbendaharaan Permata (Treasury of Jewels). Kota ini
konon masih ada kaitan erat dengan Kerajaan Sriwijaya.
_________________
1682 Pasukan VOC dipimpin Francois Tack dan Isaac de Saint Martin 
berlayar menuju Banten guna menguasai perdagangan di Banten. VOC 
merebut dan memonopoli perdagangan lada di Banten. Orang-orang Eropa 
yang merupakan saingan VOC diusir. Orang-orang Inggris mengundurkan 
diri ke Bengkulu dan Sumatera Selatan satu-satunya pos mereka yang 
masih ada di Indonesia.
_______________
?
Sultan Mahmud Badaruddin I
__________________
?
Sultan Mahmud Badaruddin II
__________________
1700 - 1900
Kekuasaan Belanda merasuki daerah Palembang sejak awal abad ke-18 sampai
dengan pertengahan abad ke-20 M. Lebih bercorak Kristiani, dan menekankan
perdagangan untuk mengembangkan wilayah jajahan. Kondisi itu semakin
menjauhkan
kemegahan Sriwijaya.
__________________
1851
Kesultanan Palembang Darussalam runtuh.
__________________
1892
Desember - JK van der Meulen menemukan prasasti Kota Kapur di dekat Sungai
Mendo, Bangka. Prasasti di atas tanggul batu itu berisi kutukan bagi mereka
yang tidak taat kepada Raja Sriwijaya.
__________________
1918
Nama Sriwijaya mulai dikenal sebagai kerajaan sejak G. Coedes menerbitkan
artikel berjudul 'Le Royaume de Crivijaya'.
__________________
1920
17 November - Ditemukan prasasti Talangtuo di Desa Gandus, Palembang. Berisi
tulisan
huruf palawa berbahasa Melayu Kuno bertarikh 684 H, menyebutkan tentang
pembangunan Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
---
30 Desember - Ditemukan prasasti Kedukan Bukit di tepi Sungai Kedukan Bukit,
Palembang. Prasasti bertarikh 682 M yang dipahat batu kali itu menceritakan
perjalanan Dapunta Hyang bersama balatentaranya untuk mendirikan wanua
(tempat tinggal) Sriwijaya.

__________________
Sumber: 
- Ensiklopedi Nasional Indonesia
- Kompas edisi 28 Januari 2005 halaman 30
- Wikipedia
- Sumber data lainnya
 
 
SrivijayaFrom Wikipedia, the free encyclopedia.



History of Thailand
Early history
Sukhothai kingdom
Ayutthaya kingdom
1768-1932
1932-1973
1973-
Regional histories:
Srivijaya
Haripunchai
Lannathai
History of Isan

Srivijaya (-jaya meaning success or excellence) was an ancient kingdom based
on the island of Sumatra which influenced much of the Malay Archipelago.
Records of its beginning are scarce, and estimates are from the 200s to the
500s. It ceased to exist around 1400.

Srivijaya was centered in the coastal trading center of what is now
Palembang. The empire was a thalassocracy and didn't extend its influence
far beyond the coastal areas of the islands of Southeast Asia.

Travellers to these islands mentioned that gold coinage was in use on the
coasts, but not inland.
 
Pagoda in Srivijaya style in Chaiya, Thailand



Some historians claim that Chaiya in the Surat Thani province in Southern
Thailand was at least temporarily the capital of Srivijaya, but this claim
is largely disputed. However Chaiya was probably a regional center of the
kingdom. The temple Borom That in Chaiya contains a reconstructed pagoda in
Srivijaya style.

The name of the empire was rediscovered by George Coed�s in the 1920s, who
noticed that the Chinese transcriptions interpreted as Sribhoja and the
inscriptions in old Malay refer to the same empire.
[edit]


History
The major cultural influence on these islands was Indic, first Hindu, then
Buddhist. Buddhism came to Sumatra by year 425. Around 500 the roots of
Srivijaya developed around present-day Palembang, around the year 600
Chinese records mention two kingdoms on Sumatra based at Jambi and
Palembang, as well as three kingdoms on Java.

689 till 695 the Chinese monk I-Ching visited Palembang. His recordings are
one of the rare sources about the early times of Srivijaya. At the same time
the Jambi kingdom was taken over, starting the domination of the region
through trade and conquest throughout the 7th-9th centuries. The kingdom
helped spread the Malay culture throughout Sumatra, Malay Peninsula, and
western Borneo. Srivijaya influence waned in the 11th century. The island
was then subject to conquests from Javanese kingdoms, first Singhasari and
subsequently Majapahit. At the same time, Islam made its way to the Aceh
region of Sumatra, spreading through contacts with Arabs and Indian traders.
By the late 13th century, the monarch of Samudra kingdom (in Aceh) was
converted to Islam. At the same time Srivijaya became a tributary of the
Khmer empire and later the Sukhothai kingdom.

By 1414 Parameswara, the last prince of Srivijaya converted to Islam, and
started the Sultanate of Malacca on the Malay peninsula.




Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links



 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke