"Sesuatu kalau diserahkan kepada bukan ahlinya, tunggu
saja kehancurannya," begitu kata Nabi Muhammad.

Mungkin karena anggota DPR kita tidak ahli, akhirnya
mereka harus menggaji staf ahli sebesar Rp 2 juta
bahkan lebih (ada yang Rp 7,5 juta per bulan). Kalau
tiap anggota DPR harus punya 1 staf ahli, maka 550
anggota DPR harus mengeluarkan Rp 1,1 milyar hingga Rp
3,5 milyar per bulan atau Rp 14 milyar hingga Rp 45
milyar per tahun hanya untuk staf ahli.

Padahal menurut saya, tak perlu menggaji 1 staf ahli
secara rutin tiap 1 bulan untuk setiap anggota DPR.
Selain pemborosan, mana ada ahli yang bisa tahu semua
bidang?

Idealnya ketika tiap komisi DPR membahas satu
masalah/UU, mereka bisa berkonsultasi dgn Tim Ahli
yang kompeten. Misalnya mengenai masalah Kedokteran
dgn tim dari IDI, atau hukum dengan IKADIN atau
perkumpulan masyarakat hukum lainnya, atau kalau
masalah IT, bisa bicara dgn organisasi Mastel, APJII,
atau MIFTA. Tidak perlu menggaji 1 staf ahli setiap
bulan untuk setiap anggota DPR.

Lebih baik anggaran staf ahli itu untuk meningkatkan
kemakmuran rakyat.

--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> 
> 1 orang anggota DPR punya 1staf ahli, 1000 orang
> anggota DPR ? wah, jangan2 tugas anggota DPR
> di-subkon......
> DPR naik gaji.....mungkin untuk tambahan 1 staf ahli
> muda......
> 
> Yuk ramai-ramai melamar ke DPR untuk jadi staf
> ahli...........!!!!.
> 
> ----- Original Message -----
> From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Thursday, March 10, 2005 9:28 am
> Subject: [ekonomi-nasional] Djoko Eddy: Gaji DPR Rp
> 25 Juta Tidak Cukup!
> 
> > 
> > Tadi malam (9 Maret 2005) di Metro TV ada acara
> > "Dialog Malam" yang menampilkan 2 anggota DPR, 1
> dari
> > PKS, satu lagi pak Djoko Eddy Abdurrahman, dengan
> > pemandu, Sandrina Malakiano. Mereka
> memperbincangkan
> > rencana kenaikan gaji anggota DPR, dari Rp 25
> juta,
> > menjadi Rp 40 juta.
> > 
> > Menurut Djoko Eddy, gaji Rp 25 juta tidak cukup,
> > karena dia harus menggaji staf ahli sebesar Rp 7,5
> > juta, sehingga tinggal Rp 17 juta per bulan, belum
> > lagi harus jalan2. Bahkan untuk internet saja
> perlu Rp
> > 3 juta per bulan (padahal dgn Rp 600 ribu saja
> sudah
> > dapat akses internet tak terbatas, sedang di
> warnet
> > cuma Rp 4000 per jam!)!
> > 
> > Kalau gaji tidak ditambah, saya khawatir anggota
> DPR
> > tidak bisa kerja dan korupsi, kata Djoko Eddy.
> Menurut
> > Djoko Eddy, gaji anggota DPR minimal Rp 50 juta.
> "Saya
> > punya hitung-hitungannya."
> > 
> > Ketika angggota DPR dari PKS menolak kenaikan
> gaji,
> > Djoko Eddy berkata, "Ah jangan munafiklah, semua
> orang
> > butuh duit." Kemudian dia berkata lagi, "PKS tidak
> > butuh duit karena sudah punya banyak uang."
> > 
> > Hal itu dibantah oleh anggota PKS (ini bukan
> promosi
> > lho, tapi sekedar menceritakan tayangan kemarin:)
> yang
> > menyatakan bahwa yang penting kita merasa cukup
> dan
> > hidup sederhana. Sebab seberapa pun gajinya,
> manusia
> > tidak akan pernah puas/cukup. Kalau mau gaji naik,
> > cobalah menunggu hingga naik bersama pendapatan
> > rakyat, begitu kata anggota DPR dari PKS.
> > 
> > Memang kalau orang tidak qana'ah (merasa cukup)
> dan
> > tidak hidup sederhana, maka berapa pun gajinya,
> bahkan
> > Rp 10 milyar per bulan pun, tidak akan pernah
> cukup.
> > Nabi berkata, seandainya manusia diberi emas
> sebanyak
> > 1 gunung, niscaya ditambah 1 gunung lagi pun tidak
> > akan cukup, hingga dia masuk ke liang kubur yang
> > sempit!
> > 
> > Dalam surat At Takatsuur, Allah mencela orang yang
> > berlomba-lomba menumpuk harta.
> > 
> > Saya merasa geli menyaksikan anggota DPR yang
> bicara
> > kenaikan gaji dirinya dengan bersemangat,
> sementara
> > semangat serupa tidak ada untuk memperjuangkan UMR
> > rakyat yang hanya Rp 700 ribu per bulan atau untuk
> > mensejahterakan seluruh rakyat..
> > 
> > Dengan gaji Rp 25 juta, anggota DPR punya
> penghasilan
> > 35 kali lipat lebih dari para buruh! Sungguh aneh
> jika
> > mereka merasa masih kurang. Dengan gaji sebesar Rp
> 5
> > juta pun, orang sudah bisa jalan-jalan, beli
> koran,
> > atau nonton TV. Aneh sekali jika ada yang gaji
> sudah
> > Rp 25 juta, tapi masih merasa kurang. Itu tidak
> > mensyukuri rejeki dari Allah!
> > 
> > Adakah mereka ketika ingin jadi anggota DPR ingin
> > berbakti memperjuangkan kesejahteraan rakyat, atau
> > hanya untuk memperkaya diri sendiri dan segelintir
> > pendukungnya? Adakah mereka tidak tahu bahwa
> memang
> > sebesar Rp 25 juta itulah gaji mereka?
> > 
> > Jika gaji anggota DPR sebesar Rp 25 juta tidak
> cukup,
> > sebaiknya anggota DPR tersebut mundur. Banyak kok
> yang
> > bersedia menggantikannya (termasuk saya..:) Jika
> tidak
> > jadi anggota DPR, belum tentu dia bisa dapat gaji
> > sebesar Rp 2 juta...:)
> > 
> > Jika kenaikan gaji anggota DPR disetujui, berarti
> akan
> > keluar Rp 200 milyar lebih hanya untuk penambahan
> gaji
> > anggota DPR. Sementara anggaran untuk pembangunan
> RSS
> > hanya Rp 200 milyar untuk 60 ribu rumah. Komisi V
> DPR
> > menolak tambahan subsidi untuk perumahan rakyat
> > sebesar Rp 200 milyar, tapi sebaliknya DPR ngotot
> > ingin kenaikan gaji dengan biaya sebesar itu!
> > 
> > Ironis bukan menyaksikan kelakuan anggota DPR
> kita?
> > Nabi berkata, jika sesuatu diserahkan ke bukan
> > ahlinya, tunggu saja kehancurannya. Nah, jika
> anggota
> > DPR kita tidak amanah dan tidak ahli, ya hancurlah
> > Indonesia. Mereka tidak peduli rakyat Indonesia
> > melarat atau kelaparan, karena yang mereka
> pikirkan
> > hanya kenaikan gaji mereka saja.
> > 
> > 
> > "Kencing" Saja Dibayar, Kok Minta Gaji Naik
> > 
> > Jakarta, KCM
> >      
> > Harga bahan bakar minyak (BBM) naik, anggota Dewan
> > Perwakilan Rakyat (DPR) RI pun tak mau ketinggalan
> > mengajukan kenaikan gaji. Para anggota Dewan yang
> > terhormat mengajukan tambahan pendapatan Rp 15
> juta
> > per orang per bulan.
> > 
> > Jika Direktorat Jenderal Anggaran Departemen
> Keuangan
> > menyetujui tunjangan operasional ini menjadi
> Anggaran
> > Belanja Tambahan Anggaran Pendapatan Belanja
> Negara
> > 2005 maka mulai bulan Juni, kocek wakil rakyat
> kita
> > bertambah Rp15 juta setiap bulannya.
> > 
> > Padahal, seperti diberitakan Kompas, di luar Rp15
> juta
> > tersebut, anggota DPR mendapat penerimaan rutin
> tiap
> > bulan yang terdiri dari gaji Rp4.200.000,
> tunjangan
> > Rp.9.700.000, uang paket Rp2.000.000, telepon
> > Rp1.750.000, listrik Rp1.750.000, komunikasi
> intensif
> > Rp3.795.000, dan gaji staf Rp2.000.000 (total
> > Rp25.195.000). Sementara wakil ketua DPR
> memperoleh
> > total Rp31.860.000 dan ketua DPR mendapat
> > Rp36.408.000.
> > 
> > Selain penerimaan rutin, anggota, wakil ketua, dan
> > ketua DPR memperoleh tunjangan dana reses ke
> daerah,
> > dinas luar, uang representasi, dan tunjangan RUU.
> > Masih ada lagi, mereka juga berhak atas tunjangan
> > kredit mobil sebesar Rp70.000.000.
> > 
> > Belum cukupkah gaji dan tunjangan sebesar itu?
> Anggota
> > Dewan beralasan, tunjangan operasional tersebut
> akan
> > digunakan sebagai dana taktis ketika bertemu
> > konstituen. Tapi apa iya kalau bertemu konstituen
> itu
> > selalu perlu uang? Apakah pertemuan dengan
> konstituen
> > adalah ajang bagi-bagi uang?
> > 
> > Ah...memang wakil rakyat kita kurang peka. Rakyat
> di
> > luar teriak menolak, anggota Dewan Perwakilan
> Daerah
> > (DPD) malah tepuk tangan menyetujui kenaikan BBM.
> > Pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri,
> gajinya
> 
=== message truncated ===


Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke