Hal di bawah bisa saja terjadi.
Malaysia adalah anggota persemakmuran, sama dgn
singapura dan Australia. Dgn Australia hubungan
Indonesia saat ini tidak terlalu baik.

Amerika saja yang perusahaannya, Unocal, akan dapat
konsesi pengelolaan minyak dari Indonesia, mengembargo
senjata thd Indonesia, bagaimana negara lainnya.

Untuk perang, Indonesia butuh Rp 200 trilyun untuk
mempersenjatai kapal dan pesawat tempurnya serta biaya
logistik dan amunisi pasukan tempur selama 1 tahun.
Ini karena dari 12 pesawat kuno F-16 kita, 2 sudah
nyemplung ke laut dan hanya 8 siap terbang. Sementara
pesawat Sukhoi yang baru belum dipersenjatai. Kapal2
perang yang lain pun hanya bisa berlayar, karena belum
dipersenjatai. Dari 40 misil yang ditembak, ternyata
hanya 3 yang jalan.

Lawan GAM yang jumlahnya hanya 5000 serta tak punya
kapal perang dan pesawat tempur saja tidak kelar2.
Bagaimana perang dgn Malaysia yang senjatanya lebih
canggih?

Asyik ya....???:)

--- Carla Annamarie <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> 
> intelligent humour n witty comment..Mbah Danar..:)).
> 
> 
>                                                     
>                                                     
>  
>                       "RM Danardono                 
>                                                     
>  
>                       HADINOTO"                To:  
>     [email protected]                        
>  
>                       <[EMAIL PROTECTED]        cc:  
>                                                     
>  
>                       oo.de>                  
> Subject:  [ppiindia] Re: Perangi, RI Hadapi Lima
> Negara     
>                                                     
>                                                     
>  
>                       03/13/2005 03:07              
>                                                     
>  
>                       AM                            
>                                                     
>  
>                       Please respond to             
>                                                     
>  
>                       ppiindia                      
>                                                     
>  
>                                                     
>                                                     
>  
>                                                     
>                                                     
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Inggris dan Uni Eropa mau menyerang Indonesia karena
> setiakawan
> terhadap  Malaysia? Ini lelucon atau ludruk
> Srimulat?
> 
> Pusying
> 
> DH
> 
> 
> --- In [email protected], "antonhartomo"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > hahaha
> > kok sudah lupa ?
> > malaysia dari dulu kan
> > "proyek boneka"
> > hehehe
> > kreatif2lah memotong keberulangan sejarah
> > seraya mengarahkannya
> > hihihi
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], "Ambon"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
>
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=4638
> > >
> > > Sabtu, 12 Mar 2005,
> > > Perangi, RI Hadapi Lima Negara
> > >
> > > JAKARTA - Ada analisis menarik dari pengamat
> militer Universitas
> > Indonesia, Andy Wijayanto, mengenai kemungkinan
> terjadinya perang
> > terbuka antara Indonesia dan Malaysia di daerah
> konflik perairan
> > Blok Ambalat. Bila Jakarta mengumumkan perang
> terbuka dengan
> negara
> > tetangga kita itu, Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono harus
> > memperhitungkan aliansi negara yang akan mendukung
> negeri jiran
> > tersebut dalam konfrontasi.
> > >
> > > Andy mengungkapkan, Malaysia memiliki sistem
> aliansi pertahanan
> > dengan Inggris, Australia, Singapura, serta
> Selandia Baru. Aliansi
> > itu disebut sebagai Five Power Defense Agreement
> (FPDA). Salah
> satu
> > kesepakatan negara-negara FPDA adalah klausul
> bahwa serangan
> > terhadap salah satu negara anggota merupakan
> serangan pula
> terhadap
> > negara anggota lainnya.
> > >
> > > "Malaysia tinggal meminta klausul itu
> diaktifkan. Bila
> disepakati,
> > berarti negara kita harus siap berperang juga
> dengan Inggris,
> > Australia, Singapura, serta Selandia Baru yang
> mempunyai kekuatan
> > tempur jauh lebih kuat dan canggih," jelasnya
> setelah diskusi
> > tentang RUU Pertahanan dan Keamanan di Hotel
> Sahid, Jakarta,
> > kemarin.
> > >
> > > Dari situs resmi British High Commission, Kuala
> Lumpur,
> diketahui
> > bahwa FPDA berdiri pada 1971 sebagai lembaga
> konsultasi dan
> > antisipasi serangan terhadap Singapura serta
> Malaysia. Saat
> > peringatan 30 tahun FPDA pada November 2001,
> kelima negara
> > anggotanya sepakat membentuk suatu kerja sama
> jangka panjang.
> Salah
> > satunya, perjanjian saling dukung bila ada negara
> anggotanya yang
> > diserang negara lain. Tahun ini, FPDA memfokuskan
> tinjauannya pada
> > maritime security. Dengan fokus tersebut,
> kemungkinan empat negara
> > lainnya untuk mendukung Malaysia dalam konfrontasi
> dengan
> Indonesia
> > menjadi lebih besar.
> > >
> > > Tidak itu saja. Bila dalam konfrontasi nanti
> negara kita
> > berhadapan dengan Inggris, negara pimpinan Tony
> Blair tersebut
> > sangat mungkin meminta artikel lima NATO (Pakta
> Pertahanan
> Atlantik
> > Utara) diaktifkan. Artikel lima NATO serupa dengan
> klausul
> > perjanjian FPDA yang intinya menyatakan, serangan
> yang dialami
> salah
> > satu negara anggota dianggap sebagai serangan
> terhadap negara-
> negara
> > anggota lainnya dan harus dihadapi bersama.
> Sehingga, konfrontasi
> > dengan Malaysia bisa melebar serta membuat
> Indonesia harus
> > berhadapan dengan negara-negara anggota NATO.
> > >
> > > "Jadi, efeknya akan beruntun. Itulah yang harus
> diperhitungkan
> > masak-masak oleh Presiden SBY sebelum
> mendeklarasikan konfrontasi
> > dengan Malaysia. Rakyat pun harus memahami hal ini
> supaya tidak
> > gelap mata mendesak perang dengan Malaysia," tegas
> Andy.
> > >
> > >
> > > Singapura Netral
> > >
> > > Sementara itu, pemerintah Singapura menegaskan
> tidak akan
> > mencampuri masalah Indonesia dengan Malaysia soal
> Ambalat.
> Singapura
> > yakin kedua negara bisa menyelesaikannya dengan
> baik.
> > >
> > > Demikian disampaikan Menlu Singapura George Yong
> kepada wartawan
> > setelah bertemu dengan Menlu Hassan Wirayuda di
> Deplu, Jalan
> > Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2005).
> > >
> > > "Ini masalah bilateral antara kedua negara. Saya
> tahu hari ini
> Pak
> > Hassan bertemu dengan Syed Hamid (Menlu Malaysia).
> Saya rasa,
> kedua
> > negara bisa menyelesaikannya melalui jalur
> negosiasi," katanya.
> 
=== message truncated ===


Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more. 
http://info.mail.yahoo.com/mail_250


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke