Terima kasih atas jawaban kalian berdua. Bisa saya simpulkan bahwa kalian berdua tidak setuju akan fatwa mati. Mega masih mentolerir jika memang ada yang menghina Islam, boleh difatwa mati. Mengenai apakah itu hoax aku rasa nggak juga. Itu jelas bukan hoax. Karena sperti yang Mega rilis fatwa itu keluar karena para ulama ngomongin tulisan Ulil. Jadi jelas itu karena Ulil. Ulil dan jaringannya telah dicap menghina Islam. Di sini anda berdua ..maaf... kurang cermat membaca berita kiriman Mega. Dan regardless Ulil atau tidak Ulil, de facto fatwa mati telah keluar. Bagaimanapun perbedaan adalah rahmat. Tidak demikian dgn fatwa mati. Kalau aku sendiri, punya pendapat tidak setuju dengan fatwa mati atau kekerasan. Sebagai orang Katolik yg biasa saja, saya juga tidak setuju dengan tingkah laku sejenis di antara umat Katolik seperti penggunaan kekerasaan terhadap penghinaan roti/hosti/tubuh Kristus di acara kebaktian yg "sering" terjadi di Indonesia Timur. Kegoblogan adalah kegobologan regardless agamanya apa. Bahkan jika seorang pastor atau rombongan pastor mengeluarkan fatwa mati aku akan menentang mereka habis-habisan. Bahkan aku akan menentang lebih keras lagi dibanding dgn fatwa mati yg keluar dari rombongan ulama Islam. Aku harap makin banyak manusia entah agama apa, akan menentang pengeluaran fatwa goblok seperti itu. Buat aku menggunakan kekerasan, bahkan memaki orang demi membela Tuhan adalah suatu hal yang merendahkan Tuhan. Bukan saja itu mengacuhkan kenyataan bahwa Tuhan itu kuasanya Maha Besar dan tak perlu dibela, tetapi karena aku yakin penggunaan kekerasan pada jaman ini lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Figur-figur Moslem seperti Cak Nur, Emha, Komaruddin Hidayat, Asyumardi Azra, Gus Dur, Almarhum Munir Said bin Thalib, tampak sangat dominan dan cerdas mewakili Islam daripada ulama-ulama yang asal memberi fatwa mati. Itu pendapat saya. Terserah di mana pilihan anda. Dan sekali lagi thanks atas diskusinya. Wassalam Bobby B
Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Makasih mbak Mega, Kalo begini ceritanya...cerita soal fatwa mati bagi Ulil adalah hoax. Kalo pihak JIL yang menyebarkan fatwa mati, apa artinya? Kalo ada pihak ke tiga yang menyebarkannya, apa artinya? Makanya sekali lagi cek and recek kalo terima berita. Dengar dari kedua pendapat, lalu ambil kesimpulan. Jadi jreng deh. wassalam. --- In [email protected], "meg4pro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kisahnya begini. Pada 30 November lalu, serombongan ulama dari Jawa > Tengah dan Jawa Timur hendak bersilaturahmi ke Jakarta, menghubungi > K.H. Athian Ali dari Forum Ulama Umat Indonesia di Bandung. "Mereka > tanya, bisa enggak mampir dulu ke sini sebelum ke Jakarta," tutur > Athian kepada TEMPO melalui saluran telepon. Athian menyilakan. > > Maka, berkumpullah 80-an ulama di Masjid Al-Fajr, Bandung. Pertemuan > yang tidak direncanakan itu berlangsung hingga 1 Desember. Mereka > membicarakan penangkapan Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar > Ba'asyir, Perpu Anti-Terorisme, dan tulisan Ulil di Kompas. "Setelah > rembuk-rembuk, kami sepakat mengeluarkan pernyataan," kata Athian. > Pada 2 Desember, pernyataan itu dibacakan di hadapan wartawan. > Menurut Athian, seruan yang mereka buat bukan khusus ditujukan untuk > Ulil. > > Seruan hukuman mati bagi mereka yang menghina Islam itu hanya poin > ketiga dari empat butir sikap yang ditandatangani sedikitnya 80 ulama > dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur itu. Isinya, "Menuntut > aparat keamanan supaya segera membongkar jaringan dan kegiatan yang > secara sistematis dan masif menghina Islam, Allah, dan Rasulullah." > > Di bagian akhir pernyataan dicantumkan peringatan bahwa, sesuai > dengan syariat Islam, oknum yang terbukti memutarbalikkan ajaran > agama bisa dihukum mati. "Kami mengutip bunyi syariat itu sebagaimana > adanya," kata Athian. "Polisi seharusnya segera menindaklanjuti > seruan para ulama ini, sesuai dengan delik penghinaan agama," Athian > melanjutkan (http://www.tempointeraktif.com/harian/wawancara/waw- > Ulil01.html) > ................ > > Itulah berita yg bisa saya dapatkan di internet (padahal dari kemaren > saya udh minta untuk dikasih linknya). > > Dari berita tsb, Fatwa itu bukan berlaku buat Ulil, tapi buat semua > orang yg secara sistematis dan masif menghina Islam, Allah, dan > Rasulullah (dan dlm pernyataan tsb katanya masih perlu pembuktian > dulu secara hukum dan menyerahkan penyelidikkannya kepada polisi). > Gak ada kata2 Ulil difatwa mati. Atau karena Yth Ulil merasa anggota > dari "yg secara sistematis dan masif menghina Islam, Allah, dan > Rasulullah dan oknum yang terbukti memutarbalikkan ajaran agama" > makanya terus (maaf) ke'geer'-an seolah fatwa mati itu ditujukan > untuk dirinya. Atau cuma (maaf lagi) 'pelintiran' media massa yg > senang sama berita2 provokatif kayak gini..? > Beruntunglah Yth Ulil dan jilnya dgn adanya expos media seperti > itu .Sementara para Ulama g mengeluarkan pernyataan itu langsung > dapat stigma baru : Fundamentalis, dan berpikiran sempit. > > > > cmiiw, > mega. > > > --- In [email protected], Robertus Budiarto > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mbak Lina dan Mega, > > > > Setelah lama ngomongin JIL terus, aku jadi pingin tahu komentar > sampeyan thd fatwa mati thd Ulil karena mengirim tulisan di KOMPAS. > Bagaimana pendapat anda thd fatwa mati tsb dan yang mengeluarkan > fatwa itu? > > > > Thanks > > Bobby B > > > > > > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Iya mbak Mega, > > Setau saya...alasan JIL gak pernah mau hadir itu bukan karena > dikata- > > katai atau difatwa mati (spt yg bung Boby bilang) tapi karena itu > > sama saja ikut mempopulerkan faham yang dianggapnya Isfun. > > > > Mestinya, kalo memang itu alasannya, kan dari awal saja tolak > > diskusi2 spt itu. Bukannya say "yes" didepan, begitu hari H nya, > > kita pendengar dah nunggu...eeh..say "no" dgn segala alasan. > > > > Lalu buat artikel yang sepertinya debat...padahal cuma wawancara > > sepihak. > > > > Jadi, saya harap JIL lebih gentle saja. Kalo cuma dikatai or > > difatwa, itu dah resiko suatu perjuangan...cuekin aja. > > > > wassalam, > > > > > > --- In [email protected], "meg4pro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > IMHO, > > > JIL ini hampir mirip2 INUL (Maaf ya mbak Inul..) > > > > > > INUL makin dihujat n difatwa haram malah makin berkibar > > > JIL difatwa mati malah makin populer > > > > > > Harusnya INUL berterimakasih sama semua yang sudah menghujatnya > > > JIL juga harusnya say Thank you kepada yg memfatwa mati Ulil (ada > > > link-nya gak sih tentang fatwa mati ini..? Biar kita tahu > > > kronologisnya). > > > Krn dengan fatwa mati ini JIL makin dikenal orang > > > sampai ke Luar negeri..., > > > Sampai dapat bantuan dana. > > > > > > > > > cheers, > > > mega. > > > > > > > > > --- In [email protected], Robertus Budiarto > > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > > Anda mau tahu mengapa Ulil atau JIL malas diajak diskusi dgn > > orang- > > > orang spt itu? Karena belum apa-apa sudah dikata-katai murtad dan > > > pengkhianat atau malah difatwa mati. > > > of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* * > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- > india.uni.cc > > > ********************************************************************* * > ***** > > > _____________________________________________________________________ _ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try our new resources site! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

