Senin, 14 Maret 2005

SBY Diminta Gelar Pidato Nasional
Laporan JPNN, Jakarta
Pengamat Intelijen Doktor A.C. Manullang meminta Presiden Susilo
BambangYudhoyono secepatnya mengagendakan pidato khusus kepada
segenap rakyat Indonesia dan membuka sejujur-jujurnya situasi yang
saat ini sedang terjadi berkaitan dengan sengketa Blok Ambalat
dengan Malaysia.

Salah satu tanda bahwa SBY mengerti benar situasi genting yang
sedang dihadapi Indonesia adalah policy-nya untuk menyelesaikan
sengketa Ambalat secara damai. "Langkah negosiasi atau diplomasi
sudah sangat tepat meskipun perlu waktu cukup panjang. Sekali kita
mendeklarasikan konfrontasi dengan Malaysia, habis kita, " ujarnya.
Berdasarkan data intelijen terbaru yang diterimanya, Manullang
mengungkapkan bahwa ada grand strategy global yang sedang bermain di
balik sengketa dua negara serumpun Melayu ini. "Dan setahu saya, SBY
cukup tahu, bahkan sangat memahami strategi AS yang mengacu pada
kapitalisme global, dengan agenda utama menghadang radikalisme
Islam. Agenda lainnya terkait bisnis penjualan senjata dan
keuntungan ekonomi dari kandungan migas di Ambalat," bebernya dalam
perbincangan dengan JPNN, kemarin.

Manullang menyatakan, kebijakan Presiden George W Bush dengan
menyatukan berbagai badan intelijen AS di bawah satu koordinasi
beberapa waktu lalu berkaitan pula dengan grand strategy
tersebut. "Kita sedang mau dihabisin. Mereka memainkan black
propaganda, white propaganda, dan grey propaganda. Orang dibuat
bingung mana yang benar mana yang salah. Kita dijegal saat
lengah."paparnya.
Menurut Manullang, semua gerakan mobilisasi ganyang Malaysia di

sejumlah daerah adalah permainan intelijen asing. Berdasarkan data
yang dimilikinya, saat ini ada sekitar 60 ribu intel asing yang
tersebar di Indonesia. Mantan direktur intelijen BAKIN itu
menerangkan, mencuatnya sengketa Blok Ambalat dengan Malaysia,
selain dirancang AS, juga melibatkan Inggris, Singapura, Australia,
dan Selandia Baru. Keempatnya adalah negara anggota FPDA (Five Power
Defence Agreements) yang juga diikuti Malaysia. Sengketa tersebut
hanya menjadi alat untuk membangkitkan gerakan radikalisme di
Indonesia.

Bila rakyat terpancing, maka isunya akan mudah dikaitkan sebagai
radikalisme Islam karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.
Ini pun ada kaitannya dengan kekecewaan AS karena Amir Mujahiddin
Indonesia Ustadz Abu Bakar Baasyir hanya dihukum 2,6 tahun
penjara. "Kebijakan travel warning yang sekarang mulai kembali
digencarkan oleh Australia dan AS juga bagian dari skenario mereka."
Sukarelawan yang sudah berbaris-baris di berbagai daerah secara
politis sangat membahayakan kebijakan luar negeri RI. "Padahal,
secara logika, apa guna ilmu silat kebal tubuh itu melawan meriam?"
ungkapnya.

Setelah Ambalat, kata Manullang, sudah menunggu skenario sengketa
Pulau Nipah dengan Singapura, Pulau Mianggas dengan Filipina, dan
Pulau Pasir dengan Australia.
Menurut Manullang, pidato SBY sangat penting supaya rakyat tidak
mudah terprovokasi melalui cara-cara penggalangan dan mobilisasi
massa seolah-olah kita sedang dibangkitkan rasa nasionalisme dengan
mengganyang Malaysia.

Statemen Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif di Solo kemarin yang
mendesak SBY menyampaikan maklumat perang terhadap Malaysia akan
semakin memperkeruh situasi. Terlebih, keluar dari mulut pimpinan
parlemen yang menurut Manullang, tidak tahu apa-apa.
"SBY harus segera melaporkan kepada bangsa ini secara langsung apa
yang sedang terjadi. Kita sebenarnya sedang di tengah perang. Perang
modern. Perang tanpa senjata. Perang yang mengedepankan kemampuan
intelijen," katanya. Perang modern efeknya tidak secepat perang
fisik. Dampaknya dirasakan perlahan, namun sangat menyakitkan.
Data hasil deteksi dengan sidik intelijen tentang kelemahan militer
Indonesia sudah secara lengkap dikirim oleh para agen CIA dan MI-6
ke negara masing-masing. Apalagi, setelah bencana tsunami, kelemahan
itu semakin kelihatan.

Dalam hitungan Manullang, Militer Malaysia jauh lebih kuat dibanding
militer Indonesia. Salah satu acuannya, anggaran pertahanan Malaysia
mencapai 1 triliun dolar AS per tahun. Sedangkan Indonesia hanya
Rp21,9 triliun. Itu pun sebagian besar dialokasikan untuk anggaran
rutin.

Selain lemah secara fisik, Indonesia pun diketahui lemah secara
politik. Buktinya, untuk memilih seorang panglima TNI yang baru saja
sampai berlarut-larut. Padahal, untuk pergantian pimpinan militer
tidak perlu ada proses politik. "Sekali lagi, statemen saya
didasarkan pada data intelijen yang akurat. Informasinya konkret,"
katanya.

Karena itu, selain berpidato menyatakan situasi sebenarnya supaya
masyarakat cooling down, SBY pun harus secepatnya mengumumkan sosok
yang dipilihnya menjadi panglima TNI menggantikan Jendral
Endriartono Sutarto. Di saat yang sama, pemerintah langsung
meningkatkan kemampuan koordinasi intelijen.
Dephan Akui Kelemahan RI

Dirjen Sarana Pertahanan (Ranahan) Dephan Aqlani Maza mengemukakan
pandangannya bahwa Indonesia lemah baik dari segi hukum maupun
konflik terbuka.
Dari segi hukum, meskipun mengaku memiliki berbagai dokumen otentik
tentang kepemilkan Blok Ambalat dan perairan Sulawesi di utara Pulau
Kalimantan, namun sampai kini Indonesia belum memiliki UU tentang
Wilayah RI yang menetapkan secara tegas garis-garis perbatasan di
darat dan di laut. Namun, Aqlani tidak berkomentar saat ditanya
kemungkinan itu penyebab Indonesia malas membawa sengketa ini ke
Mahkamah Internasional.

Dari aspek, SDM, kemampuan rata-rata personel militer Indonesia
lebih rendah dibanding Malaysia yang banyak mendapat pelatihan di
luar negeri. Demikian juga dari segi kekuatan armada perang dan
anggarannya. Armada kapal milik TNI AL yang paling muda berusia 20
tahun. Jumlah kapal pun sangat minim bila dibandingkan dengan luas
wilayah RI. Padahal, tidak mungkin kita mengerahkan sebagian besar
kapal yang ada ke suatu tempat sementara lokasi lain dibiarkan
kosong tanpa penjagaan.

Dua unit pesawat pengintai jenis Nomad tidak didukung peralatan
radar memadai. Bahkan, pengintaian masih harus dilakukan secara
manual dengan mata personel, bukan dengan alat canggih. Sedangkan
Boeing 737 TNI AU yang kabarnya mendukung monitoring di atas Ambalat
pun tidak akurat lagi memotret posisi musuh dan kawan dari
ketinggian 28 ribu kaki. Padahal foto-fotonya dipergunakan sebagai
data intelijen.

Dengan adanya gap antara kebutuhan dengan kemampuan, ditunjang
meruncingnya sengketa dengan Malaysia, maka sangat mungkin Dephan
akan mengalihkan prioritas dari pengadaan armada angkut menjadi
pengadaan armada dan peralatan tempur. Terutama, untuk TNI AL. "Dua
pertiga wilayah NKRI adalah lautan. Jadi, wajar dong kalau armada
untuk TNI AL lebih diprioritaskan," kata pensiunan pati TNI AD itu.
Tahun ini, Dephan akan merealisasikan pembelian dua unit kapal
Corvette dari Belanda dengan nilai USD 77 Juta, satu unit LPD
(landing platform dock) dari Korea senilai 41 juta dolar AS, dan
rudal C-802 untuk TNI AU senilai 22 juta dolar AS dari Cina. Litbang
Dephan dan ITB Pun tahun ini akan membuat lima hingga enam unit
pesawat intai tanpa awak yang dilengkapi radar dan kamera infra
merah dengan biaya 10 juta dolar AS.

Dalam kesempatan itu, Aqlani juga menyatakan bahwa desakan sejumlah
anggota Komisi I DPR untuk menolak penghentian pembangunan Menara
Suar di Karang Unarang dan ajakan Malaysia mengadakan patroli
bersama di wilayah sengketa, sangat masuk akal. "Joint patrol itu di
wilayah masing-masing, bukan di wilayah sengketa. Sedangkan
penghentian sementara pembangunan menara suar memang menunjukkan
pengakuan kita atas wilayah mereka," katanya.
Mengenai perlunya dilakukan tembakan peringatan kepada armada
Malaysia yang masuk wilayah RI, menurut Aqlani, hal itu tergantung
tingkat kegentingan. Kalau masih bersifat direncanakan, maka itu
atas instruksi presiden. Bila sudah bersifat ancaman, maka komando
di tangan Panglima TNI atau Kepala Staf. Namun, bila eskalasinya

sudah tingkat sangat mengancam, maka komandan KRI bisa langsung
memerintahkan tembakan peringatan atau tembakan balasan.
MUI Kirim Tim ke Kuala Lumpur
Sementara itu, empat tokoh Islam Indonesia akan bertemu dengan PM
Malaysia Abdullah Ahmad Badawi di Malaysia, pada hari ini berkaitan
dengan krisis blok Ambalat, Kalimantan Timur.
Wakil Ketua PP Muhammadiyah yang juga Sekretaris Umum Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Din Syamsuddin di Jakarta, menyatakan dirinya
bersama tiga tokoh Islam lainnya yakni KH Said Agil Siradz (NU),
Cholil Badawi (DDII) dan Nazri Adlani (MUI) direncanakan bertemu
dengan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi untuk membicarakan
perkembangan Islam pada umumnya dan perkembangan krisis Blok Ambalat
pada khususnya.

`'Kami akan meminta agar Malaysia bisa menyelesaikan sengketa
Ambalat secara damai,'' jelas Din kepada pers di Jakarta kemarin.
Din sendiri mengingatkan agar RI dan Malaysia jangan sampai terjebak
dengan politik adu domba yang mungkin saja dimunculkan oleh pihak
ketiga yang dapat merugikan kedua negara dan Islam pada khususnya.
Pada bagian lain, Din menyatakan bahwa mereka juga akan menyampaikan
berdasarkan kajian ilmiah dan histori blok Ambalat adalah bagian
dari NKRI, meski demikian penyelesaian kasus ini hendaknya
diselesaikan secara bijak dan tidak emosional.
Sementara, meski berada di balik terali besi penjara, ustad Abu
Bakar Ba'asyir ternyata mencermati sengketa perairan Ambalat antara
Indonesia dengan Malaysia belakangan ini.

Buktinya, amir Majelis Mujahiddin Indonesia yang baru saja
mengajukan banding atas vonis 2,5 tahun dalam kasus Bom Bali ini
mengeluarkan tausyiah (nasehat, red) atas sengketa tersebut. Memang
pengasuh Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo itu pernah lama
tinggal di negeri jiran tersebut. Tercatat pada 1985, lelaki
kelahiran Jombang, Jawa Timur itu melarikan diri ke Malaysia, dan
lalu tinggal dan berdakwah di sana.
Saat itu dia tak sendiri melainkan bersama karibnya, ustad Abdullah
Sungkar. Alasan mereka melarikan diri karena mereka berdua di hukum
sembilan tahun gara-gara menolak asas tungggal Pancasila pada masa
otoriter Orde Baru. Baru pada 1999, setelah tumbangnya Soeharto,
Ba'asyir pun pulang ke Indonesia. Meski begitu tak sedikit warga
Malaysia yang masih menjadi santrinya.

"Sebaiknya pemerintah menempuh cara damai melalui musyarawah karena
kedua negara adalah sesama muslim," pesan Ba'asyir yang disampaikan
tangan kanannya, Hasyim Abdullah, kemarin.
Selain itu, masih kata Ba'asyir, justru Indonesia dan Malaysia harus
waspada jangan sampai mau di adu domba oleh kepentingan barat,
utamanya Amerika Serikat.
(AS) supaya timbul konflik. Menurutnya AS memang berkepentingan
supaya dua negara muslim ini saling bersengketa dan saling
melemahkan.

Di satu sisi, Ba'asyir juga mempertanyakan mengapa dalam menghadapi
sengketa ini, Indonesia langsung mengerahkan armadanya? Sedangkan
pada laku AS yang bolak-balik menginjak-injak harga diri bangsa- utamanya
dalam kasusnya-pemerintah malah diam. "Ini tentu tidak
benar." (arm/agm/naz/jpnn)

http://www.riaupos.com/web/content/view/5405/54/


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
:
Seorang gadis kampung dari pinggiran Kota Bandung telah menggemparkan
Dunia.... betapa tidak? Ia di usia menjelang 25 tahun telah berpenghasilan
lebih dari $20.000,- per bulan... http://www.kerjapintar.com
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
:






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke