Saya cuma mau tau Berndt Riegert ini siapa sih?

Begitu juga ketika saya nonton film "The 9/11", saya juga bertanya 
siapa sih yang buat film ini?

Apakah mereka punya kepentingan politik tertentu? apa mereka orang 
yang independent?

Kalau saja 9/11 itu benar, geli saya jadinya..karena semua ini 
bisnis minyak. Geli ketika Bush menjatuhkan pilihan kepada AlQaida, 
setelah dia bingung mau milih Irak, Iran or Afghan (AlQaida) sebagai 
tumbalnya. Setelah berhasil membuat image teroris kpd AlQaida (image 
ini akan ditimbul kan kembali bila diperlukan nanti), Bush mengincar 
Irak...dan kini mengincar Iran. So siapa yang teroris sebetulnya?
Bush menghancurkan tatanan negara orang kok gak dibilang teroris?

he..he...dulu Bush and Osama partner bisnis minyak...
Begitulah politik. Sekarang teman (kalo bisnis mulus) besok musuh 
(kalo bisnis gak mulus).

Jadi, konsep saya (yang ikut mengutuk cara Bush memerangi teroris) 
untuk memerangi teroris adalah...berhentilah menjadi teroris 
terselubung. Yang membesarkan teroris ini kan Bush sendiri.
Katanya ..siapa tuh..lupa..."maling teriak maling" alias "teroris 
teriak teroris".


--- In [email protected], Sandy Dwiyono 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 15.03.2005
>  
> Eropa dan Perang Anti Teror
>  
> Oleh: Berndt Riegert
>  
> Serangan teror di Madrid 11 Maret 2004 seolah membangunkan Uni 
Eropa dari tidurnya. Serangan teror ternyata tidak hanya mengancam 
AS, tapi juga negara-negara di Eropa.
> 
> 
> Tidak ada keraguan, pada tanggal 11 Maret tahun lalu, juga para 
pengritik paling tajam presiden AS George W.Bush harus melihat 
sendiri bahwa jaringan teror Al Qaida tidak hanya mengancam AS, 
melainkan juga demokrasi di Eropa. Memang kecaman terhadap AS atas 
invasi militernya yang tanpa landasan hukum internasional, seperti 
serangan ke Irak, atau pelanggaran berat hak asasi manusia di 
Guantanamo, sudah pada tempatnya dan memang perlu. Akan tetapi, 
sebagian pengritik, khususnya di Eropa,  menganggap politik perang 
melawan terorisme dari Bush hanya sekedar kedok untuk mengokohkan 
kekuasaan adi daya AS di dunia serta untuk mengamankan cadangan 
minyak. Tapi serangan berdarah di Madrid, setidaknya membalikan 
pandangan picik seperti itu.
> 
> Ancaman dari Osama bin Laden memang nyata. Sel-sel terornya yang 
berada di Eropa, tidak saja mempunyai andil dalam perencanaan 
serangan teror di AS pada tanggal 11 September 2001, tapi mereka 
juga sudah lama mengincar sasaran di Eropa. Madrid bukan kasus 
pertama. Sebelum serangan teror di New York dan Washington, Al Qaida 
juga merencanakan serangan teror pada sebuah bazar Natal di 
Strassburg. Namun rencana tersebut dapat dibongkar.
> 
> Jadi, barang siapa mengritik cara-cara Bush dalam memerangi 
terorisme internasional, seharusnya juga memiliki konsep lain yang 
lebih bagus untuk menghadapi Al Qaida dan organisasi teror lainnya. 
Dalam hal ini, Eropa tetap dalam posisi sulit. Memang, setelah 
serangan 11 September, Uni Eropa sepakat untuk melakukan kerjasama 
lebih erat dan efisien. Akan tetapi, kinerja pusat kepolisian 
bersama Europol, kehakiman bersama Eurojust dan kerjasama antar 
dinas rahasia tetap saja buruk. Penyebabnya, kerjasama itu hanya 
terpaku pada tatanan nasional. Juga penunjukan petugas khusus anti-
teror, sebagai reaksi langsung atas serangan teror di Madrid, tetap 
tidak banyak mengubah situasi. Proyek-proyek untuk memberantas 
teroris, seperti "Europ�ische Haftbefehl", pada awalnya memang 
mendapat dorongan besar. Akan tetapi, semangatnya terasa semakin 
kendor di bulan-bulan terakhir ini. Dan mengenai pemberlakuan paspor 
yang mencantumkan ciri biometri, sehingga akan sulit dipalsukan atau 
dalam pertukaran
>  data anti teror, kincir birokrasi kembali berputar amat lambat. 
> 
> Akan tetapi, sejak serangan teror di Madrid 11 Maret 2004, Uni 
Eropa mulai berubah. Salah satunya adalah perlawanan terhadap 
seruan "Lebih Eropa" nyaris bungkam. Sebab disadari, hanya dengan 
Uni Eropa yang bekerjasama lebih erat, dapat dilakukan tindakan 
perlawanan terhadap ancaman terorisme internasional. Selain itu, 
jurang pemisah antara penentang perang Irak dengan pendukung Bush 
sudah dapat diperkecil. Memang sekutu AS di Irak, Spanyol dan 
Polandia menarik tentaranya. Dan secara demonstratif mendukung 
posisi Jerman dan Perancis. Tapi perbedaan pendapat dalam hubungan 
trans-Atlantik tidak melebar, justru sebaliknya, kedua pihak semakin 
mendekat. Sudah lama disadari bahwa Irak yang tidak stabil akan 
menjadi lahan subur bagi organisasi teror semacam Al Qaida. Namun 
kesadaran tersebut baru benar benar muncul kembali setelah tanggal 
11 Maret 2004.
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke