Saya tidak ingin berdebat lebih jauh. Tapi dari data Depkeu (http://www.fiskal.depkeu.go.id/beta/apbn.asp?apbn=1030000), pada APBN 2003, penerimaan Migas = Rp 64,991 Trilyun, sedang subsidi (bukan cuma subsidi Migas) Rp 34,726 trilyun. Alias masih untung Rp 30 trilyun meski harus subsidi! Ini pada harga premium belum naik.
Nah dari mana hitungan angka bahwa kalau harga BBM tidak dinaikkan subsidi bisa mencapai Rp 60 trilyun, bahkan ada yang bilang Rp 100 trilyun? Hingga kini, pemerintah dan Pertamina tidak bisa menyerahkan detail hitung2an tersebut. Sekali lagi, kita tidak 100% impor BBM dari LN. Produksi BBM kita sekitar 0,9 juta barrel per hari sementara konsumsi hanya sekitar 1,1 juta barrel per hari. Oleh karena itu Pemerintah tak akan rugi jika harga BBM tidak dinaikkan karena seperti KKG bilang, biaya produksi cuma Rp 450, sementara harga jual Rp 1810. Kalau mengelola minyak sendiri, saya rasa kita mampu. Hutang kita Rp 1300 trilyun. Nah, itu bisa mendirikan berapa tempat pengeboran minyak coba? Nanti pengembaliannya kan bisa dicicil dari keuntungan yang didapat. Belum lagi dana menganggur sebesar ratusan trilyun di bank2 lokal kita. Intinya, pemerintah kita punya kemauan mandiri apa tidak? Mau tidak pemerintah memberikan tender2 minyak ke perusahaan2 dalam negeri seperti Pertamina, Elnusa, Medco, Star Oil, dsb? Bayangkan, masa Medco harus ke Libya untuk mengelola Migas? Jika pemerintah Indonesia mau memberikan ke mereka, kan seharusnya bisa. === Medco Menangi Tender Blok Migas di Libya (http://www.medcogroup.com/newsdetail.php?id=124) === --- fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau saya pernah menghitung (karena tugas akademis, > jadi bukan > berdasarkan "pesanan" atau interests kel. manapun), > hasilnya beda > pak. Sekali lagi gak sesimpel itu. Tapi gampangnya, > semua orang kan > percaya angka APBN, orang2 kan protes, ada pos > alokasi pembayaran > hutang. Jadi kita accept bahwa data yg dipublish di > APBN benar. Nah > cek saja disana. th 2003, penerimaan dari minyak= > 39.9 triliun rp. > dari gas = 16.3 triliun rp. (atau kurang dari 12 % > total revenue). > > > Masalahnya banyak argumen pemerintah yang keliru. > > Misalnya alasan kenaikan harga BBM karena yang > > menerima subsidi BBM adalah pemilik kendaraan, > sedang > > yang tidak punya tidak dapat. Kesannya subsidi BBM > > cuma dinikmati orang kaya. Padahal jumlah bis dan > > angkutan umum ada 700 ribu. Mayoritas buruh dan > > karyawan menengah bawah rata2 ke tempat kerja naik > > angkutan umum, bukan jalan kaki. Para petani yg > tak > > punya kendaraan juga menikmati dgn harga pupuk, > > pestisida yang murah karena biaya transportasi > murah. > > Begitu pula ketika mereka harus menjual panennya. > > > > Nah, menurut saya, salahnya pemerintah adalah: tidak > mampu > menyediakan sarana transportasi yang murah dan > layak. Kenapa banyak > banget mobil di kota2? selain boros BBM juga > berdampak buruk pada > lingkungan. Coba pemerintah beralih ke gas, dan > menyediakan MRT > sehingga ketergantungan thd BBM menjadi tidak > setinggi sekarang. > Saya barusan ngobrol sama Prof Mukul Asher (NUS) > yang berasal dari > India, beliau bilang di New Delhi sekarang angkutan > umum banyak yg > mulai dikonversi memakai gas, mungkin temen2 disana > bisa confirm. > Gas lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan > Indonesia punya > cadangan yang cukup signifikan. Kalau minyak, > disubsidi atau tidak > sekarang, akan ada suatu waktu dimana kita tidak > akan mampu > menyediakannya dg harga subsidi lagi. It's just a > matter of time. > > Masalah transportasi, pengendalian harga, penyediaan > lapangan kerja > dan pendidikan/kesehatan yang layak adalah masalah > penting yang > mesti diselesaikan. Ini pula yang saya maksud dg > memilah2 persoalan. > Kalau BBM naik, tapi semua mampu beli atau spt di > jpg, mobil cuma > keluar di hari sabtu-minggu, nggak ada yg akan > complain. Akar > masalahnya adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi. > Otherwise, fuel > price is only a time-bomb. > > just my two-cent, > > fau > > > > > > > Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.nizami.org __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

