http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/16/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Dana Perbaikan Sekolah Minim 
MAKASSAR - Kondisi pendidikan dasar di Tanah Air makin menyedihkan. Di berbagai 
daerah banyak gedung SD yang rusak parah, hingga proses belajar-mengajar 
terpaksa berlangsung di bawah atap langit. Sementara itu, anggaran pendidikan, 
terutama untuk perbaikan gedung sekolah, masih minim. 

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, anggaran pendidikan dalam APBD tahun 2005 
hanya Rp 4,1 miliar. Dana tersebut sangat minim sebab kondisi berbagai gedung 
sekolah dasar saat ini memprihatinkan dan mendesak untuk direhabilitasi. Dari 
336 gedung sekolah dasar sekitar 200 di antaranya rusak parah. 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Muh Asmin, kepada 
Pembaruan, Rabu (16/3), dana yang dianggarkan dalam APBD 2005 sangat minim. 

Dana itu bukan hanya untuk memperbaiki gedung SD, SMP dan SMU per tahun, tapi 
juga untuk tunjangan kesejahteraan guru di daerah terpencil, pelatihan, dan 
biaya pendidikan lainnya. 

Selain itu enam dari 37 gedung SMP negeri harus segera direnovasi. Kemudian 20 
SMU di Makassar masih membutuhkan penambahan gedung, termasuk perpustakaan dan 
laboratorium. 


Sangat Rendah 

Asmin menambahkan, pihaknya juga membina sekitar 500 anak dari keluarga tak 
mampu yang dibimbing melalui SMP Terbuka yang berafiliasi keenam SMPN. 

Menurut dia, dengan perhitungan yang sangat rendah untuk merehabilitasi tiap 
gedung sekolah dibutuhkan sekitar Rp 100 juta. Itu berarti Pemkot harus 
menyediakan sekitar Rp 2 miliar. Dengan anggaran APBD 2005 sebesar Rp 4,1 
miliar tentu saja tidak mungkin bisa dibiayai seluruh kebutuhan pendidikan. 
Untuk itu pemkot sangat berharap dana kompensasi BBM bisa membantu biaya 
pendidikan di Makassar. 



Dari Banda Aceh dilaporkan, untuk membangun kembali semua gedung sekolah dari 
berbagai jenjang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang rusak dan 
hancur akibat gempa dan tsunami, Minggu (26/12), dibutuhkan dana Rp 3 triliun 
sedangkan dari APBD NAD hanya Rp 20 miliar. 

Kepala Dinas Pendidikan NAD Drs Anas M Adam M Pd mengatakan, Rabu (16/3) pagi, 
di Banda Aceh, besarnya dana pembangunan fisik gedung sekolah dan pengadaan 
alat laboratorium dari berbagai jenjang disebabkan banyak gedung dan fasilitas 
sekolah yang hancur akibat tsunami. 

Rinciannya gedung sekolah yang rusak dan hancur untuk tingkat TK 58 unit, 
gedung SD/MIN sebanyak 547 unit, SMP/MTSN 669 unit, SMU/MAN 190 unit, dan SMK 
92, sehingga total gedung sekolah dan laboratorium yang rusak 1.556 unit. 

Untuk membangun gedung sekolah kembali dibutuhkan dana sebesar Rp 1,5 triliun. 
Pembanguan dan pengadaan alat laboratorium dibutuhkan dana Rp 1,5 triliun. Itu 
pun masih dalam hitungan kasar, kata Kadis Pendidikan. 

Gedung sekolah pihaknya sedang berupaya mencari dana ke sejumlah lembaga donor 
baik lokal maupun internasional. Sudah banyak lembaga donor yang menjanjikan 
untuk membangun sekolah di NAD. 

Kepala Dinas Pendidikan Kalbar Ngatman mengatakan, 40 persen gedung SD di 
Kalbar rusak berat. Sementara kondisi gedung SMP dan SMU sedikit lebih baik 
dibandingkan dengan SD. Untuk merehap gedung SD diperlukan dana sekitar Rp 200 
miliar. 

Dikemukakan, masalah gedung SD ini perlu mendapat perhatian yang sangat serius 
dari pemerintah. Sebab kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Selain gedung 
SD, yang perlu mendapat perhatian gedung SMK. 

Ia menambahkan, untuk perbaikan gedung SD Pemprov Kalbar menerima alokasi dana 
sekitar Rp 40 miliar dari APBN. Untuk itu pihaknya mengharapkan agar disalurkan 
dana tambahan. 


Sumsel 

Di Sumatera Selatan, permasalahannya bukan hanya kekurangan guru, tetapi juga 
masih banyak gedung sekolah yang rusak parah. Masih 6.336 ruang kelas dari 
1.000 gedung sekolah di seluruh Sumatera Selatan yang rusak parah akibat 
bencana alam tahunan dan faktor usia bangunan yang sudah terlalu tua. 

Jumlah ruang kelas yang rusak akan terus bertambah karena kecilnya anggaran 
yang dialokasikan untuk perbaikan, tak sebanding dengan kebutuhan setiap 
tahunnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Baidjuri Asir, Selasa, mengatakan, apabila untuk 
perbaikan setiap satu ruang kelas dibutuhkan biaya sebesar Rp 70 juta, maka 
total dana yang diperlukan untuk merehabilitasi semua kelas mencapai Rp 443,52 
miliar. Sementara dari APBD setiap tahun hanya berkisar Rp 50 hingga Rp 90 
miliar. 

Laporan dari Denpasar Bali menyebutkan , Diknas Pemprov Bali dalam tahun 2005 
ini menganggarkan Rp 10 miliar untuk perbaikan gedung SD. (148/147/146/133) 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 16/3/05

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke