http://www.indomedia.com/bpost/032005/17/depan/utama1.htm
Kamis, 17 Maret 2005 04:47:34

Agung Dilempar Gelas
Jakarta, BPost

Rapat paripurna DPR RI lanjutan membahas kenaikan harga bahan bakar minyak 
(BBM), Rabu (16/3) sore, berakhir ricuh. Ketua DPR Agung Laksono dikeroyok dan 
nyaris dihajar sejumlah anggota F-PDIP. Bahkan, Agung sebelumnya dilempari 
gelas bekas air mineral oleh kelompok penyerang tersebut.

Atraksi memalukan sekelompok anggota DPR itu terjadi, beberapa saat setelah 
pimpinan sidang Agung Laksono mengetuk palu tanda disetujuinya dua opsi hasil 
rapat konsultasi antara pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi-fraksi di DPR, 
sehari sebelumnya.

Rapat paripurna yang sedianya dibuka pukul 14:00, dibuka Agung Laksono pukul 
15:30 karena sejak awal sudah ada tanda-tanda kericuhan, yakni terbelahnya dua 
kubu di DPR antara yang pro kenaikan harga BBM dengan yang menentang. Benar 
saja, begitu dibuka, langsung terjadi hujan interupsi dari anggota FPDIP yang 
sejak awal sudah menyatakan menentang keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.

Puncak keributan terjadi pukul 16.30 ketika Agung Laksono mengetok palu tanda 
disetujuinya dua opsi hasil rapat konsultasi. Dua opsi itu mengembalikan 
pembahasan soal kenaikan harga BBM kepada rapat gabungan Komisi VII, Komisi XI 
dan Panitia Anggaran. Kedua, voting untuk mengambil keputusan setuju atau tidak 
setuju kenaikan harga BBM. 

Keputusan Agung itu langsung memancing kemarahan anggota FPDIP yang masih terus 
melakukan interupsi. 

Begitu palu diketok Agung, sejumlah anggota FPDIP di antaranya Effendy Simbolon 
dan Suparlan, langsung berdiri lalu berteriak sambil telunjuk mereka 
menuding-nuding pimpinan sidang sebagai protes karena langsung mengetokkan 
palu. Anggota FPDIP Suparlan bahkan sempat naik ke atas meja sambil 
menunjuk-nunjuk pimpinan sidang Agung Laksono yang duduk di deretan depan. 

"Tolong pimpinan sidang bijaksana dalam membuat keputusan. Kita tidak perlu 
lagi meminta pendapat anggota dewan apakah penolakan atau penerimaan harga BBM 
dilanjutkan melalui rapat konsultasi atau tidak. Tetapi cukup diputuskan 
menerima atau menolak," kata Suparlan dengan nada penuh emosi.

Beberapa anggota FPDIP dipimpin Mangara Siahaan dan Ario Bimo merangsek menuju 
meja Agung Laksono. Melihat iring-iringan itu, Effendy Simbolon ikut bergabung 
sambil meloncati meja di depannya. Mereka berusaha menembus Agung Laksono.

Melihat gelagat yang kian memanas dan menjurus ke pemukulan fisik, anggota 
Fraksi Partai Golkar dibawah komando Idrus Marham, Yorris Raweyai dan HM Nurlif 
segera melakukan pagar betis mengamankan Agung Laksono yang juga wakil ketua 
umum Partai Golkar. 

Ario Bimo yang meloncat duluan langsung mendekati Agung Laksono sambil membawa 
seberkas kertas berisi hasil rapat konslutasi sebelumnya antara Komisi VII, XI 
dan Panitia Anggaran yang menolak kenaikan harga BBM. Kertas itu lalu 
diacung-acungkan ke muka Agung dengan nada marah dan emosi. Langkah Bimo itu 
diikuti Mangara Siahaan, Effendy Simbolon serta anggota F-PDIP lainnya. 

Suasana menjadi ricuh dan tak terkendali. Orang-orang Golkar langsung menarik 
Mangara Siahaan Cs agar menyingkir dari depan meja pimpinan. Akibat aksi 
dorong-mendorong, Mangara sempoyongan dan jatuh. Sementara Effendy Simbolon 
juga ikut terjatuh setelah bajunya ditarik orang Golkar. Namun Agung Laksono 
sendiri dilempar anggota dewan dengan gelas air mineral dan wajahnya terkena 
cipratan air.

Menurut salah satu anggota FPG yang berada dekat Agung, ketua DPR itu memang 
sempat dilempar gelas air mineral. Meski tidak mengena tak urung kecipratan air 
yang muncrat. 

Agung Laksono sendiri, usai sidang ke wartawan mengaku dirinya dilempar dnegan 
gelas air mineral, dan dia sangat menyesalkan tindakan yang dinilainya brutal 
dan tak pantas dilakukan anggota dewan. 

Karena suasana makin panas, Agung kemudian diamankan di ruang konsultasi oleh 
orang-orang dekatnya.

Kericuhan di paripurna DPR yang berlangsung sekitar 20 menit itu akhirnya 
mencair setelah aparat kepolisian dan pengamanan dalam DPR berhasil 
mengendalikan suasana dan beberapa anggota DPR melantunkan Shalawat Badar. 
Untuk menenangkan suasana, Sekretaris FPDI-P Jacobus Mayong Padang meminta anak 
buahnya berkumpul di ruang panitia anggaran. 

Setelah suasana agak reda, Yorris dan Nurlif berbincang-bincang dengan Dudy 
Makmun Murod. Ketiganya bersalaman serta berjanji untuk menenangkan para 
anggotanya masing-masing yang sedang panas.

Sebelum para anggota DPR meninggalkan ruang sidang, Wakil Ketua DPR Zainal 
Ma'arif mengambil alih palu pimpinan dan menyatakan sidang diskors sampai pukul 
19.00 WIB.

Ketua DPR Agung Laksono yang dikawal ketat beberapa aparat kepolisian dan 
Pamdal DPR mengakui memang ada upaya untuk memukul dirinya dalam keributan 
tersebut, namun itu tidak kena. 

"Bersyukur niat jahat itu tidak kena. Saya sama sekali tidak menyangka ada 
anggota dewan punya niat jahat dengan bersikap brutal di ruang sidang," kata 
Agung dengan wajah masih tegang.

Atas insiden ini yang sangat memalukan ini, Agung kemudian meminta maaf kepada 
seluruh rakyat Indonesia. "Saya minta maaf yang sebesar-besarnya pada rakyat 
Indonesia atas kejadian di sidang DPR yang memalukan ini," ujar Agung.

Untuk menenangkan suasana, rapat paripirna ditunda dan dilanjutkan pukul 19.00 
WIB, tapi belum ada kesepakatan antara pimpinan dewan untuk mengambil keputusan 
menolak atau menerima kenaikan harga BBM. 

"Kita belum putuskan tentang voting untuk menerima atau menolak kenaikan BBM. 
Yang jelas, nanti malam akan kita lanjutkan. Nanti akan kita tawarkan pada 
sidang, maunya apa," kata Agung.

Bukan Kalah-Menang
Fraksi PDIP ternyata setuju sidang paripurna DPR membahas sikap dewan tentang 
kebijakan kenaikan harga BBM yang harusnya dilanjutkan Rabu (16/3) malam 
ditunda. 

"Saya akan minta agar sidang ditunda hingga besok (hari ini, Red) untuk cooling 
down," kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo.

Permintaan ini, menurut Tjahjo -yang saat berbicara belum tahu kalau pimpinan 
DPR sudah memutuskan paripurna DPR ditunda, terkait kekecewaan anggota F-PDIP 
atas kepemimpinan pimpinan sidang yang tidak tegas. 

Menurut dia, insiden dalam paripurna DPR terjadi akibat sikap pimpinan DPR 
tidak aspiratif dalam memimpin sidang paripurna. "Pimpinan sidang tak punya 
keinginan mengakomodir pendapat anggota dewan. Sehingga terjadi insiden seperti 
tadi, cetusnya.

Kata Tjahjo, FPDIP menghendaki rapat paripurna DPR bisa mengambil keputusan 
tentang sikap dewan atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar 
minyak (BBM). "Dan, keinginan F-PDIP ini tidak didasari oleh sikap menang atau 
kalah," kata mantan kader Golkar yang loncat ke PDIP itu.

"Sebenarnya keinginan kita jelas. Bahwa sidang harus ada keputusan. Siapa yang 
menolak, siapa yang menerima, atau siapa yang memahami. Tetapi tetap harus ada 
keputusan," imbuh Tjahjo.

Anggota Komisi III DPR dari FDIP Trimedya Panjaitan juga mengatakan, "Ini bukan 
soal kalah atau menang. Tapi biar ada kejelasan. Kalau pun DPR akhirnya 
menerima kenaikan BBM, biar rakyat yang menilai."JBP/yat/son/mur

Copyright � 2003 Banjarmasin Post

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke