Kemarin kalo gak salah ada netters yg mengirim tulisan Luthfie Assyaukanie. Yang menjelaskan kalau JIL mendukung kenaikan BBM karena : pengen totalitas berkiblat pada paham liberal, termasuk dalam bidang Ekonomi.
Berikut ini, dibantah sendiri oleh Denny J.A, notabene juga orang utan kayu, yang justru ingin membatasi JIL pada konteks agama saja. Wah, kalau ternyata masih rancu begini urusannya, berarti tesis bahwa iklan BBM oleh Freedom Institute kemarin itu adalah terlalu dini benar. Dan teman-teman seperti Ulil, Nong, dan Luthfie yang lebih banyak berkecimpung di dunia filsafat dan agama emang gak layak ngomongin masalah Ekonomi. salam, Ari Condro === Sender : denny JA <[EMAIL PROTECTED]> Subject : ~JIL~ Membatasi Islam Liberal (Re: Islib dan isu BBM) Paham Islam Liberal (Islib) sebaiknya dibatasi menjadi paham atas agama Islam atau sikap keberagamaan saja. Paham Islib itu jangan diarahkan menjadi grand narrative untuk juga menjelaskan seluruh dimensi kehidupan, termasuk kepada isu BBM. Liberalisme dalam agama adalah satu hal. Liberalisme dalam ekonomi adalah hal lainnya. Justru di dunia barat sana, misalnya AS, liberalisme agama justru dikawinkan dengan konservatisme ekonomi yang banyak dicampuri pemerintah (Partai Demokrat) Sebaliknya, liberalisme ekonomi (yang sangat pro-pasar) justru dikawinkan dengan konservatisme agama (Partai republik). Dalam politik di AS, yang terjadi justru kebalikan dari yang dicita-citakan Bung lutfie atau Ulil. Ini hanya contoh saja bahwa mereka yang liberal secara agama dapat pula konservativ secara ekonomi, ataupun sebaliknya. Bahkan mereka yang liberal secara ekonomi (pro-pasar) juga tidak secara otomatis harus setuju dengan kebijakan publik mengurangi subsidi BBM 1 maret 2005 lalu. kebijakan publik menyangkut banyak hal, tak hanya substansi atau isi dari kebijakan itu. Mereka yang pernah mendalami public policy, sangat tahu bahwa sebuah kebijakan publik hanya diambil jika secara matang sudah mempertimbangkan economic, political, dan administrative feasibility. Bisa saja, secara ideologi ia mendukung kebijakan yang semakin mengurangi peran pemerintah di ekonomi. namun ia tak setuju kenaikan BBM saat ini karena melihat secara administartif dan dampak politiknya, pemerintah saat ini belum siap. Atau infrastruktur politik dan administrasi akibat kenaikan BBM itu belum disiapkan pemerintah. Pro dan kontra kenaikan BBM memang lebih kaya dan lebih luas dimensinya daripada setuju atau tidak setuju liberalisme ekonomi. Isu BBM memang satu hal. Namun terlalu jauh dan beresiko secara akademik jika dikait-kaitkan dengan paham Islam liberal. Islib justru akan akan mati muda jika berambisi menjadi grand narrative untuk menjelaskan atau menjadi dasar atas sikap kepada semua hal under the sun. Denny J. A === ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

