Mbak yang baik,
kekhalifatan dimasa lalu adalah fakta sejarah, dibawah ini dapat kita lihat daftar tahun2nya. Kalau kini, ada yang mewacanakannya kembali, ini pasti sebatas, sebuah pemikiran falsafah. Seacara ketatanegaraan adalah tak mungkin, membatasi negara menurut agama pemeluknya. Kita lihat saja Malaysia dan Indonesia, yang mempunya pemeluk Islam sebagai mayoritas, tak mungkin mempunya garis perbatasan yang sama. Tidak hanya itu, tujuan dan tindakan kenegaraan akan sering ber- hadap2an. Kita lihat Bangla Desh dan Pakistan, yang tadinya malah satu negara, yakni Pakistan (barat dan timur) tumbuh menjadi negara negara sendiri. bayangkan batas batas ke-emiratan di Timur tengah, tak mungkin mereka menggabungkan diri hanya karena sama sama Islam. Upaya Saddah Hussein menggabungkan tapal batas Irak dengan Kuweit dijawab dengan perlawanan militer. Juga masalah perbatasan antara Lebanon dan Syria. Dan banyak lagi lainnya. >From the Caliphs in Medina to the Ummayads Dynasty in Damascus 632 - 634 The Caliph named Abu Bakr succeeded the Prophet Muhammad ( Peace Be Upon Him). 634 - 644 The Caliph Omar Ibn El-Khattab succeeded Abu Bakr in Medina. 634 The beginning of Arab Expansion: conquest of Palestine and Syria. 635 The Arabs cross the Euphrates. 640 Capture of Egypt. 641 Capture of Nineveh and Armenia. 642 The Arab expansion reached Persia. 644 - 656 The Caliph Othman Ibn Affan succeeded Omar Ibn Al-Khattab. 644 Capture of Persia. 647 Capture of Tripolitania. 656 The Caliph Othman Ibn Affan was assassinated; Ali Ibn Abi Talib named Caliph. 660 Muawieyah Ibn Abi Sufyan (the founder of the the Umayyads dynasty) was Caliph in Damascus. 661 Ali Ibn Abi Talib was assassinated. 670 Annexation of Tunisia. 671 The Oxus is crossed. 673 - 678 First attempt to capture Constantinople. 680 - 683 Caliphate of Yazid Ibn Muawieyah. 680 Al-Husayn Ibn Ali Ibn Abi Talib was assassinated in Kerbela, Iraq. 683 - 693 The uprise of anti-caliphate in Mekka. 685 - 705 The Caliph Abd-Al-Malik Ibn Marwan came to power in Damascus. 683 - 693 Ka'ba at Mekka (al-Haaram el-Makki al-Sharif) was burned. The anti-caliph uprise was brought to an end. 705 - 715 El-Waleed Ibn Abd-Al-Malik named Caliph in Damascus. 714 The submission of Al-Andalus (Spain). 742 - 743 Hisham Ibn Al-Hakam succeeded El-Waleed Ibn Abd-Al-Malik in Damascus. 744 Yazid III named Caliph in Damascus. 750 - 750 Marwan II named Caliph. Alid insurrections in Khurasan. 750 The defeat of Marwan II; the end of the Ummayyad Caliphate in Damascus. Berakhirlah negara khalifat dalam sejarah. Jatuh bangun negara negara ini adalah tergantung dari faktor militer ekonomis, bukan keyakinan para warga mereka. Yang kita namakan "Barat" itu juga luas sekali, tidak saja bangsa bangsa kulit putih, namun bangsa bangsa Asia juga yang menggunakan way of life dan tekhnology kulit putih: Jepang, Korean, Taiwan, RRT, India, dll. Juga negara negara Islam di Timur Tengah merupakan pelaku enonomi dan politik dijajaran Barat: Saudi Arabia, Emirat Arab, dll. Dimasa kini, pertandingan peradaban tak lagi dilakukan dalam panggung agama, namun dalam tataran tekhnologi, ketatanegaraan dan moral universal. Islam di Eropa tak berdiri dititik pijak yang sama dengan Islam di Nigeria, di Oman atau di Indonesia. Islam di Malaysia menggebuki Islam dari Indonesia. Perajurit di kapal perang RI dan Malaysia yang berhadapan di perairan Ambalat adalah Islam. GAM dan perajurit TNI juga Islam. Dst. Salam danardono --- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear Mas Samudjo, > Terimakasih sarannya. Sistem kekhilafan adalah sistem manusiawi dalam artian pelaksananya adalah manusia. Seperti islam, meskipun diyakini sangat sempurna,pelaksananya adalah manusia. Dimana kadang ada kekhilafan dan penyimpangan. Akan tetapi bila ditarik benang merahnya, tak jauh berbeda bentuk, susunan pemerintahan, aturannya dari ujung (Khalifaur rasyidin)dan penghujungnya yakni di masa Usmaniyah.Gambaran global ada di buku tarikh khulafa yang dijual bebas di Gramedia. > > Saya sangat sepakat sama Mas Samudjo, perlunya kita mempelajari sebab2 runtuhnya khilafah, sehingga umat islam bisa mengatasi ganjalan kenapa ini terjadi dan tak terulang kedua kali atau mungkin mengulang kegagalan para pendahulu. Saya punya buku fotokopi tentang sejarah runtuhnya turki ustmaniyah. Buku-buku yang demikian amat langka sehingga saya minta fotokopi ke teman. Disana digambaran tentang sebuah skenario bagaimana Sultan Abdul Hamid II digulingkan, berisi lobi2 politik tingkat tinggi Negara Inggris, Perancis dll . Serta beberapa surat para kepala negara tersebut dalam rangka menghancurkan Turki dari dalam dan luar, kenapa turki terpaksa atau dipaksa ikut terjun dalam PD I (baca :Konspirasi tingkat tinggi). > Ada juga buku dijual bebas, Buku Catatan Sultan Hamid II (setidaknya kita berusaha menggali sumber sejarah secara objektif). Sultan Hamid II adalah kekhilafan terakhir yang terbilang masih konsisten dalam menerapkan islam. > > Mas kekhilafan beda dengan monarki atau sistem kerajaan, memang karena pelaksananya manusia itulah yang menyebabkan terjadi beberapa penyimpangan misalnya dalam pengangkatan khalifah. Yakni khalifah diganti oleh kerabat. Tapi itu kan juga atas persetujuan rakyat (ba'iat), tanpa itu maka tak sah. Karena adanya penyimpangan itu tidakkah kita berusaha untuk meluruskan bukan malah menghilangkan. Ibarat speda motor baru dibeli kemudian, bannya yang meletus bukan berarti kita menjual sepeda motornya dan mengganti yang baru, cukuplah bannya aja yang diganti. > > Saya kira tidak meninabobokan, namun mengingatkan kembali bahwasanya suatu saat kita akan kembali merasakan hal itu, beberapa hadist menyatakan hal demikian. Sehingga peran kitalah berusaha memberi kontribusi setidaknya mempercepat proses itu meskipun minimal doa. Tidak hanya skedar jadi penonton. Toh kita berperan atau tidak, sebelum yaumul akhir islam akan berjaya kembali tanpa atau dengan kontribusi kita. Kejayaan itu hanya akan teraih jika kita bersatu dalam khilafah.Tiada kemulian tanpa islam. Tiada Islam tanpa syariah, tiada syariah tanpa khilafah. > > Wacana yang mas sebutkan, muskil kita lakukan atau wujudkan. Saya mengambil contoh sebuah pengibaratan dari Misi dari Sebuah Planet karya Husein MAtla penerbit Khairul Bayan. Umat muslim akan kalah mas dalam sistem atau peradaban barat. Husain Matla mengibaratkan, saat ini umat islam sedang bertanding sepakbola dengan barat. Sayangnya, wasitnya dari Barat dan wasit itu juga ikut menjadi pemain. Alhasil, umat islam tak akan pernah menang. Sejak awal sistem ini milik barat (wasit yang memegang aturan main). > > Mas, saja setuju hal ini perlu dijelaskan oleh rekan2 yang lebih paham tentang ketatanegaraan. Tapi mas pemerintahan islam dan semua aturan islam lain bukanlah monopoli seseorang atau ulama, karena islam bukan milik mereka namun seluruh umat islam. Bagaimana agar kita tidak melakukan melanggar aturan Allah dan berusaha melaksakan perintah-Nyya jika kita tidak tahu.Bagaimana kita bisa mengkoreksi kesalahan atau penyimpangan penguasa jika kita tidak tahu hukum2nya? Kalau ada pengkotakan bahwa pengetahuan islam hanya milik ulama atau ahli tertentu sedang umat islam lain tak perlu mempelajari atau tidak perlu tahu bukankan itu sekularisasi. Dan inilah juga yang menjadi salah satu kehancuran umat islam dan kebobrokan moral umat islam saat ini. Mestinya kita saling belajar terus. Idealnya,sebisanya menguasai ilmu dan teknologi serta menguasai hukum2 Islamnya agar tak keblinger. Kan berusaha jadi umat terbaik mas, jadi semuanya diusahakan. Wallah'alam bishawab > Aris Solikhah > BTW : sungguh kalau saya lebih suka dipanggil mbak lho suer asli. > > Samudjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Aris, > Kelihatannya obsesi umat Islam untuk mewujudkan khilafah itu makin menggebu > tapi sebelum itu kita harus belajar dari sejarah. > Rezim yang lebih lemah akan digantikan oleh rezim yang lebih kuat, itulah > aturannya. > Selagi masih dalam taraf wacana ada baiknya kita mempelajari sebab- sebab > khilafah itu runtuh. > Barangkali orang-orang yang secara khusus mempelajari ketatanegaraan bisa > menerangkan fenomena ini > Rasa-rasanya bentuk negara monarsi yang dianut oleh khilafah Islam yang > terakhir Ustmani itu sudah sangat ketinggalan zaman. > Coba dikaji dahulu, apa petunjuk AlQuran maupun AlHadist mengenai hal ini. > Sebagai umat yang mempercayai hari akhir, tidak selayaknya kita > meninabobokan diri dengan keberhasilan Islam dimasa lampau. > Dunia itu, suka atau tidak suka, akan bergerak terus meninggalkan jejak > jejak sejarah sampai hari akhir nanti tanpa pernah kembali lagi. > Peta hegemoni yang pada saat ini ditorehkan oleh peradaban Barat mungkin > bisa diubah oleh umat Islam, tapi umat Islam harus menunjukan kelebihan > sistim Islami dalam wacana: desentralisasi-sentralisasi, mayoritas - > minoritas, keamanan, kesejahteraan dan pendidikan umat. > WaLlahu a'lam, > samudjo > ----- Original Message ----- > From: "aris solikhah" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, March 18, 2005 4:56 PM > Subject: Re: [ppiindia] Re: Islam Hadhari > > > > > > Mas Danar, > > Ya sebuah ide yang bagus.saya sepakat. > > Begitulah jika seluruh umat islam di dunia bersatu dalam negara islam (al > khilafah). Melaksanakan islam dalam segala aspek baik politik, ekonomi, > budaya, sosial dll tak sekedar ibadah ritual. Dia bisa berjaya selama > berabad-abad yakni sekitar 13 abad lebih, hingga 3 Maret 1924 lalu, khilafah > atau daulah atau orang salah kaprah mengatakan imperium utsamaniyah > runtuh.Apakah sejarah yang gemilang ini luntur begitu saja, sedang bangunan > Taj Mahal (bukti islam masuk india), Masjid Cordova (bukti islam dipeluk > diSpanyol yang sekarang jadi museum), saksi2 bisu yang tak bisa dikatakan > satu persatu itu tak cukup menjadi saksi sejarah. Lebih 13 abad islam > berjaya, dan ini bukan utopia. Adakah sejarah itu disembunyikan, seperti > pelajaran sejarah dibangku sekolah SD, SMP, SMU yang banyak dimanipulasi > demi sebuah kepentingan. Demi melanggengkan kekuasaan tertentu. > > > > Maka sejak negara islam yang tinggal secuil di turki pun runtuh > (03031924), umat islam tepecah belah menjadi 50 negara kecil, arab saudi, > irak, iran, mesir, indonesia, malasyia, libya, turki, yordania, uzbektstan, > qirkistan, khasmir, palestina, afghanistan, pakistan, maroko, dll. Mereka > saling berebutan kekuasaan yang dulu adalah satu wilayah kesatuan, karena > kepentingan pribadi, politis, bangsa ,penjajah, kapitalis dll. Mereka ibarat > anak ayam kehilangan induk, dan serigala mudah mengacak2, mengadudomba, > menghancurkannya. > > > > 50 negeri kecil ini secara de facto dan de jure tak bisa dikatakan sebuah > negara islam, meski diantaranya mengambil asas islam. Sebab ada syarat lain, > yakni aturan semua kehidupannya diatur islam (tak masalah mayoritas > penduduknya bukan muslim atau memeluk agama lain, karena hak dan > kewajibannya sama dengan muslim kecuali jihad. Umat yang bukan islam malah > tak wajib membela negara). Dimana pula kekuatan militer 100% berada di > tangan negara tersebut, tidak dikendalikan negara asing lain baik de jure > atau de facto. So, adakah sekarang negara islam, maka saya berani menjawab > tak ada. > > > > Sebuah renungan buat kita bersama : > > > > Tak malukah kita sekarang, sebagai umat islam memilih agama ini karena > alasan kesempurnaannya dalam memiliki aturan disegala aspek kehidupan.Akan > tetapi ketika kita telah melangkah luar rumah, dikantor, dijalan, di bidang > pemerintahan, di bidang ekonomi, pernikahan dll, Islam dicampakkan di > keranjang sampah.Disimpan dikantong, bila ada yang mengatakan menurut islam > begini begitu, orang sering berujar jangan terlalu fanatik lah, jangan sok > alim, agama jangan dibawa-bawa. I don't know what happen. Mungkinkah agama > hanya punya sedikit pengaruh pada kehidupan seseorang atau bahkan hanya > simbol di KTP. Mungkinkah jika begini, Allah mau menerima keimanan dan amal > kita yang malu-malu dan segan-segan melaksanakan ajaran-Nya. > > > > wallahu'alam. Mari kita bersama berusaha terus belajar dan memperbaiki > diri. > > > > > > > > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Sebuah idee yang bagus. > > > > Hanya kenyataan realpolitis seringkali menghindari penghayatan agamis > > dalam tindak ketatanegaraan. Ini kita lihat dalam sejarah. Negara > > negara Eropa pada abad ke XIX juga masih bersadarkan tuntunan agama > > dalam mengatur negara, semua Kristiani, namun tetap saja, kepentingan > > negara negara dalam keseharian, seringkali ber-hadap-hadapan. > > > > Perang tigapuluh tahun (1618 - 1648) di Eropa antara negara negara > > Kristen melawan negara negara Kristen, juga Perang Dunia II, antara > > negara negara seagama, memberikan bukti. > > > > Kita lihat Malaysia dan Indonesia. Banyak kepentingan negara, baik > > politis maupun ekonomis, yang tak selalu sejajar. Dan, bagaimanapun, > > tapalbatas negara seringkali lebih dekat pada kita, daripada batas > > akidah. > > > > Di Timur tengah kita lihat benturan antara Lebanon dan Syria. Negara > > negara Islam penghasil minyak kaya di Timur tengah mempunyai titik > > pijak yang sangat berbeda dengan negara negara Islam lainnya disana, > > yang miskin dan menghadapi masalah ekonomi yang gawat. > > > > Agama, dalam ribuan tahun setelah didirikan, belum pernah menyatukan > > bangsa bangsa. Sedih tapi nyata. > > > > Salam > > > > danardono > > > > > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > > Semoga keinginan Badawi agar Islam bangkit dari Malaysia dan > > > Indonesia tidak sirna karena adanya 'penawaran' dari Shell akan > > > kasus perairan ambalat tsb. > > > > > > Wassalam, > > > ************* > > > REPUBLIKA, 16 Maret 2005 > > > Badawi > > > Asro Kamal Rokan > > > > > > Istana Putra Jaya layaknya sebuah bangunan masjid yang megah. Satu > > > kubah besar berwarna hijau dikelilingi beberapa kubah kecil, seakan > > > mau menjelaskan kepada setiap orang yang melihatnya: kami Islam dan > > > kami percaya kemajuan, martabat akan bersinar dari sini. > > > > > > Di sebelah kanan istana, berdiri masjid megah. Kubahnya > > berarsitektur > > > Turki --mengingatkan masa kejayaan Bani Abbasiyah, yang menguasai > > > Eropa dan memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia modern. > > Di > > > sisi kanan masjid, terhampar danau yang berair jernih, restoran, > > dan > > > taman yang luas. > > > Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, membuka gorden yang > > > menutup jendela kamar kerjanya. Dari ruang kerjanya, yang bergaya > > > Melayu, Badawi mengatakan kepada kami: dari kantor ini negara > > > diurus, dan di sana (ia menunjuk masjid) akhirat kita tuju. > > > > > > Ada kemauan dan semangat dari PM Badawi untuk mewujudkan > > > keinginannya itu --sebuah visi. Pemahamannya pun sangat kuat > > > terhadap Islam. Ketika Din Syamsuddin mengingatkan kembali pendapat > > > Fazlur Rahman bahwa kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia > > dan > > > Malaysia --karena Timur Tengah semakin sulit diharapkan akibat > > > konflik yang tak sudah-- Badawi menyambutnya dengan sebuah buku > > > panduan pembangunan Malaysia ke depan. > > > Buku itu berjudul: Konsep Islam Hadhari. > > > > > > Badawi bangga menjelaskan konsep Islam Hadhari itu. Ia > > mengampanyekan > > > konsep tersebut pada setiap tamunya. Ia terlihat percaya bahwa > > inilah > > > jalan yang harus ditempuh untuk menuju baldatun toyyibatun wa robbun > > > ghafur --negara dengan kebajikan dan ampunan Allah. > > > > > > Konsep Hadhari atau civilizational Islam didefinisikan Badawi > > sebagai > > > pendekatan Islam yang lebih lengkap dan menyeluruh, tidak terpisah- > > > pisah, seperti Islam bersifat politik (al-Islam al-Siyasi), atau > > > Islam bersifat tasawwuf (al-Islam al-Sufi). Konsep Hadhari > > > meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bertamadun, dan mempunyai > > > peradaban yang unggul dalam menghadapi globalisasi, teknologi > > > informasi, ekonomi global, budaya materialisme, krisis indentitas, > > > dan penjajahan pemikiran. > > > > > > Visi Islam Hadhari, bagi Badawi --putra seorang ulama-- bertujuan > > > menciptakan Malaysia sebagai contoh negara Islam, yang maju. > > > Masyarakat berilmu, mahir, terampil, berakhlak berlandaskan > > > pendekatan Islam yang universal, bertamadun, toleransi, dan > > > berimbang. Badawi menginginkan konsep ini dapat melahirkan individu > > > dan masyarakat Islam yang memiliki kekuatan spiritual (rohani), > > > akhlak, intelektual, material, mampu berdikari, berdaya saing > > > tinggi, melihat ke depan, inovatif, rasional, praktikal, dan damai. > > > Dalam tataran negara, konsep ini mendorong sistem ekonomi, sistem > > > keuangan yang dinamis, dan pembangunan terpadu serta > > > seimbang. > > > > > > Ada 10 butir prinsip untuk mewujudkan Hadhari itu: Keimanan dan > > > ketakwaan kepada Allah; negara adil dan amanah; rakyat berjiwa > > > merdeka; penguasaan ilmu pengetahuan; pembangunan ekonomi seimbang > > > dan komprehensif; kehidupan berkualitas; pembelaan hak kelompok > > > minoritas dan wanita; keutuhan budaya dan moral; pemeliharaan > > sumber > > > daya alam; dan kekuatan pertahanan. > > > > > > Konsep Islam Hadhari --yang disebut Badawi bukan agama baru, bukan > > > ajaran baru, bukan mazhab baru, melainkan pendekatan baru yang > > > berlandaskan Alquran dan assunnah-- muncul dari keprihatinan atas > > > kemunduran umat Islam sejak abad ke-12. Persepsi sebagian besar > > umat > > > Islam, setelah berakhirnya masa gemilang tersebut, menurut Badawi, > > > lebih kepada aspek ibadah semata-mata. Meski dipahami bahwa Islam > > > adalah cara hidup, namun Islam hanya ditampilkan dalam bentuk > > slogan > > > dan retorika. Sebagian umat Islam sulit memasukkan agenda > > > pembangunan umat, peradaban bangsa, dan keutuhan negara sebagai > > > bagian dari ruang lingkup ''agama'' sebagaimana yang > > > dikehendaki Islam. > > > > > > Konsep Abdullah Badawi itu tentu dapat saja diperbincangkan, tapi > > ia > > > tidak sekadar bercita-cita, melainkan telah melangkah untuk > > > mengangkat kembali kejayaan Islam. Ia menginginkan Islam bangkit > > > dari Malaysia dan Indonesia. Badawi telah memulai di saat kita > > masih > > > saja berdebat, menimbang-nimbang dengan perasaan tidak yakin bahwa > > > sesungguhnya Islam adalah jalan keluar satu-satunya dari kebuntuan. > > > > > > Badawi membuka jendela ruang kerjanya. Masjid yang indah dan megah > > > terlihat jelas. Udara Putra Jaya cerah. Dan, setelah berbicang- > > > bincang, Badawi mengantarkan kami --tamu-tamunya-- turun melalui > > > lift. Kami meluncur cepat ke bawah, sedangkan Badawi kembali > > > bekerja. Terasa berbeda. > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > > > ********************************************************************** ***** > > ______________________________________________________________________ ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > > > > "Bangkitnya manusia, karena pemikirannya" > > Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang > individu dari satu keadaan ke arah yang lebih baik > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > ********************************************************************** ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > > > ********************************************************************** ***** > > ______________________________________________________________________ ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential, legally privileged information or otherwise protected by law from disclosure and is intended solely for the use of the addressee. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any documents or views presented are solely those of the sender and do not constitute official documents or views of PT Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please immediately notify the sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you. > > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- india.uni.cc > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > "Bangkitnya manusia, karena pemikirannya" > Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang individu dari satu keadaan ke arah yang lebih baik > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

