Kak Seto (hasil kutipan dr milis satunya..)
----------------

Bagi saya Kak Seto tak pernah berubah. Ya sosoknya, wajah dan senyumnya serta 
kegiatannya yang selalu dekat dengan dunia anak. Memang banyak tokoh pemerhati 
anak di Indonesia, tapi Kak Seto selalu mendapat tempat
tersendiri.

Saya tidak mengenal Kak Seto secara pribadi. Meski demikian, saya tak mungkin 
lupa pengalaman saya lebih kurang 27 tahun lalu. Saat itu, tahun 1978, saya 
baru duduk di kelas II SD Bhayangkari I Bandung. Saya dan
teman-teman Binavokalia asuhan Pak Isnendro datang dari Bandung ke stasiun TVRI 
menghadiri undangan Aneka Ria Anak-Anak.

Sejak dari Bandung saya sudah kesal dan sedih. Persoalannya sederhana. Kami 
semua memakai bando berpita di atas kepala, namun bando saya lebih mirip tali 
panjang. Pitanya nyaris tak kelihatan. Saya tak tahu mengapa begitu, tapi itu 
membuat saya jadi berbeda dengan anak lainnya. Saya merasa saya dianaktirikan 
dalam grup tersebut, meski sebenarnya tidak demikian. Kebetulan saja, saya 
satu-satunya yang tidak kebagian pita besar. Tapi ya begitulah perasaan saya, 
seorang anak kelas II SD.

Ketika acara saya berusaha agar bisa duduk dekat dengan Kak Seto dan Kak Heny 
Purwonegoro. Apa daya? Tubuh kurus kecil saya kalah melawan teman-teman lain 
yang gemuk, tinggi dan sudah kelas empat ke atas.
Akhirnya saya cuma kebagian berdiri di pojok belakang. Padahal saya ingin 
sekali bertemu dengan mereka! Saya bahkan harus berjinjit untuk meyakinkan 
bahwa wajah saya benar-benar bisa masuk kotak televisi!

Dalam acara tersebut saya dan teman-teman menyanyikan 3 lagu, diselingi tarian 
dari sanggar lain.

Tanpa saya duga sebelumnya, entah mengapa,  Kak Henny dan Kak Seto memanggil 
saya ke tengah, dekat mereka.

Saya terperangah. Apa yang terjadi?

"Adik, sini! Namanya siapa? Tanya Kak Seto.

"Helvy," kata saya.

"Helvy, kamu menyanyi sendiri ya!" kata Kak Henny.

Kak Seto mengangguk sambil tersenyum khas.

Saya tergeragap. Tidak mungkin, pikir saya, si anak kecil umur 8 tahun. Apa 
saya mau mengacaukan semua acara? Tidak ada saya menyanyi sendiri di jadwal! 
Adanya ramai-ramai! Mungkin karena suara saya memang "STD"
(mengutip Meutia Kasim untuk kata "standar").

Saya menggeleng.

"Mengapa? Kamu tetap boleh menyanyi sendiri," ujar Kak Seto.

"Saya takut dimarahi sutradaranya," kata saya sekenanya.

Kak Seto dan Kak Henny tertawa.

"Tidak, kan kami yang meminta," kata Kak Henny.

Saya menggeleng kuat-kuat. Bagaimana kalau makin banyak orang yang melihat 
bando jelek yang saya pakai?

Kak Seto membelai kepala saya dan berkata. "Baik, kalau kamu tidak mau tak apa. 
Tapi banyak tersenyum ya."

Saya mencoba tersenyum.

"Kamu manis pakai bando itu. Apalagi kalau sambil senyum ya,dik " tambah Kak 
Seto.

Saya sungguh tidak tahu apakah mereka memperhatikan pita yang tidak mengembang 
di bando saya, atau wajah saya yang menyiratkan kesedihan karena berdiri di 
pojok. Yang jelas sepanjang acara kemudian saya jadi banyak tersenyum dan tak 
mengingat bando saya lagi. Saya jadi sangat percaya diri. Soalnya saya mendapat 
sapa istimewa dari Kak Henny dan Kak Seto yang saya kagumi itu!

Sampai sekarang apa yang dilakukan mereka sangat mengesankan saya. Saya, anak 
kecil dengan bando jelek-- yang pegal berdiri di pojok dan takut wajahnya tak 
bisa masuk kotak televisi itu--- merasa sangat dihargai
saat itu.

Saya sempat bertemu Kak Seto beberapa kali lagi. Yang pertama waktu Kak Seto 
menyerahkan piala Juara I Lomba Menulis Surat untuk Presiden RI, tahun 2004, di 
TIM, untuk anak saya Faiz. Yang kedua, saat saya
mengantar Faiz mengikuti acara Who Wants to be A Presiden di TPI, di mana Kak 
Seto menjadi salah satu panelis. Seperti biasa Kak Seto tak
pernah lepas tersenyum dan selalu menyapa.

Dan kemarin, tgl 3 Februari, di istana negara, saya berkesempatan bertemu 
kembali dengan Kak Seto dalam acara Gerakan Nasional Saling Berkirim Surat 
untuk Anak Aceh dan Nias.  Saya hadir sebagai pembimbing
FLP Kids, kelompok penulis anak yang diundang oleh Komnas Anak. Saya hadir 
sebagai Bunda Abdurahman Faiz, anak saya yang langsung mendapat undangan dari 
Komnas anak yang dipimpin Kak Seto.

Saat semua undangan termasuk saya saling bersalaman dengan Bapak Presiden dan 
Kak Seto, saya menyapanya dengan berkata, "Terimakasih undangannya, Kak Seto. 
Saya ibu Abdurahman Faiz."

Kak Seto tersenyum dan manggut-manggut dengan wajah yang telah saya akrabi 
lebih dari 27 tahun lalu. "Terimakasih juga, bu," tuturnya.

Sungguh, Kak Seto secara konsisten telah melakukan begitu banyak hal buat 
anak-anak Indonesia. Perjuangannya bahkan tergurat tulus dalam wajahnya yang 
tak pernah tampak letih dan awet itu. Ia tersenyum, ia
menitikkan airmata bersama jutaan anak-anak Indonesia.

Saya bukan orang yang mengenal Kak Seto secara pribadi, tapi hari ini saya 
ingin mengucapkan sesuatu: Terimakasih Kak Seto. Terimakasih karena kau telah 
membawa anak-anak Indonesia dalam hatimu sampai begitu jauh.
Terimakasih karena kau selalu peduli pada senyum, pada tangisan, pada semua 
yang mereka hadapi, apa pun itu...

Dari luar kamar, sayup-sayup suara anak saya Faiz terdengar ingin tahu.
"Bunda, memangnya waktu Bunda sebesar aku, Kak Seto sudah ada? Dia kan masih 
muda, Bunda...."


(Helvy Tiana Rosa) http://helvytr.multiply.com



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn more.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke