MEDIA INDONESIA
Sabtu, 26 Maret 2005
OPINI
Republik Hancur-hancuran
Danarto; Budayawan
BURUH minta bonus. Sebanyak 4.000 orang buruh PT Panasonic Manufacturing
yang ngendon di Bogor mogok, sehingga produksi macet total. Para buruh menuntut
bonus dua bulan gaji penuh supaya dibayarkan.
Pegawai minta sogok. Departemen Agama Nanggroe Aceh Darussalam minta uang
pendaftaran sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000 kepada setiap orang dari 2.000
orang lebih calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melakukan registrasi ulang.
Uang yang terkumpul bisa mencapai Rp100 juta sampai Rp250 juta untuk membayar
gaji tiga orang karyawan yang mengurusinya.
Aparat minta rokok. Seorang pemulung yang dikenai wajib lapor seminggu
sekali karena tersangkut tindakan pencurian, diharuskan menyetor rokok kepada
aparat yang bertugas.
Aparat minta komisi Rp10 miliar. Sebuah bank di Jakarta melapor karena
hampir kebobolan sekitar Rp170 miliar, 'ditantang' untuk berani membayar komisi
sekitar Rp10 miliar kepada aparat jika berhasil menangkap penjahatnya.
Petugas Bea Cukai minta uang. Sebuah perusahaan diharuskan membayar
sejumlah uang kepada lebih dari tiga orang petugas Bea Cukai yang mengurusi
surat-surat perusahaan itu.
Kelaparan berlarut-larut. Masalah kelaparan di Lembata, Nusa Tenggara
Timur, masih belum teratasi secara tuntas karena kondisi jalan yang mempersulit
pengiriman bantuan.
Takut revolusi sosial. Putera Sampoerna dari PT HM Sampoerna yang menjual
sahamnya, mengantongi uang tunai sekitar Rp18 triliun lebih dari Philip Morris
International. Penjualan yang mengejutkan itu tidak karena dipicu oleh
keuntungan yang merosot terus dari tahun ke tahun, melainkan situasi bangsa
yang carut-marut bisa meletuskan revolusi sosial setiap saat.
Konflik DPR sontoloyo. Pertengkaran antaranggota DPR yang dihasut oleh
kenaikan harga BBM bisa bikin macet daya kontrol mereka terhadap pemerintah.
'DPR sontoloyo!' teriak seseorang sehabis membaca koran yang memberitakannya.
Sopir taksi setor Rp30.000 setiap hari. Akibat kenaikan harga BBM
mengharuskan setiap sopir taksi setor Rp30.000 setiap hari kepada SBY. Begitu
celetuk setiap sopir taksi sambil terbahak. Jumlah uang itu yang seharusnya
bisa dibawa pulang senilai 10 kg beras, terpaksa dibayarkan untuk mengejar
harga bensin bagi taksi mereka.
Di mana-mana, rakyat antre minyak tanah dan air bersih. Distribusi minyak
tanah dan air bersih yang seret menyebabkan harga minyak tanah dan air bersih
melambung. Rakyat menangis.
Ali Sadikin masuk surga. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, 1966-1977,
mendesak pemerintah untuk memberikan payung hukum bagi bisnis judi di Jakarta.
Perkiraan tokoh berusia 78 tahun yang masih lantang dengan ide-idenya itu meski
sudah menjadi rakyat biasa, dalam bisnis judi Jakarta bisa meraup Rp15 triliun
per tahun. Dan itu sangat bermanfaat bagi rakyat miskin. Ali Sadikin bersedia
dicemplungkan ke neraka demi ide judinya itu. Semoga Allah Yang Maha Kepujian
mengaruniai surga Ali Sadikin sekeluarga turun-temurun karena masih terus
memikirkan rakyat miskin yang sebenarnya sudah bukan menjadi tanggung jawabnya
lagi.
Flu burung kembali mengganas. Jawa Barat dan Sulawesi Selatan kembali
diserang flu burung. Sebanyak 24.000 ekor ayam mati. Seorang peternak dari
Sulawesi Selatan minta kompensasi bagi ternaknya yang mati akibat flu burung
itu, sebagaimana di Jawa para peternak mendapatkannya.
Pejabat, polisi, tentara, berdagang kayu. Ribuan batang kayu gelondongan
penebangan liar (illegal logging) diamankan di Papua. Menjaring 47 orang
tersangka dan 13 cukong Malaysia, pencurian kayu yang bernilai miliaran rupiah
ini melibatkan pejabat, polisi, dan tentara.
Korupsi di DPRD, rebutan tender triliunan rupiah, rebutan Pulau Ambalat
antara Indonesia dan Malaysia, bom kembali meledak, perkelahian antarwarga,
demonstrasi mahasiswa yang setiap hari terjadi menentang kenaikan harga BBM,
korupsi terus menggerogoti bahkan Jakarta dinyatakan sebagai kota terkorup,
semua itu menyebabkan keadaan kacau-balau.
Betapa menyedihkan, pemerintahan Indonesia Bersatu menjadi republik
hancur-hancuran. Dari segi mana saja, Indonesia Bersatu sedikit pun tak mampu
mengesankan sebuah pemerintahan yang baik. Rakyat miskin, mahasiswa, para
cendekiawan, tak mendapat sinyal harapan dari pemerintah. Dengan kenaikan harga
BBM, jumlah rakyat miskin ternyata bertambah. Bahkan di daerah yang memiliki
kekayaan alam melimpah seperti Papua dan Kalimantan Timur, jumlah warga miskin
cukup tinggi.
Ketika kebutuhan dasar rakyat tak terpenuhi, tak ada artinya lagi kita
berbicara tentang hukum sebagai panglima dan keadilan sebagai landasan kerja.
Rakyat miskin sampai mendirikan bangunan tempat tinggal di tengah jalan tol
karena ganti rugi tanah belum beres. Jika sudah mentok seperti ini, ke mana
keadilan dicari. Para pejuang keadilan sampai baku mulut di tempat terhormat
mencoba memperjuangkan keadilan bagi rakyat, namun tak membuahkan hasil. Di
mana-mana rakyat menangis, namun para eksekutif, legislatif, dan yudikatif,
saling berebut meminta tambahan fasilitas.
Para menteri yang dulu melakukan sidak (inspeksi mendadak) di pusat-pusat
paling rawan gangguan, demi mempermudah urusan kesejahteraan rakyat, tak
meninggalkan bekasnya sama sekali. Artinya, keperkasaan kekuasaan yang
diembannya itu jangankan menghapus ketidakadilan tak juga mampu mengurangi
kejahatan.
Rakyat di satu pihak menjadi lebih sengsara hidupnya, di sisi lain
dijadikan komoditas oleh siapa saja yang berkesempatan. Di mana-mana telah
berdiri 'pasar kaget' dengan barang dagangan rakyat jelata.
Sampai Abdul Munir Mulkhan, seorang cendekiawan dari UIN Sunan Kalijaga,
Yogya, yang produktif menulis esai, mengharapkan munculnya Semar. Menurut
pandangannya, Semar di sini adalah seorang Imam Mahdi yang sanggup menolong
bangsa dan mengangkatnya ke taraf yang mulia.***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/