Mereka otoriter tapi tidak mempunyai moral dan mental yang bagus. Alias Islam KTP. Itu saja. Kalo saya merujuk kepada Umar Bin Khatab, itu karena kalau saya merujuk kepada Kanjeng Nabi SAW...orang akan bilang...waah terang aja dia rasulullah...yang gak mungkin bisa ditiru secara keseluruhannya.
Memang gak ada sekarang ini orang yang bermental seperti Umar Bin Khattab ra tsb..yang kepada kejahatan...amat tegas hukumnya dan kepada dhua'fa amat tegas kasihnya...Gak mencampurkan urusan pribadi dan negara. Itulah kenapa negara2 Islam itu kebanyakan dodol duwel. Mana ada pemimpin negara yang mo pake baju sederhana. Mana ada pemimpin negara yang mau jadi dhuafa'. Kalopun ada, dibilang munafik...he..he...Mana ada pemimpin negara yang dalam keadaan sekaratnya masih inget malu karena disaku bajunya masih ada duit... Kalau aja Soeharto adalah seorang yang memahami iman dan islam yang kuat, tentu dia tak akan mengumpulkan harta untuk anak cucu dan kroninya, meskipun lingkungannya menghendaki demikian. Bagi orang yang mau belajar dari sejarah, tentu akan faham kalau kedigjayaan Islam dahulu adalah karena pribadi sang pemimpin kanjeng Nabi SAW dan para khulafaurrasyidin, kesadaran insani (iman dan islam), serta 'engeh' thdp realitas sosial...Masa lalu adalah pelajaran, masa depan adalah cita-cita. Gak masalah tatanan bangsa mau kayak apa di Arab, di Barat, di Indonesia, di Cina toh Islam banyak mempunyai pilihan hukum (kan banyak mazhab, ada ilmu fiqih...ada syariah...). Tatanan kayak apapun bentuknya, kalau pemimpinya aware terhadap hukum dan kemiskinan (seperti yg dimiliki Umar bin Khattab ra)...kan asik tenan...Indonesia sekarang ini dah kayak arab jaman jahiliyah...??? Diperlukan seorang pemimpin yang bisa membawa umat sekian banyak ini ke tujuan yang sama...Namun yaitu..kalu cuma lima tahun...gak cukup kayaknya utk Indonesiaku ini. wassalam, --- In [email protected], Arriko Indrawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Amin... > mudah2an saya memiliki mentalitas or moralitas yang tinggi. > Saya yakin anggota millist ini juga demikian... buktinya > semua pada jago mengkritisi.... :o)) > > Mbak Lina masih ingat jaman Suharto, Pemerintahan yg otoriter?? > Bagaimana dg Burma, junta militer?? Afganistan jaman Taliban?? Sudan?? > Ada positifnya, tapi banyak negatifnya.... > > Itulah resiko kalo negara dipimpin oleh pemimpin otoriter... > Apalagi kalo mentalitasnya buruk... punya kuasa, dg atas nama agama pula... > Menurut saya itu sangat berbahaya.... > > Umar Bin Khattab ra itu masa lalu, mbak.... > Wake up...!!! Saat ini, jaman sudah berubah... > Tatanan bangsa Indonesia juga berbeda > dg bangsa Arab dijaman Umar Bin Kattab... > > Menurut mbak Lina, siapa di antara bangsa ini > yg sekaliber spt Umar Bin Khattab?? > Menurut saya tdk ada!! > Kalo cuma mirip mukanya...atau jenggotnya > mungkin ada... :o) > > Sistem di barat bisa berjalan karena > mentalitas dan moralitas dlm mengemban tugas, > setidaknya, lebih baik dari bangsa ini, > untuk masa lalu dan saat ini.. > > Beberapa di antara aparat pemerintah mereka > mungkin masa bodoh dg agama...bahkan atheis... > Tapi, mereka bertindak dan berbuat mendekati > yg diajarkan di dlm agama.... > Makanya, mereka bisa membawa kemajuan bagi bangsanya... > > Mereka juga mengalami jatuh dan bangun untuk dapat mencapai > hasil saat ini.. > > Pengamalan nilai-nilai moral dan mental yg baik... > itu yg lebih penting daripada hanya sekedar > tegaknya negara Agama.... > > Saya yakin bangsa ini bisa juga spt negara-negara maju, > bila : > 1. kita mempunyai visi bersama untuk kemajuan bangsa... > 2. mempunyai tekad yg kuat untuk mencapainya... > 3. Mengutamakan kepentingan seluruh anak bangsa dalam berpikir > 4. mengedepankan kejujuran dan itikad baik dalam mengambil keputusan > dan bertindak.... > 5. Bekerja dg keras untuk mencapainya... > 6. Tegakkan hukum.... > > Contoh negara yg sdh melakukannya : Korea Selatan. > Bisakah aparat kita melakukannya??? > > Saya yakin, siapapun pemimpinnya, apapun sistemnya.... > Kita bisa bergerak maju bersama.... > Kita bisa lebih baik dari Korea Selatan... > Bila kita semua mau jujur membenahi diri.... > > Jadi, nggak usah repot-repot mengganti dasar negara... > tambahkan aja yg kurang.... > > > Indonesia Raya Majulah, Majulah... > Hiduplah Indonesia Raya... > > Arriko I > > > ps : Selamat berlibur panjang buat semuanya.... > Selamat Paskah untuk anggota millist yg beragama Kristen... > > =============== > > Date: Thu, 24 Mar 2005 03:10:12 -0000 > From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Sistem berbahaya Re: Re: Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka > > > Dalam pengamatanku, bangsa ini memang mesti di pimpin oleh seorang > yang otoriter, tapi perlu pemimpin otoriter yang (katanya dik > Arriko) punya mentalitas or moralitas yang tinggi. Jadi bayangan > saya adalah seperti pemimpin Umar Bin Khattab ra. > > Bangsa ini gak bisa dirubah dalam waktu 5tahun....mesti 40 tahun > juga mungkin. Nah kalo butuh 40tahun berubah, tapi orangnya gonta- > ganti mulu dan sistem gonta ganti juga, piye toh? > > Sosio kultur bangsa ini memang butuh khilafah islamiyah. Sayangnya > musuh Islam itu takut bener ama istilah begini, maka dibuatlah > image2 Islam radikal...Islam Liberal...etc...orang dibuat alergi > sama kata Islam. > > Kalo barat memang gak butuh pemimpin model gini, ya silakan krn > memang sosio kulturnya memungkinkan. Tapi, jangan kemudian mereka > meaksakan kenegara orang yang sosio kulturnya beda! > > Eksperimen yang sampeyan sebutkan itupun secara tersirat telah > BERHASIL memberikan suatu pelajaran, bahwa...waktu memerintah yang > panjang sangat dibutuhkan untuk merubah suatu paradigma dalam > negara... > > Sekali lagi sistem apapun (mau demokrasi, mau 5tahun sekali ganti, > mau seumur hidup etc..etc...sekalipun komunisme) asal pemimpinnya > mempunya moral dan mentalitas baik dan tinggi....bisa lama > berkuasa...that's it! > > Bangsa ini dewan kongresnya amburadul, jadi sulit mengharapkan > mereka...tidak pernah tercipta sistem baik yg bisa bertahan lama... > Bangsa ini belum mampu kearah situ, jadi jangan cuma asal jiplak > dari negara maju itu. Bangsa ini harus bisa mengaca dirinya sendiri. > > Masalahnya, mungkin kita gak menjiplak tapi telah didikte: bahwa > Islam itu horor!. Buat umat Islam juga, dah tau musuh gak demen > simbol2 agama Islam kayak gitu, ya udah ngalah aja disini yang > penting nilai2 islaminya bisa masuk dulu. Berdakwah lah dgn akhlak > seperti AA Gym bhw Islam itu indah, rahmatan lil alamiin, Islam itu > damai..tapi Islam itu juga tegas..melindungi yang lemah... > > just a thought. > > wassalam > > --- In [email protected], Robertus Budiarto > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aku terus terang mesti check lagi ama Mbak Lina, > > > > apakah yg anda maksud sistem khilafah islamiyah itu one man show > dan waktu nya nggak terbatas? > > > > Kalau jawabannya ya, maka aku dengan terpaksa menolak ide ini > walaupun niatannya baik. Nah sistem one man show dan masa yg tak > terbatas kan udah kita coba selama lebih dari 30 tahun. Dimulai dgn > jatuhnya BK dalam Diktatorisme sampai Diktator gaya Mafia Suharto. > Apa akibatnya???? Permasalahan SISTEMIK yang akut. Bahkan banyak > ahli jg sdah mengatakan era Suharto, budaya bangsa ini telah hancur. > > > > Eksperimen dgn sistem diktatorial telah kita jalani selama kira- > kira 40 tahun dan gagal. Sudah saatnya sistem diktatorial entah itu > sekular ataupun agamis sebaiknya kita buang jauh-jauh. > > > > Salam > > > > Bobby B > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

