--- In ITB74:
mbakyu
Nias saja lihatlah, RAKYAT MENANGIS
bantuan belum ada,  mayat bergelimpang tertindih bangunan
padahal bantuan luarnegeri sudah "ditundung"
lagi-lagi KALLA dengan satkorlak dll
Menkes Fadila, Mensos sampai Mendiknas masih sembunyi
Yudhoyono esok katanya mau datang
apa ke NIAS, apa bawa makanan dan pakaian
lihatlah
semua petinggi politisi pada jogedan ndangdut
padahal rakyat tercabik-cabik
para profesional, biasa, pada asyik cuci tangan
paling jauh nonton
padahal merekalah (banyak) pendukung KALLA
ini sungguh mengerikan

tak perlu tunggu imam mahdi-imam mahdian
kita harus terjun ke rakyat
jangan duduk-duduk

negeri ini arsipelago
jangan bantuan ditumpuk di daratan aceh melulu
entah apa KALLA dan otak icalnya tahu itu

marilah kita
apapun yang bisa kita buat
jangan omdo (apalagi disorot kamera) 
yang implisit masih "I don't care"
karena bilang "mau koordinasikan langkah awal"
ibarat Mentan Apriyantono yang masih juga gak mudeng NTT
dan lain-lain itu (pahlawan kesiangan sekali)

para mentrinya makin tampak
gak mampu benahi instansi masing-masing
apalagi koordinasi

orang BPPT malah NJEPLAK
oo... Nias aman tiada tsunami
ini rai gedheg betul
perlu diruwat

konyolnya juga
masih gentayangan itu manusia-manusia "ayat"
partisan provokatif, di milis-milis publik

fuih fuih
kapan tobatnya

salam dari daerah



--- In ITB74 "Wika Giawasti" wrote:
> Wah serem ya mas, jadi anak cucu kita kira2 mau dibawa 
kemana ya.
> Kalau saya mampu sih apa dikirim ke ln aja.
> Jadi sebenernya salahnya dimana ya? Apakah pemerintah Indonesia 
Bersatu yang
> nggak becus, atau ini adalah warisan dari 37 tahun yang untuk 
memperbaiki
> atau mengembalikan ke "jalan yang benar" juga sangat2 tidak mudah.
> 
> Mudah2 an "Imam Mahdi" segera turun ke kancah negara Indonesia 
tercinta ini.
> 
> Aya
> 
> 
> -----Original Message-----
> Subject: [ITB74] Fwd: Republik Hancur-hancuran
> 
> 
> 
> 
> BARU NYAHO KHAN
> SIAPA SURUH PILIH...
> TAPI JKT BELUM GEMPA KOK
> (BARU KALLA MERASAKAN?)
> 
> 
> ---
> 
> 
> Republik Hancur-hancuran
> 
> BURUH minta bonus. Sebanyak 4.000 orang buruh PT Panasonic
> Manufacturing yang ngendon di Bogor mogok, sehingga produksi macet
> total. Para buruh menuntut bonus dua bulan gaji penuh supaya
> dibayarkan.
> 
> Pegawai minta sogok. Departemen Agama Nanggroe Aceh Darussalam 
minta
> uang pendaftaran sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000 kepada setiap
> orang dari 2.000 orang lebih calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang
> melakukan registrasi ulang. Uang yang terkumpul bisa mencapai Rp100
> juta sampai Rp250 juta untuk membayar gaji tiga orang karyawan yang
> mengurusinya.
> 
> Aparat minta rokok. Seorang pemulung yang dikenai wajib lapor
> seminggu sekali karena tersangkut tindakan pencurian, diharuskan
> menyetor rokok kepada aparat yang bertugas.
> 
> Aparat minta komisi Rp10 miliar. Sebuah bank di Jakarta melapor
> karena hampir kebobolan sekitar Rp170 miliar, 'ditantang' untuk
> berani membayar komisi sekitar Rp10 miliar kepada aparat jika
> berhasil menangkap penjahatnya.
> 
> Petugas Bea Cukai minta uang. Sebuah perusahaan diharuskan membayar
> sejumlah uang kepada lebih dari tiga orang petugas Bea Cukai yang
> mengurusi surat-surat perusahaan itu.
> 
> Kelaparan berlarut-larut. Masalah kelaparan di Lembata, Nusa 
Tenggara
> Timur, masih belum teratasi secara tuntas karena kondisi jalan yang
> mempersulit pengiriman bantuan.
> 
> Takut revolusi sosial. Putera Sampoerna dari PT HM Sampoerna yang
> menjual sahamnya, mengantongi uang tunai sekitar Rp18 triliun lebih
> dari Philip Morris International. Penjualan yang mengejutkan itu
> tidak karena dipicu oleh keuntungan yang merosot terus dari tahun 
ke
> tahun, melainkan situasi bangsa yang carut-marut bisa meletuskan
> revolusi sosial setiap saat.
> 
> Konflik DPR sontoloyo. Pertengkaran antaranggota DPR yang dihasut
> oleh kenaikan harga BBM bisa bikin macet daya kontrol mereka
> terhadap pemerintah. 'DPR sontoloyo!' teriak seseorang sehabis
> membaca koran yang memberitakannya.
> 
> Sopir taksi setor Rp30.000 setiap hari. Akibat kenaikan harga BBM
> mengharuskan setiap sopir taksi setor Rp30.000 setiap hari kepada
> SBY. Begitu celetuk setiap sopir taksi sambil terbahak. Jumlah uang
> itu yang seharusnya bisa dibawa pulang senilai 10 kg beras, 
terpaksa
> dibayarkan untuk mengejar harga bensin bagi taksi mereka.
> 
> Di mana-mana, rakyat antre minyak tanah dan air bersih. Distribusi
> minyak tanah dan air bersih yang seret menyebabkan harga minyak
> tanah dan air bersih melambung. Rakyat menangis.
> 
> Ali Sadikin masuk surga. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, 1966-
1977,
> mendesak pemerintah untuk memberikan payung hukum bagi bisnis judi
> di Jakarta. Perkiraan tokoh berusia 78 tahun yang masih lantang
> dengan ide-idenya itu meski sudah menjadi rakyat biasa, dalam 
bisnis
> judi Jakarta bisa meraup Rp15 triliun per tahun. Dan itu sangat
> bermanfaat bagi rakyat miskin. Ali Sadikin bersedia dicemplungkan 
ke
> neraka demi ide judinya itu. Semoga Allah Yang Maha Kepujian
> mengaruniai surga Ali Sadikin sekeluarga turun-temurun karena masih
> terus memikirkan rakyat miskin yang sebenarnya sudah bukan menjadi
> tanggung jawabnya lagi.
> 
> Flu burung kembali mengganas. Jawa Barat dan Sulawesi Selatan 
kembali
> diserang flu burung. Sebanyak 24.000 ekor ayam mati. Seorang
> peternak dari Sulawesi Selatan minta kompensasi bagi ternaknya yang
> mati akibat flu burung itu, sebagaimana di Jawa para peternak
> mendapatkannya.
> 
> Pejabat, polisi, tentara, berdagang kayu. Ribuan batang kayu
> gelondongan penebangan liar (illegal logging) diamankan di Papua.
> Menjaring 47 orang tersangka dan 13 cukong Malaysia, pencurian kayu
> yang bernilai miliaran rupiah ini melibatkan pejabat, polisi, dan
> tentara.
> 
> Korupsi di DPRD, rebutan tender triliunan rupiah, rebutan Pulau
> Ambalat antara Indonesia dan Malaysia, bom kembali meledak,
> perkelahian antarwarga, demonstrasi mahasiswa yang setiap hari
> terjadi menentang kenaikan harga BBM, korupsi terus menggerogoti
> bahkan Jakarta dinyatakan sebagai kota terkorup, semua itu
> menyebabkan keadaan kacau-balau.
> 
> Betapa menyedihkan, pemerintahan Indonesia Bersatu menjadi republik
> hancur-hancuran. Dari segi mana saja, Indonesia Bersatu sedikit pun
> tak mampu mengesankan sebuah pemerintahan yang baik. Rakyat miskin,
> mahasiswa, para cendekiawan, tak mendapat sinyal harapan dari
> pemerintah. Dengan kenaikan harga BBM, jumlah rakyat miskin 
ternyata
> bertambah. Bahkan di daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah
> seperti Papua dan Kalimantan Timur, jumlah warga miskin cukup 
tinggi.
> 
> Ketika kebutuhan dasar rakyat tak terpenuhi, tak ada artinya lagi
> kita berbicara tentang hukum sebagai panglima dan keadilan sebagai
> landasan kerja. Rakyat miskin sampai mendirikan bangunan tempat
> tinggal di tengah jalan tol karena ganti rugi tanah belum beres.
> Jika sudah mentok seperti ini, ke mana keadilan dicari. Para 
pejuang
> keadilan sampai baku mulut di tempat terhormat mencoba
> memperjuangkan keadilan bagi rakyat, namun tak membuahkan hasil. Di
> mana-mana rakyat menangis, namun para eksekutif, legislatif, dan
> yudikatif, saling berebut meminta tambahan fasilitas.
> 
> Para menteri yang dulu melakukan sidak (inspeksi mendadak) di 
pusat-
> pusat paling rawan gangguan, demi mempermudah urusan kesejahteraan
> rakyat, tak meninggalkan bekasnya sama sekali. Artinya, keperkasaan
> kekuasaan yang diembannya itu jangankan menghapus ketidakadilan tak
> juga mampu mengurangi kejahatan.
> 
> Rakyat di satu pihak menjadi lebih sengsara hidupnya, di sisi lain
> dijadikan komoditas oleh siapa saja yang berkesempatan. Di mana-
mana
> telah berdiri 'pasar kaget' dengan barang dagangan rakyat jelata.
> 
> Sampai Abdul Munir Mulkhan, seorang cendekiawan dari UIN Sunan
> Kalijaga, Yogya, yang produktif menulis esai, mengharapkan 
munculnya
> Semar. Menurut pandangannya, Semar di sini adalah seorang Imam 
Mahdi
> yang sanggup menolong bangsa dan mengangkatnya ke taraf yang
> mulia.***
> 
> Sumber: Republik Hancur-hancuran oleh Danarto - Media Indonesia, 26
> Maret 2005
> --- End forwarded message ---
--- End forwarded message ---






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke