This is my last posting..

(Untuk Sdr. Yustam)

Argumentasi yang perlu ditanggapi adalah argumentasi
yang mendasar. Bukan argumentasi ngawur yang hanya
menghasilkan debat kusir yang berkepanjangan (dan
dengan sangat menyesal saya bahkan ikut terlibat dalam
debat kusir yang kontraproduktif ini) 

Saya tidak perlu (dan tidak akan pernah) menanggapi
argumentasi yang ditulis dengan tingkat
intelektualitas rendah dan penuh dengan hujatan(simak
gaya bahasa, simak cara Anda menulis, Anda akan tahu
siapa yang terbiasa berargumen dengan jernih,
terstruktur, dan memaparkan isi materi yang hendak
ditampilkan. Maaf, yang terakhir ini jelas bukan
merujuk pada Anda).

Istilah ngambek yang Anda pakai pun tidak tepat ketika
saya memberi tanggapan yang santun untuk statement
yang sangat tidak berakal.

Jadi, kalau Anda (dan beberapa orang di sini) sudah
mulai belajar menulis dengan santun, berargumen dengan
benar (dan tidak membabi buta memaksakan keyakinannya
pada orang lain), saya akan dengan senang hati
menanggapi, dengan semua isi kepala saya.

Selama Anda masih menulis dengan gaya yang kasar, dan
selera bahasa yang rendah, Maaf saja, Anda bukan
partner berdebat yang setara dengan saya.

Learn to expres yourself with attitude. 

Salam,
Uly Siregar



--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> 
> argumen itu kan di terima  atau tidak diterima
> dengan argumen yang lebih
> masuk akal  ..   gitu  loh  ...   kalo langsung
> dipichikkan  ...  jadi
> aneh   ...
> apalagi orangnya  ...  yang diserang adalah pribadi
> tapi argumentasinya
> tidak di sentuh  .....
> 
> kalo saya sih sudah  melihat orang pichik yang
> berantem di sidang
> anggota dpr yang terhormat  ...  tapi   kita pun
> harus maklum karena
> tingkat nya masih taman kanak-kanak    ..... wajar
> gitu loh   ...
> so  jangan ikut-ikutan jadi pichik seperti anggota
> dpr ....neh  ...
> 
> tapi memang beda antara argumen berdasarkan
> keyakinan dan
> bukan,   sampai kapanpun  kalo keyakinan sudah di
> pakai
> ujung-ujungnya  begitu  ngembik  ...  eh salah  
> ngambek  ....
> 
> 
> salam,  ngembik  ...
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> kalo argumentasi picik dibahas/ditelaah sama org2 yg
> picik juga, so jadinya
> gmn dunk.?.:))...
> jadi kesimpulannya klo ikutan diskusi bisa ikutan
> picik dunk..:))..bukannya
> gak punya argumen cuman for what gitu looh..:))..
> 
> 
> salam gak mau jadi picik neh..:))
> 
> 
> 
>                       [EMAIL PROTECTED]
> 
>                                                To:
> [email protected]
>                       03/31/2005 09:37         cc:
> 
>                       AM                      
> Subject:  Re: [ppiindia] The
> Passion of The Little People
>                       Please respond to         (The
> most stupid statement
> I've ever read)
>                       ppiindia
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ape kate ane, kan ade yang ngambek ...
> seharusnya argumentasi di telaah bukan
> di phichikin,  tapi kalo memang phichik
> biasanya wo deh,  kagak punya argumen ... sih ,
> 
> 
> salam, ngambek selalu and phichick
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Ulasan bodoh dari seorang fanatik yang memelihara
> pikiran bahwa tidak ada yang lebih baik daripada
> keyakinannya. Orang-prang seperti ini yang
> menyebabkan
> dunia menjadi tempat yang tidak akan pernah damai.
> 
> Semakin lama saya membaca posting-posting di milis
> ini, semakin yakin saya bahwa terlalu banyak
> orang-orang bodoh dan picik di ruang ini.
> Orang-orang
> yang beropini tanpa landasan yang jelas, yang
> menulis
> kalimat-kalimat hujatan tanpa tujuan apapun kecuali
> memuaskan diri untuk mengungkapkan kebencian pada
> keyakinan orang lain.
> 
> What a waste of time to join this mailist. I'm out.
> 
> Salam,
> Uly Siregar
> 
> Catt:
> Film Passion of Christ bisa dengan mudah didapat di
> toko VCD/DVD (baik versi original ataupun bajakan).
> Tidak perlu menunggu tayangan gratis di Trans TV
> kalau
> Anda memang mau keluar sedikit modal untuk memenuhi
> rasa ingin tahu Anda (apalagi Anda yang mengklaim
> diri
> sebagai kritikus film)
> 
> Hujatan dan hinaan Anda terhadap sosok Yesus di
> setiap
> kepala nasrani, bisa pula dibalas dengan hujatan dan
> hinaan terhadap sosok Nabi Muhammad yang begitu
> mulia
> bagi orang Muslim. Kalau Anda bisa dengan seenaknya
> mendeskreditkan Yesus, orang-orang Nasrani fanatik
> lainnya (semoga tidak ada orang-orang Nasrani yang
> sebodoh Anda dan tak perlu mati-matian membela Yesus
> yang memang tak perlu dibela) bisa dengan gampang
> mengolok-olok Nabi Muhammad. Intinya, hargailah
> sosok
> yang dianggap suci buat orang lain. Anda boleh tidak
> setuju terhadap sesuatu, tapi ungkapkan itu dengan
> sopan, elegan, dan bernas. Kalimat-kalimat yang Anda
> tulis hanya dengan jelas menunjukkan pada tingkatan
> mana intelektualitas Anda berada.
> 
> 
> --- emabdulah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> >
> > The Passion of The Little People
> >
> > Alhamdulillah, bisa menonton film "The Passion of
> > The Christ" versi ajaran Kristen di Trans TV.
> > Sebenarnya sudah lama saya penasaran sama film
> satu
> > ini, kayak apa sih isinya. Oh, ternyata biasa
> saja.
> >
> > Seperti juga film-film Hollywood lainnya, film
> TPTC
> > (disingkat aja ya, biar enak ngetaipnya) digarap
> dan
> > ditampilkan secar kolosal, mengadopsi kesuksesan
> > Gladiator, Hercules, dll. Backround yang riuh
> rendah
> > menggambarkan situasi zaman itu. Ada pedagang
> > pakaian, sayuran, ternak, orang mondar-mandir,
> > pertunjukan sulap, cewek yang lagi mejeng,
> > ditumpahkan dalam satu screen. Latar-latar
> bangunan
> > kumuh olahan computer graphic ala abad sebelum
> > masehi bercampur baur jadi satu dengan pohon-pohon
> > yang tidak beraturan.
> >
> > Sebagai sutradara yang masih belajar, Mel Gibson
> > tampaknya tahu betul selera pasar. Pangsa pasar
> film
> > adalah mata, bukan hati nurani. Jadi tokoh-tokoh
> > yang membintangi film TPTC digambarkan sebagai
> orang
> > yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Yesus
> > digambarkan berjenaggut tipis. Padahal jaman itu,
> > saya yakin belum ada salon yang bisa merapikan
> > janggut lelaki. Sebab kalau janggutnya lebat, gak
> > keliatan dong gantengnya Yesus. Janggut dibikin
> > tipis, sehingga para penonton bisa dengan cepat
> > jatuh kasihan melihat wajah lugu itu.
> >
> > Sang bunda Maria pun digambarkan sebagai wanita
> yang
> > cantik jelita. Bibir merah merona, wajah tanpa
> > guratan ketuaan sedikitpun. Tampangya lebih muda
> > dari sang anak. Yah, mau bagaimana lagi, itulah
> > dagangan film. Penonton suka melihat yang
> > indah-indah. Kalau bintangnya diwakili orang
> jelek,
> > tua, gak laku dong.
> >
> > Itulah sebenarnya inti daripada ajaran Kristen,
> yang
> > desebarkan oleh para pengikut Yesus, menonjolkan
> > keindahan fisik. Coba, kalau bunda Maria
> digambarkan
> > seperti ibu-ibu yang gembrot, dan Yesus berkulit
> > hitam legam seperti pengemis jalanan, saya yakin
> > gereja akan semakin sepi. Walaupun Yesus (Nabi
> Isa)
> > dan ibunya adalah orang Timur Tengah yang nota
> bene
> > berkulit gelap, di patung-patungnya selalu
> > digambarkan berkulit putih seperti orang Eropa.
> >
> 
=== message truncated ===



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke