--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Biasanya sich, kalau yg dulu beragama lain terus tertarik Islam,
> salah satu yang jadi concernnya adalah masalah Tauhid.
> 
> Saya pernah bertemu orang PITI Bandung, pak Sulaiman Ong,
> ada juga Miranda Risang Ayu, boleh juga ditambahin
> the legend Irena sebagai contohnya.

Tambahan nya nih:

Ini cerita tentang seorang anak yang mengadu kepada ibunya.

"...Saya merasa sedikit muak ketika saya mulai memutar nomor sepuluh 
digit. Akibatnya, percakapan berjalan tidak lancar. Sayapun gugup dan 
tidak nyaman. "Ada apa, Jeff?" akhirnya ibu saya bertanya.

Ibu adalah pilar agama keluarga kami. Ketika kami masih kanak-kanak, 
ibu biasa membawa kami semua ke gereja setiap minggu, memasukkan kami 
ke sekloah Katolik sampai sekolah menengah, memberi sumbangan setiap 
minggu ke gereja, merawat orang sakit dan jompo di lingkungan 
tetangga, tidak pernah mengucapkan kata kotor, dan dengan kekuatan 
cinta yang sungguh besar, ia berjuang sekuat tenaga mencegah putra-
putranya agar tidak pergi keluyuran menelusiri jalan-jalan yang 
membahayakan di kota-kota seperti Bridgeport dan Connecticut. Bagi 
saya ia lebih dari sekedar seorang ibu: ia adalah sahabat dan pahlawan 
saya. Saya pernah membuatnya kecewa. Akan tetapi, dia selalu 
mengatakan betapa ia sangat mengagumi dan menghormati saya.

"Bu, aku telah melakukan sesuatu dan aku pikir ibulah orang pertama 
yang harus mengetahui."

Sayapun angkat bicara dan merasa seperti sedang membocorkan sesuatu yg 
harusnya saya merasa malu untuk mengutarakannya, seolah-olah saya 
sedang mengakui kejahatan tertentu atau penyimpangan seks.

"Aku telah menjadi seorang Muslim" 

Ia terdengar kaget dan sangat terluka. Selama seperempat jam 
berikutnya saya merasa terjepit...

"Sebelumnya aku adalah seorang Atheis!" kata saya kepadanya. "Aku 
pikir ibu akan senang mendengar bahwa akhirnya aku menjadi seorang 
yang percaya kepada Tuhan."

"Tetapi bagaimana mungkin engkau menyembah Muhammad?" 
serunya. "Bagaimana mungkin engkau menyembah seorang manusia?"

Dengan pertanyaan itu, saya tiba-tiba melihat sebuah peluang. 
Sebelumnya, saya merasa malu dan bersalah atas apa yang telahs aya 
lakukan pada budaya, warisan, dan ibu saya. Saya sangat prihatin 
bagaimana saya nantinya dipahami--. Tiba-tiba, segala sesuatunya 
terbalik-sekarang saya merasa diatas angin-dans aya merasakan adanya 
dorongan percaya diri.

Saya menangkap momen yang pas dan bertanya kembali,"aku percaya bahwa 
peran kami justru malah sebaliknya," jawab saya. "Kaum muslim tidak 
menyembah Muhammad. Dan tidak bolehkah aku melontarkan pertanyaan ayng 
sama kepada ibu?
...
Ibu sangat ingin tahu tentang agama saya. Ia meminta saya mengirimkan 
video kuliah atau pengajian umum tentang Islam yang saya berikan. 
Dalam salah satu kunjungannya ke Kansas, ia bertanya pada saya apakah 
ia dapat mengikuti perbincangan tentang Islam di Universitas tempat 
saya dijadwalkan untuk berbicara.

Sewaktu kami pulang dari pengajian, ia mulai menjelaskan kepada saya 
bahwa sebagian besar orang perlu tetap berada dalam salah satu agama 
dalam kebudayaan mereka, bahwa tidak semua orang bisa melakukan 
perpindahan seperti yang saya lakukan dan bahwa ia yakin kalau Tuhan 
dengan rahmat-Nya memahami hal ini. Ucapan itu meluncur sangat tiba-
tiba. Saya diam saja.

Sambil memandang keluar jendela mobil, ia berujar,"Aku percaya bahwa 
agamamu memang lebih rasional daripada agamaku, dan aku memahami 
betapa Islam menarik orang-orang yang berpikir sepertimu, tetapi aku 
tidak akan pernah bisa menjadi seorang muslim."

"Bahkan aku tidak menganjurkan.." tukas saya menjelaskan.

"Aku tahu" selanya. "Aku tahu engkau memang tidak begitu.".
**************************
Begitu kisah Jeffrey Lang dan ibunya.

Banyak kok orang seperti ibunya Jeff ini. 

wassalam,








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke