gak usah jauh2 saya dan banyak teman lain yang meng-invent sesuatu ogah kok mendaftarpatenkan lebih baik jalan terjun langsung bersama rakyat. tentu kita yang di iptek berharap (jangan identikkan dg culun2 di "lembaga iptek" ya) teman2 praktisi hukum bertobatlah buktikan hukum tegak, karya membanjir... mensejahterakan rakyat. ngilo githok lalu berbuat jangan suka mimpi en koar doank. wasalam
--- In [email protected], Carla Annamarie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > yg paling penting..penegakkan hukum dan kepastian hukum.., even sebagus > apapun tp kalo implementasinya gak ada dan gak da law enforcementnya..it's > completely zero... > > segala sesuatu bersumber pada hukum, tapi hukum materiil dan hukum formiil > mesti saling melengkapi, dan aparat penegak hukum kudu bisa berfungsi > optimal..., UU dibuat utk dijalankan bukan untuk disalahgunakan.., yang > paling penting harus ada konsep pemisahan kekuasaan/wewenang dari > eksekutif, legislatif dan yudikatif.. (indo menganut trias politika yang > pada prakteknya bnyk conflict of interest) , minimalisasi multifungsi > jabatan, conflict of interest harus dideteksi sejak dini, intinya > penegakkan hukum dan kepastian hukum harus dijalankan secara comprenhensif > dan real > > > > "antonhartomo" > <[EMAIL PROTECTED] To: [email protected] > oo.com> cc: > Subject: [ppiindia] Re: Perlukah Pedoman Pelengkap > 04/05/2005 11:17 Pancasila? >> ? > AM > Please respond to > ppiindia > > > > > > > > > gagasan sdr ini sangat mengenaskan - kayak orang bingbing > negara-bangsa NKRI berPANCASILA adalah FINAL > soal korupsi dll itu soal praksis-lapangan > jangan keblinger, sayang... > waspada waskita sajalah > seraya masing2 dewasakan iman > juga dalam perbuatan > salam santi damai > > > > > --- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Melihat samarnya isi Pancasila, sehingga banyak > > pejabat korup menceramahi anak buah atau rakyatnya > > dengan Pancasila, mungkin kita perlu pedoman pelengkap > > Pancasila yang lebih gamblang dan jelas dimengerti. > > > > Misalnya: > > Pedoman Pelengkap Pancasila > > 1. Dilarang korupsi. Kalau korup, harus dihukum mati > > 2. Dilarang menerima komisi. Kalau menerima komisi > > harus dipecat. > > 3. Dilarang pakai mobil mewah (mercy, BMW, volvo, > > Jaguar, dsb). Kalau memakai dijual untuk rakyat > > 4. Dilarang punya rumah dengan luas bangunan/tanah > > lebih dari 500 meter (kalau bukan petani/petambak). > > Kalau lebih, diserahkan kepada negara. > > 5. Dilarang jalan2 ke luar negeri lebih dari 2 x dalam > > sebulan. > > 6. Dilarang punya gaji lebih dari 40 x UMR. Kalau > > lebih, diserahkan kepada panti asuhan, dsb. > > > > Sisanya silahkan tambahkan sendiri. > > > > Nah kalau peraturannya begitu jelas, sehingga bisa > > dimengerti oleh anak SD, mungkin para pejabat juga > > bisa mengerti dan mengamalkannya. Betul tidak? > > > > --- RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > Pancasila, sebenarnya, dimata saya samasekali bukan > > > falsafah, namun > > > sekedar slogan indoktrinasi, yang di utak atik > > > sesuai kebutuhan > > > penguasa. Dahulu kaum Sukarnoist meng-utak utik > > > untuk menciptakan > > > pembenaran policy pemerintah. Lalu dimasa Suharto. > > > Sampai kini. > > > > > > Penguasa akan selalu mencoba menunggangi wacana > > > wacana. Ini termasuk > > > instink kekuasaan. Pembenaran serta pelanggengan > > > kekuasaan. > > > > > > Mengenali kenyataan, bahwa kaum elit yang menguasai > > > negara dan > > > ekonomi, adalah langkah pertama. Langkah kemudian > > > ialah mengembangkan > > > wacana, bagaimana kekayaan bangsa diatur sedemikian > > > rupa, hingga > > > dinikmati orang banyak. banyak jalan: melalui pajak > > > yang lalu > > > didistrubusikan pada kelompok pelaku ekonomi > > > tertentu. Ini dilakukan > > > di Uni Eropa, misalnya dibidang pertanian dan > > > perikanan. > > > > > > Selama pemilikan sarana ekonomi belum terbagi > > > proportional, maka > > > kehidupan bangsa akan tetap miring miring bagai > > > kapal mau tenggelam. > > > > > > Di Austria, Swiss dll, wilayah wilayah wilayah > > > tourisme (terutama > > > sentra sport ski), memperlihatkan kemakmuran > > > dikalangan penduduk, > > > dari pemilik penginapan, resto, perusahaan > > > transport, pedagang, dll. > > > Di Nusantara, ada pulau Bali, yang merupakan sentra > > > tourisme > > > besar2an, namun rakyat kebanyakan masih menjadi > > > penonton. > > > > > > Ada wilayah pengolahan migas, dimana rakyat menjadi > > > penonton. Dst. > > > > > > Salam > > > > > > danardono > > > > > > > > Bacalah artikel tentang Islam di: > > http://www.nizami.org > > > > > > > > __________________________________ > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Personals - Better first dates. More second dates. > > http://personals.yahoo.com > > > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

