Disini Anda menyebutkan essensi yang sangat mutlak:

"...ketika seorang manusia mengembangkan daya nalarnya sampai batas 
yang tak terhingga, justeru saat itu dia sedang mensyukuri karunia 
tuhan berupa otak/akal.... dia seorang yang beriman... jadi ada 
hubungan antara iman dan ilmu..."

a) pencerahan nalar yang seseorang dapatkan dalam berilmiah, adalah 
berasal dari sang Pencipta, yang dipuja dalam tiap agama. 
kekuatan "gaib" ini datang bukan dari agama itu, atau dalam memeluk 
agama itu, namun dari sang Khalik.

b) seorang genie seperti Einstein tak menggeluti iman (juga tak 
menyangkal adanya Ilahi), ketika dia membuahkan karya ilmiah. 
Demikian juga Newton, dll.

c) hubungan antara ilmu itu BISA ada pada orang tertentu, tetapi 
tidak dalam artian kausal. Karena itu, tak dapat disimpulkan:

1) saya berilmu karena saya beriman, juga tidak
2) saya beriman karena saya beilmu.

Ad a) Ada manusia yang tak menggeluti iman (tidak selalu berarti 
atheis lho), yang berhasil membuahkan karya ilmiah. Contohnya banyak 
sekali.

Ad b) Orang beriman, tak selalu ahli ilmiah. Bahkan mungkin juga tak 
berpendidikan samasekali.

Last but not least, Anda katakan: "iman adalah kepercayaan yang dapat 
diuji". Ada kata bersayap dalam bahasa Jerman "Lassen wir doch einmal 
die Kirche im Dorf". Artinya, marilah kita sejenak, tinggalkan soal 
kepercayaan disamping (im Dorf arti kiaan "kita tinggalkan didesa", 
karena disetiap desa ada gereja).

Professor saya di Universitas Wina, dalam kuliah mathematika untuk 
jurusan ekonomi (economiterics), menghardik seorang mahasiswa, yang 
secara kedodoran menjawab pertanyaan mathematis ""Ja, glaube schon" 
("ya aku sih percaya itu). Sang professor mengatakan: "Glauben? Sind 
wir in der Kirche?". Artinya "Percaya? Emangnya kita digereja?".

Anda tak akan pernah mampu menerangkan mengenai konsep Trinitas yang 
menjadi inti iman Kristiani pada saudara saudara yang Non Kristen, 
secara ilmiah. Ini tak dapat diuji. Hanya diimani.

Juga adanya surga dan neraka, dosa asal dari Adam dan Hawa. Ini semua 
harus kita imani.

Hasil ilmu pengetahuan juga tak selalu harus sejajar dengan ajaran 
iman. Manusia mengembangkan bom atom dan senjata senjata pemusnah 
lainnya, yang tak terbayangkan daya mautnya, walau tiap iman 
mengajarkan: "Jangan membunuh". Kita berhasil menemukan methoda untuk 
birth control yang secara imani Katholik dikutuk.

Salam

danardono








--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> "...Ada lho, teman kuliah saya, yang men-DO-kan diri dari
> fakultas kedokteran, karena menurut dia agama melarang
> praktek bedah mayat ketika belajar di smester 2 ?..."
> 
> (dari pak ari condro)
> 
> 
> "...Juga AS dan Eropa mengembangkan tekhnologi bukan karena
> mereka Kristiani. Disaat yang sama, terdapat kegelapan bathiniah dan
> tahyul mentakhyul di Amerika Latin, yang juga Kristiani!..."
> 
> (dari pak danardono)
> 
> 
> dalam pengertian agama yang formal, contoh yang diangkat pak ari dan
> pak danardono itu menunjukkan agama berakibat buruk pada
> ilmu pengetahuan...
> 
> tapi, menurut saya, ketika seorang manusia mengembangkan daya
> nalarnya sampai batas yang tak terhingga, justeru saat itu dia 
sedang
> mensyukuri karunia tuhan berupa otak/akal.... dia seorang yang 
beriman...
> jadi ada hubungan antara iman dan ilmu...
> 
> iman adalah kepercayaan yang bisa diuji... ilmu adalah buah dari 
akal,
> sesuatu yang juga bisa diuji... tak heran dalam agama ada banyak
> sekali kalimat-kalimat tentang "iman, ilmu dan ujian"....
> 
> maka saya membaca fakta yang diajukan pak ari dan pak danardono
> dengan kacamata terbalik:
> 
> mahasiswa yang meninggalkan kuliahnya karena alasan agama itu
> justeru kurang beriman....
> 
> amerika dan eropa yang mengembangkan teknologi itu justeru beriman
> kendati secara lahir tak mengaku keberadaan tuhan...
> 
> amerika latin yang penuh kegelapan dan tahyul itu justeru kurang
> beriman kendati lahirnya penuh simbol agama....
> 
> btw, orang beragama atau tak beragama tetap mengakui adanya zat yang
> maha besar diluar dirinya... orang beragama menyebutnya sebagai
> tuhan, kendati dengan nama yang berbeda-beda.... orang kristen
> menyebut dengan yesus, orang islam memanggil sebagai allah, dst,
> 
> dan fisikawan (kadang-kadang mereka menyebut dirinya ateis,
> kadang-kadang freelance monotheism karena malas
> beragama hehehe...) menyebutnya sebagai sumber energi yang
> menghasilkan materi dan imateri....
> 
> salam,
> 
> 
> 
> At 12:46 PM 4/5/05 +0000, you wrote:
> 
> 
> >Saya setuju sekali:
> >
> >"...saya justeru merasa iman dan ilmu bisa hidup berdampingan 
dengan
> >damai.... mungkin persis seperti tokoh dalam buku dan brown itu:
> >leonardo vetra, ahli fisika yang sekaligus seorang pastor....."
> >
> >Iman dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang berhadapan. Mungkin
> >bisa saling membuahi. TETAPI tak ada kausalitas antara perkembangan
> >ilmu pengetahuan dan keimanan. Kedua hal itu exist dalam tataran 
yang
> >berbeda.
> >
> >Iman adalah untuk diimani, sedangkan karya ilmiah adalah untuk 
diuji
> >keabsahannya.
> >
> >Saya tak pernah faham freemansonship, tetapi juga tak ada
> >relevansinya disini.
> >
> >Yang penting, mengatakan, buah keilmiahan adalah akibat dari upaya
> >imani, misalnya menjulangnya ilmu pengetahuan karena perkembangan
> >Islam, adalah tidak ilmiah. Ilmiah tidak juga Kristiani.
> >
> >Tentu saja seorang pastor mungkin menjadi ilmiawan, seperti guru 
saya
> >di Canisius dahulu, seorang imam. No problem. Seorang bikhu juga
> >mungkin sekaligus menjadi ahli ilmu alam. Why not?
> >
> >Jadi, ilmu dan iman BUKAN air dan minyak, tetapi dua hal yang tidak
> >exist dalam tataran yang sama. Kita tak mungkin mendalami iman kita
> >dengan nalar dan percobaan empiri. Kita tak mungkin mengatakan "
> >Yesus itu bukan Tuhan" karena tak dapat diterangkan dengan nalar.
> >bagi yang mengimaninya, ini adalah fakta.
> >
> >Tetapi, kita juga tak dapat mengatakan "saya percaya air akan
> >mendidih pada suhu tertentu dan tekanan tertentu, karena saya
> >percaya".
> >
> >Kata "pencerahan" dapat kita gunakan, baik untuk strata nalar, 
maupun
> >iman.
> >
> >Jelas kan?
> >
> >Salam
> >
> >Danardono
> >





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke