--- In [email protected], Arriko Indrawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ini karena anda tdk dpt memahami Trinitas. > > Mengakui satu keagungan Allah, > tapi menolak keagungan Allah yg lain. > Suatu sikap yg bisa dibilang "ambivalent" > > Anda mengakui mukjizat yg dibuat para nabi sebagai > "Pekerjaan Allah", tapi menolak Allah yg bisa menjadi manusia. > Suatu keajaiban yg bisa dilakukan oleh Allah.
Allah bisa menjadi manusia (dan juga bisa jadi kodok, cucok rowo), sampeyan bilang sebagai suatu keagungan?? Emangnya siapa manusia, kodok, cucok rowo dihadapan Allah SWT sehingga kalo bisa menjadi manusia, kodok & cucok rowo dikatakan ini suatu keagungan?? Saya setuju dengan pendapat mbah bahwa kita harus menyamakan SATUAN. Jadi, apa makna "Mukjizat" buat sampeyan dan dari kamus mana sampeyan mengambilnya? Apakah sama mukjizat dengan sihir? Kalau makna kata "mukjizat" ini berbeda antara kau dan aku, akan menjadi debat kusir. Apakah Allah "mempekerjakan" diriNya sendiri? Allah memberikan mukjizat kepada nabinya karena nabi2nya menghadapi orang degil, karena nabinya ciptaan yang sangat penuh kekurangan jadi perlu diberi senjata utk menghadapi orang degil. Lalu ngapain Allah memukjizati diriNya sendiri utk ngadepin manusia degil dengan minjem tubuh manusia ? Cobalah pisahkan antara Khalik (yang Sifat Tuhan) dan makhlukNya. > > > Sampeyan atau iman sampeyan yang merasa dihakimi? > Wong bagi sampeyan iman itu misteri ilahi...kok merasa iman sampeyan > yang misteri bisa merasa dihakimi? Jangan mengatasnamakan iman, kalo > sampeyan yang merasa dihakimi. > > Kalau mau main-main dengan kata 'menghakimi', saya memang menghakimi > TULISAN sampeyan tentang ruh Allah yang bisa keluar masuk itu. Saya > hakim, tulisan sampeyan sebagai bukti kasus, sampeyan sebagai > terdakwa. itu baru bisa dibilang menghakimi...:-) > ========== > > Hehehe.... terdakwa yg bebas berkeliaran.... > > Menghakimi yg dimaksud di sini adlh menilai iman orang lain > dg kacamata sendiri Kalo gitu maksudnya, kita mau pake kacamata siapa? Disini kan antara kau dan aku. Biar netters lain menjadi hakim. gitu aja. > Itulah yang membuat saya tercenung setiap kali saya bertanya kepada > teman kristen saya (dulu seh) tentang ketuhanan Yesus yang selalu > dijawab,"kamu tidak akan pernah mengerti karena kamu tidak mempuyai > iman kristiani/bukan orang Kristen". oh em gee...saya ini sedang > mencari iman...kok disuruh jadi kristen dulu. Kan saya dah pernah > bilang kalau saya pernah bimbang, jadi saya lepaskan semua keimanan > saya sebentar (he..he jadi agnostik deh gitu)... > =============== > > Tdk ada paksaan untuk menjadi Kristen... > Pahami saja... tidak perlu menilai iman orang lain > dg kacamata sendiri... karena tdk akan pernah sampai.. > dan tidak pernah mengalami "sentuhan"-nya... Menjadi Kristen, memang tidak ada paksaan...tapi mengimani Trinitas menjadi suatu paksaan karena sampeyan telah terlahir Kristen. Bagaimana orang yang dari Kristen (yang telah mengalami "sentuhan"nya) kemudian menjadi Islam, Budha, or Atheis??? > > > > Kini..buat saya, konsep Allah itu immateri yang sempurna. Saya > mendekati Tuhan melalui pikiran, hati, jiwa, perasaan, dan intuisi > bukan melalui gambaran fisik. Allah dapat kita kenal dalam Nama- > Namanya (Sifat2) yang indah. Kita hidup bukan di jaman jahiliah yang > paganis, dimana Allah perlu divisualisasikan dengan berhala dan > sosok tubuh or dewa2. > ========= > > Paling tidak kotak kubus di Mekah juga > sebagai visualisasi "pintu menuju" Allah, bukan?? Bukan. Tidak akan pernah ada umat Muslim memvisualisasikan Allah SWT kepada Ka'bah sebagaimana ...umat pagan memvisualisasikan Allah kepada invidvidu, dewa, dan berhala. Pilihlah contoh/kalimat/esensi yang paralel. wassalam, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

