** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/4/7/n1.htm
Kamis Wage, 7 April 2005 
Nusantara

Indonesia makin Sulit Atasi Pengangguran 
Jakarta (Bali Post) -


Dalam beberapa tahun mendatang, Indonesia masih akan terus dibayangi oleh 
tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini diakibatkan bertambahnya pencari 
kerja yang mencapai dua juta orang per tahun. Hal ini makin sulit teratasi jika 
masalah investasi tidak juga dibenahi. Demikian dikatakan ekonom ADB Amanah 
Abdul Kadir saat menyampaikan laporan ekonomi Indonesia tahun 2004, Rabu (6/4) 
kemarin.

Dikatakannya, angka pengangguran saat ini telah meningkat dari 9,1 persen pada 
tahun 2003 menjadi 9,6 persen pada tahun 2004. Karena itu, ia mengimbau 
pemerintah untuk segera menciptakan lebih banyak lapangan kerja. 

Beberapa hal yang terpenting untuk segera dibenahi adalah iklim investasi, 
menurunkan biaya transaksi dan memperbaiki infrastruktur, sehingga pertumbuhan 
ekonomi bisa terus meningkat. Dalam laporannya, ADB juga mengingatkan 
pemerintah tentang terbatasnya produksi minyak. Kata Amanah, Indonesia hanya 
memproduksi satu juta barel minyak per hari di mana 20 persen lebih rendah dari 
kuota OPEC. Penurunan produksi disebabkan oleh minimnya investasi di bidang 
pertambangan dan produksi minyak dan juga lemahnya keamanan di beberapa area 
pertambangan.

Meski begitu, ADB tetap memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan 
mencapai 5,5 persen pada tahun 2005 dan meningkat 6-6,5 persen di tahun 2006. 
Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh makin besarnya konsumsi domestik dan 
investasi yang makin meningkat.

Pada kesempatan tersebut, ADB juga menyarankan kepada pemerintah Indonesia 
untuk mengubah asumsi harga minyak dalam APBN Perubahan 2005 yang ditetapkan 
sebesar 35 dolar AS per barel. Alasannya, sejumlah pihak termasuk ADB 
menyebutkan asumsi harga minyak yang ideal adalah 41 dolar AS per barel.  Untuk 
kurs rupiah ADB melihat sampai akhir tahun 2005 rupiah akan bertengger pada 
9.000 per dolar AS atau lebih tinggi dari asumsi pemerintah yang ditetapkan 
8.900/dolar AS. 

Menyangkut asumsi makro lainnya, pertumbuhan ekspor pada tahun 2005 akan 
mencapai 6 persen, pertumbuhan impor akan mencapai 9,6 persen. Pertumbuhan 
ekspor dan impor akan mengalami kenaikan lebih tinggi pada dua tahun mendatang 
dengan kisaran tambahan 1-2 persen. 

Amanah menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan 5,5 persen 
tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia lainnya.  
Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi di negara-negara di Asia pada tahun 2005 akan 
mencapai 6,5 persen.  Negara-negara di Asia Timur diperkirakan akan mencapai 
pertumbuhan 6,7 persen, Asia Tenggara 5,4 persen, Asia Selatan 6,7 persen, Asia 
Tengah 8,7 persen dan negara di kawasan Asia Pasifik akan mengalami pertumbuhan 
2,3 persen. 

Seperti halnya di Indonesia, pertumbuhan ini banyak didorong oleh faktor 
konsumsi dan investasi di kawasan Asia yang terus meningkat. Selain itu, juga 
ada kenaikan ekspor dan impor dari negara-negara Asia. (kmb2)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **

Kirim email ke