http://www.indomedia.com/bpost/042005/7/depan/utama3.htm
Kamis, 07 April 2005 03:27:14


Mega Harus Minta Maaf!

Roy BB Janis
Jakarta, BPost

Ancaman DPP PDI Perjuangan memecat para tokoh Gerakan Pembaruan PDIP, tidak 
digubris kubu Roy BB Janis. Dia justru mendesak Megawati meminta maaf secara 
terbuka kepada warga PDIP karena telah memberikan contoh terburuk dalam kongres 
II di Bali. 

"Mega harus berbesar hati minta maaf kepada seluruh warga dan simpatisan PDIP 
karena telah memberi contoh yang tidak baik dalam berdemokrasi dalam kongres," 
tegas ketua Pelaksana Harian Pimpinan Kolektif Nasional Gerakan Pembaruan PDIP, 
itu, kepada pers di Jakarta, Rabu (6/4).

Roy mengaku tidak apa-apa mendapat sanksi pemecatan dari DPP PDIP. "Itu 
konsekuensi logis dari perjuangan. Silakan pecat saya dan kawan-kawan, itu 
langkah bunuh diri, karena DPP sekarang ini bermasalah dan banyak kutu 
loncatnya," tandas dia.

Menurut Roy, sangat lucu jika para kutu loncat mau memecat pendiri partai. Yang 
mestinya harus dikeluarkan dari kandang banteng itu justru para kutu loncat 
tersebut, cetus dia.

Seperti diberitakan, DPP PDIP hasil kongres di Bali dalam rapat perdana, Selasa 
(5/4) memutuskan akan memecat Roy BB Janis, Sukowaluyo, Aripin Panigoro, 
Noviantika Nasution, Didi Supriyanto, Laksamana Sukardi, Tjandra Wijaya dan 
lain-lain dari keanggotaan partai, jika segera membubarkan Gerakan Pembaruan 
PDIP dan mencabut gugatan hukum terhadap DPP PDIP.

Roy didampingi Sophan Sophiaan, Arifin Panigoro, Sukowaluyo menegaskan pihaknya 
menganggap angin lalu ancaman DPP PDIP.

Yang jelas, "Sangat aneh jika para pendiri PDIP seperti Laksamana Sukowaluyo, 
Noviantika dan lain-lain dipecat, sementara orang-orang dari partai lain yang 
baru beberapa hari singgah ke PDIP, justru diangkat jadi pimpinan DPP. Padahal, 
itu jelas melanggar AD/ART dan aspirasi partai," ucap Roy. 

Dia rekan-rekannya tak tidak bisa berkompromi dengan orang-orang yang merampas 
kedaulatan para utusan kongres dan menginjak-injak demokrasi di tubuh PDIP.

Ditegaskan, pihaknya tetap akan menyerahkan mandat kepada TPDI untuk melakukan 
gugatan hukum kepada Megawati karena telah melanggar AD/ART dengan memasukkan 
orang-orang bermasalah dalam kepengurusan DPP PDIP.

"Mungkin semut pun tertawa. Orang yang 'numpang' kok berani-beraninya ngusir 
yang punya rumah. Orang yang nggak pernah berjuang di partai sekarang menikmati 
kekuasaan, dan makin nglunjak ikut-ikutan ngusir tuan rumah. Ini kan gila dan 
tak tahu malu. Jadi harus dilawan," tegas dia.

Menurut dia, kalau DPP hasil kongres Bali merasa benar, tentu tidak usah grogi 
dan takut digugat. Mereka justru harus menjunjung tinggi dan menghormati proses 
hukum yang sedang berjalan, bukan malah sebaliknya. 

"Bersikaplah sportif seperti ketika Mega dan kita-kita ini menggugat DPP PDI 
pimpinan Soerjadi dulu," tegas Suko.

Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung mengatakan dirinya akan 
menyerahkan surat pengunduran diri dari anggota DPR RI kepada Ketua DPR Agung 
Laksono, Jumat (8/6).

"Permohonan saya mundur dari DPR telah disetujui rapat DPP PDIP, dan Jumat pagi 
saya akan menghadap pimpinan DPR menyerahkan surat pengunduran diri," aku 
Pramono kepada wartawan . JBP/son

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke