Kalo sekular sebagai komplementari dari syariah saya setuju,
tapi kalo sekular berarti penolakan terhadap syariah berarti kita menukar
hidayah dengan dolalah, menukar terang dengan gelap
sungguh itu suatu perdagangan yang merugi

samudjo
----- Original Message -----
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <Undisclosed-Recipient:;>
Sent: Tuesday, April 12, 2005 12:46 AM
Subject: [ppiindia] Berkah Sekularisme


>
> http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=799
>
> Berkah Sekularisme
> Oleh Luthfi Assyaukanie
> 11/04/2005
> Dalam perkembangannya, sekularisme menjadi konsep yang sangat efektif,
bukan hanya dalam meredam konflik dan ketegangan antara kuasa agama dan
negara, tapi juga dalam memberikan landasan pada demokrasi dan persamaan
hak. Sekularisme sesungguhnya adalah berkah bagi agama-agama
>
> Sekularisme sebetulnya adalah sebuah istilah netral untuk merujuk konsep
tentang pemisahan agama dan negara. Istilah ini pertamakali diperkenalkan
oleh George Jacob Holyoake (1817-1906), seorang sarjana Inggris, sebagai
sebuah gagasan alternatif untuk mengatasi ketegangan panjang antara otoritas
agama dan otoritas negara di Eropa. Dengan sekularisme, masing-masing agama
dan negara memiliki otoritasnya sendiri-sendiri: negara mengurusi politik
sedangkan agama mengurusi gereja.
> Dalam perkembangannya, sekularisme menjadi konsep yang sangat efektif,
bukan hanya dalam meredam konflik dan ketegangan antara kuasa agama dan
negara, tapi juga dalam memberikan landasan pada demokrasi dan persamaan
hak.
>
> Sebuah demokrasi yang baik hanya bisa berjalan jika ia mampu menerapkan
prinsip-prinsip sekularisme dengan benar. Sebaliknya, demokrasi yang gagal
atau buruk adalah demokrasi yang tidak menjalankan prinsip-prinsip
sekularisme secara benar.
>
> Negara-negara Islam, seperti Turki, Mesir, dan Irak pada masa Saddam
Husein, adalah contoh negara yang berusaha mengadopsi sekularisme tapi
menerapkannya secara salah. Kesalahan dalam mempersepsi dan menerapkan
konsep ini berakibat fatal, karena bukan saja ia gagal dalam mewujudkan
sistem politik yang demokratis, tapi juga mencemari konsep sekularisme yang
luhur.
>
> Penolakan sebagian kaum Muslim terhadap sekularisme selama ini karena
mereka merujuk pada pengalaman negara-negara yang gagal menerapkan prinsip
ini, seperti yang disebut di atas. Sekularisme di Turki, misalnya,
diidentikkan dengan serial pelarangan terhadap atribut dan praktek-praktek
keagamaan. Sekularisme berarti pelarangan jilbab, penutupan institusi
pengajaran al-Qur'an, dan penangkapan terhadap aktivis Islam.
>
> Di Mesir, sekularisme identik dengan diktatorisme. Bagi sebagian besar
aktivis Islam di sana, Presiden Husni Mubarak adalah penjelmaan dari
sekularisme yang buruk. Sementara di Irak pada masa Saddam Husein dulu,
sekularisme identik dengan despotisme dan anti-Tuhan, khususnya karena rezim
penguasa adalah partai Ba'ath yang sosialis.
>
> Para pencemar sekularisme bukan hanya datang dari negara Islam. Di Eropa,
Perancis kerap dikecam sebagai negara yang menerapkan sekularisme secara
salah. Persis seperti di Turki (atau Turki memang meniru model Perancis),
sekularisme di Perancis dipahami sebagai kewaspadaan terhadap "ancaman"
agama. Memakai jilbab, karenanya, dianggap sebagai ancaman bagi sekularisme.
Menarik untuk dicatat bahwa Perancis adalah salah satu dari negara-negara
Barat yang paling lambat dalam menerima demokrasi.
>
> Negara-negara yang relatif sukses dalam menerapkan demokrasi adalah
negara-negara yang secara baik menempatkan hubungan agama dan negara; mereka
adalah negara-negara yang mampu menjalankan prinsip sekularisme dengan
benar. Di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan negara demokratis
lainnya, sekularisme tidak dipahami sebagai musuh agama, tapi justru
dijadikan sebagai pelindung agama.
>
> Di Inggris, perlindungan sekularisme terhadap agama itu bahkan
disimbolisasikan dengan menjadikan Ratu Inggris sebagai Kepala Gereja
Anglikan. Meskipun sekilas tampak bertentangan dengan prinsip
sekularisme --yakni pemisahan agama dan negara-- tapi Ratu Inggris sendiri,
secara de facto sesungguhnya tak punya kekuatan apa-apa alias sudah terpisah
dengan sendirinya dari negara (pemerintahan).
>
> Sekularisme sesungguhnya adalah berkah bagi agama-agama. Di Turki, para
aktivis Islam yang tergabung dalam Partai Kebajikan yang berorientasi Islam,
menuntut negara agar menerapkan sekularisme secara fair. Merve Kavacki,
anggota parlemen Turki berjilbab yang pernah membuat heboh pada tahun 2000
dengan tegas mengatakan bahwa dia dan partainya tak pernah ada masalah
dengan sekularisme. "Yang kita inginkan adalah penerapan sekularisme secara
adil dan benar, seperti negara-negara Barat melaksanakannya."
>
> Sama seperti di Turki, di India, kaum Muslim menginginkan sekularisme dan
mencemaskan kalau-kalau BJP, partai fundamentalis Hindu, mengganti
sekularisme dengan Hindutva, syariah-nya orang-orang Hindu. Buat kaum Muslim
di sana, sekularisme adalah berkah yang tak ternilai harganya.
>
> Alangkah tidak fair jika kita mengecam sekularisme semata-mata karena kita
merujuk pada praktik sekularisme yang salah. Kita tentu saja tak
menginginkan model sekularisme Turki, atau Mesir, atau Perancis. Lagi pula,
mengapa kita terobsesi dengan negara-negara yang gagal ini? Mengapa tak
berkaca pada pengalaman yang jelas-jelas terbukti sukses? (Luthfi
Assyaukanie)
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>

DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely 
for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others 
authorized to receive it. It may contain confidential, legally privileged 
information or otherwise protected by law from disclosure and is intended 
solely for the use of the addressee. If you are not the intended recipient you 
are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any 
action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited 
and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any 
documents or views presented are solely those of the sender and do not 
constitute official documents or views of  PT Apexindo Pratama Duta Tbk. If you 
received this email in error, please immediately notify the sender or our email 
administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke