** Mailing List Nasional Indonesia PPI India Forum **
Salam kenal, Perkenankan saya ikut numbrung, krn saya org baru di millis ini. Menurut saya apapun isi sejarah suatu bangsa, tetap yg menentukan adalah pemenang dari suatu peristiwa. Dengan kata lain sejarah adalah milik sang pemenang dan yang kalah bukan korban tapi musuh yg memang harus dilenyapkan. So...mau gimana lagi kalo sudah kayak gitu, sejarah memang membuktikan pada kita tentang pelenyapan fakta sejarah oleh kaum pemenang, banyak contoh termasuk dalam sejarah jaman kerajaan yg dulu berkuasa di wilayah nusantara ini, suatu kerajaan akan sangat kurang literaturnya apabila ia adalah negara taklukkan tapi sebaliknya sang penakluk akan banyak menyisakan catatan sejarah. Salam, Ube -----Original Message----- From: Samudjo [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 08 April 2005 10:34 To: [email protected] Subject: Re: [ppiindia] Kolonel Latief dan Pelurusan Sejarah Hal-hal yang saya sebutkan adalah pengetahuan umum pada zaman itu Bapak bis cek di gedung arsip Nasional Sebab termuat di-koran-koran seperti Duta Masyarakat (koran NU) Bintang Timur (koran PKI) Kompas saat itu belum lahir HAMKA sudah meninggal demikian juga HB Yasin, nggak tahu kabarnya Muhtar Lubis, mereka semua penandatangan Manikebu penentang Pramudya. Pramudya diberikan umur panjang, semoga menggunakan kesempatan ini untuk meluruskan sejarah. Intinya, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini mengikuti hukum sebab akibat Dan hanya orang yang mau mengerti saja yang bisa mengambil pelajaran daripadanya WaLlahu A'lam, samudjo ----- Original Message ----- From: "Nur Rochman" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, April 08, 2005 8:55 AM Subject: RE: [ppiindia] Kolonel Latief dan Pelurusan Sejarah > > Pak Samudjo seperti pelaku sejarah saja, sehingga dapat medeskripsikan > peristiwa sebelum G30S PKI dengan jelas, dapat wangsit darimana Pak Samudjo, > apa hanya karangan sampeyan saja :( > Jangan-jangan ini hasil penataran P4 yang anda terima bertahun-tahun > > Regards, > > Oman > > -----Original Message----- > From: Samudjo [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, April 08, 2005 8:15 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [ppiindia] Kolonel Latief dan Pelurusan Sejarah > > > > Kalau analisa "post factum" itu benar > Harus diakui Pak Harto sebagai ahli strategi yang hebat > Sayang sekali kalau kepiawaiannya itu tidak ada yang mewarisi > Siapa tahu kita bisa mengubah nasib bangsa ini dengan cara yang lebih > terencana dan terarah > Strategi itu mempan karena situasi dan kondisi pada saat itu memang kondusif > Mengapa pada saat itu bangsa Indonesia berhasil "dibodohi"? > Sebab, penguasa sebelumnya Bung Karno sedang berlaku dzalim. > Aidit dan PKI tiap hari pawai "ganyang Malaysia", "ganyang 7 setan desa" > termasuk "ganyang santri" masyarakat diprovokasi, barisan tani minta > dipersenjatai peristiwa bandar betsy dan lain-lain ternyata telah menaikan > emosi rakyat. > Pramudya Ananta Tur sebagai pembesar Lekra sangat garang menyerang dan > memenjarakan sastrawan Islam termasuk HB Yassin, Buya HAMKA dengan > "tenggelamnya kapal Van Der Wijk"dan lain-lain. > Dukungan rakyat terhadap Bung Karno tetap tinggi, meskipun Bung Karno > kemudian mendukung PKI dan Aidit, padahal nyata-nyata PKI telah memberontak > terhadap RI tahun 1948. > Di lain fihak Bung Karno seolah tidak merasakan penderitaan rakyat. Tiap > hari ada pesta di Istana, berlenso ria serta bermesum ria. > Maka dengan SBY menaikan BBM, dia benar-benar harus berhati-hati menggunakan > uang kompensasinya, sesenpun jangan ada yang dipakai untuk hal yang lain > selain untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang paling bawah. > Supaya jangan terulang lagi kudeta merangkak yang kedua, > WaLlahu a'lam, > samudjo > ----- Original Message ----- > From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <Undisclosed-Recipient:;> > Sent: Friday, April 08, 2005 7:08 AM > Subject: [ppiindia] Kolonel Latief dan Pelurusan Sejarah > > > > > > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/08/opini/1671419.htm > > > > > > Kolonel Latief dan Pelurusan Sejarah > > Oleh Asvi Warman Adam > > > > > > TANGGAL 6 April 2005 pagi Kolonel Abdul Latief wafat di Jakarta dalam usia > 78 tahun. Ia tokoh sejarah yang memegang peran kunci dalam peristiwa G30S > tahun 1965. > > > > Pleidoi yang disampaikannya dalam sidang Mahkamah Militer Tinggi > (Mahmilti) Jawa Barat tahun 1978 telah diterbitkan tahun 2000 dan mengalami > beberapa kali cetak ulang. Buku tersebut memberikan sumbangan menyangkut > empat hal dalam upaya pelurusan sejarah Indonesia. > > > > > > Pertama, peran Soeharto dalam Serangan Umum tanggal 1 Maret 1949 semakin > dikecilkan bahkan dilecehkan. Bukan hanya sebagai penggagas serangan umum > itu, lebih dari itu, sebagai pelaksana lapangan pun diragukan. Menurut > Latief, saat itu ia memimpin pasukan yang menduduki daerah sepanjang > Malioboro. Pasukannya diserang balik oleh Belanda dan mengakibatkan dua > orang gugur dan 12 orang luka-luka. Ketika ia kembali ke markas, Soeharto > sedang makan soto babat bersama pengawalnya. Malahan Latief kembali > diperintah untuk menggempur pasukan Belanda yang ada di Pemakaman Kuncen, > Yogyakarta. > > > > > > Soeharto masih hidup, tentu ia dapat membantah keterangan Latief apabila > itu tidak benar. Bantahan Soeharto itu sangat penting karena di antara > pelaku sejarah peristiwa itu hampir semuanya sudah meninggal. Kalau > didiamkan, tentu dapat merugikan prestasi Soeharto. Paling tidak, menurut > hemat saya, Soeharto adalah pelaksana lapangan dari serangan tersebut, > sungguhpun dalang di balik aksi itu adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. > > > > > > Kedua, Latief mengeluarkan kesaksian bahwa ia telah memberitahukan rencana > aksi G30S itu kepada Soeharto, baik pada tanggal 28 September 1965 (di rumah > Jalan Agus Salim) dan di RSPAD Gatot Subroto pada malam hari sebelum > peristiwa terjadi. Mengenai pertemuan dengan Latief tanggal 30 September > 1965 ternyata Soeharto mempunyai dua versi yang berbeda. Kepada wartawan > Amerika Serikat Arnold Brackman, ia mengatakan bahwa Latief datang ke sana > untuk "mengecek" Soeharto. Tidak dijelaskan untuk mengecek apa. Kepada > wartawan majalah Jerman Der Spiegel, Soeharto mengemukakan bahwa Latief > datang untuk membunuhnya, namun tidak jadi karena di sana ada cukup banyak > orang. Terlepas dari mana di antara kedua versi itu yang benar, Soeharto > mengakui keberadaan Latief di RSPAD Gatot Subroto malam itu. > > > > > > Ketiga, kalau dapat disimpulkan bahwa Soeharto mengetahui gerakan itu > sebelum terjadi-seberapa pun mendalam atau tidak mendalamnya > pengetahuannya-ia telah melakukan kelalaian karena tidak melaporkan > peristiwa yang sangat krusial itu kepada Jenderal Achmad Yani (atau AH > Nasution). Aspek ini menjadi entry point bagi analisis "kudeta merangkak" > yang dilontarkan kemudian oleh beberapa pengamat. Analisis itu sendiri > bersifat post-factum, maksudnya analisis dilakukan setelah rentetan > peristiwa terjadi. > > > > > > Ada beberapa varian kudeta merangkak, antara lain yang disampaikan oleh > Saskia Wieringa, Peter Dale Scott, dan paling akhir Subandrio. Mantan Kepala > Badan Pusat Intelijen (BPI) ini membagi kudeta merangkak itu atas empat > tahap, 1) menyingkirkan para jenderal saingannya melalui pembunuhan yang > terjadi tanggal 1 Oktober 1965 dini hari, 2) membubarkan PKI, partai dengan > jumlah anggota beberapa juta orang, yang menjadi pendukung Bung Karno, 3) > menangkap 15 orang menteri yang loyal kepada Presiden Soekarno, 4) Merenggut > kekuasaan dari Soekarno. > > > > Analisis ini memperlihatkan seakan- akan strategi perebutan kekuasaan yang > berlangsung dari tahun 1965 sampai dengan 1967/1968 terencana secara > sistematis, sungguhpun tahap demi tahap itu sebetulnya berjalan sesuai > dengan perkembangan situasi. > > > > > > Keempat, pengalaman Latief selama ditahan memperlihatkan kekejaman yang > tiada tara pada penjara Orde Baru. Terutama ditujukan terhadap orang-orang > yang tidak disukai oleh penguasa. Latief ditangkap begitu cepat setelah > peristiwa G30S/1965, tetapi ia keluar penjara termasuk yang paling belakang. > Selama 33 tahun ia di balik jeriji besi, termasuk 10 tahun dalam sel > isolasi. Di dalam sel isolasi itu kakinya yang terkena bayonet dan digips > tidak dibersihkan oleh petugas kesehatan sehingga penuh ulat dan > mengeluarkan bau. Dalam kesakitan yang tidak tertahankan ia disuntik insulin > meskipun Latief alergi terhadap obat ini sehingga ia sempat jatuh pingsan. > > > > > > Prof Henk Schulte Nordholt dari Universitas Amsterdam mengatakan bahwa > salah satu ciri historiografi Orde Baru adalah tidak disinggungnya aspek > kekerasan dalam sejarah. Hal tersebut benar kalau dilihat pada buku sejarah > yang diajarkan di sekolah-sekolah. Yang diceritakan hanyalah keberhasilan > operasi-operasi militer dalam menumpas berbagai pemberontakan di Indonesia, > tetapi kekerasan justru tidak disebut. Kekerasan yang ditutup-tutupi itu > yang terulang dan terulang lagi dalam berbagai kejadian di Tanah Air > pasca-1965. > > > > > > Di dalam memoarnya Subandrio menyebutkan peran perwira yang berasal dari > lingkungan Kodam Diponegoro, Jawa Tengah, di seputar tahun 1965. Mantan > Menteri Luar Negeri RI itu menyebut Soepardjo-Untung-Latief sebagai "trio > yang dikorbankan", sedangkan Soeharto-Yoga Sugomo-Ali Murtopo sebagai "trio > yang dipakai selanjutnya". Kalau betul bahwa Kolonel Abdul Latief itu > dikorbankan, semoga pengorbanannya mendorong bangsa ini untuk kembali > menulis sejarahnya secara benar. > > > > Asvi Warman Adam Ahli Peneliti LIPI, Visiting Fellow pada KITLV Leiden > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > > > *************************************************************************** > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended > solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and > others authorized to receive it. It may contain confidential, legally > privileged information or otherwise protected by law from disclosure and is > intended solely for the use of the addressee. If you are not the intended > recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution > or taking any action in reliance on the contents of this information is > strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically > stated by the sender, any documents or views presented are solely those of > the sender and do not constitute official documents or views of PT Apexindo > Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please immediately > notify the sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and > delete it from your system. Thank you. > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential, legally privileged information or otherwise protected by law from disclosure and is intended solely for the use of the addressee. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any documents or views presented are solely those of the sender and do not constitute official documents or views of PT Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please immediately notify the sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you. *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Website resmi http://www.ppi-india.uni.cc **

