Wajar begitu, sebab dgn privatisasi, sekolah sudah
jadi alat bisnis untuk mencari uang. Teman saya saja 2
anaknya nyaris tidak bisa ikut ulangan gara2 harus
membayar uang sekolah sebesar Rp 1 juta (untung sudah
ada yang membantu - bukan dari dana kompensasi BBM:).

Seharusnya, tanpa menunggu dana kompensasi BBM, anak2
dari golongan tak mampu tsb harus tetap bisa
bersekolah, karena itu adalah haknya yang harus
diberikan oleh negara.

Bukankah dgn anggaran pendidikan sekitar 7% (Rp 25
trilyun), seharusnya sudah lebih dari cukup untuk
memberikan pendidikan dgn harga terjangkau (bahkan
gratis untuk yang tak mampu) di tingkat SD dan SMP?

--- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2005/04/14/brk,20050414-12,id.html
> 
> 
> Bekasi
> 
> 170 Ribu Anak di Kota Bekasi Tak Sekolah
> Kamis, 14 April 2005 | 11:28 WIB 
> 
> TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama satu tahun ini
> tercatat, 170 ribu anak usia sekolah (7 tahun-15
> tahun) tidak dan belum dapat melanjutkan pendidikan
> sekolah di Kota Bekasi. "Ribuan anak di Kota Bekasi,
> sekarang tidak sekolah di usia wajib belajar 9
> tahun," kata Ketua Komisi D DPRD, Zubaidi Asnan,
> Kamis (14/4) kepada Tempo.
> 
> Zubaidi menyebutkan, data anak yang kurang mujur itu
> merupakan data terakhir yang diperoleh legislatif
> dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bekasi.
> "Padahal minat sekolah anak-anak itu masih tinggi,"
> ujar dia.
> 
> Dia menjelaskan, latar belakang siswa tak mujur itu
> karena terkendala masalah ekonomi keluarga. "Masalah
> utamanya karena, keluarga mereka tidak mampu
> membiayai, jadi bukan disebabkan masalah mereka
> tidak mau sekolah," tutur anggota Fraksi Partai
> Amanat Nasional Kota Bekasi ini.
> 
> Zubaidi mengatakan, untuk penanganan anak usia
> sekolah yang tak mamu bersekolah ini diakui sangat
> sulit dilakukan pemerintah daerah. Sedangkan, APBD
> 2005 sendiri di sektor pendidikan belum memihak
> kepada anak-anak Gakin. "Sebagian besar anggaran
> baru untuk fisik bangunan gedung," kata dia.
> 
> Adapun program pemberian bantuan beasiswa yang
> dilakukan pemerintah daerah, kata Zubaidi, merupakan
> upaya yang baru bisa secara bertahap. Karena itu,
> dia berharap, penyaluran dana kompensasi bahan bakar
> minyak nantinya, dapat menangani fenomena anak tidak
> sekolah di Kota Bekasi.
> 
> Dewan berharap dana kompensasi dari pemerintah pusat
> itu diberikan sesuai dengan jumlah anak yang
> betul-betul membutuhkan dan sesuai jumlah di
> lapangan. Namun, saat ini, bantuan dari pusat itu
> belum diterima Kota Bekasi. "Sekarang ini kita belum
> menerima dana kompensasi pendidikan itu," kata dia.
> 
> Dewan sendiri pernah menghitung kebutuhan anggaran
> untuk anak gakin tidak sekolah, kata Zubaidi.
> Pemecahan yang dapat dilakukan pemerintah daerah
> sendiri dengan mengalokasikan APBD setiap tahun
> sebesar Rp 15 milyar. "Menghitungnya sesuai
> kebutuhan, tiap satu anak Rp 1,5 juta tiap tahun
> (untuk seragam, SPP, dan buku)," kata dia. 
> 
> siswanto 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 

Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke