Numpang Iklan ;

Perlu teknologi Baru pengolahan limbah  selain INCINERATOR YANG MEMBAHAYAKAN 
(karena menghasilkan emisi berbahaya ; dioxin, furan dll )  hub ;

Pt. Hepasin Medika Pratama
KH. Zainul Arifin no. 33 cde, Jakpus 10130
Indonesia
Tel ; 6323301
Fax ; 6327007
Email ; [EMAIL PROTECTED]


Nb ; Article kompas tgl 01 oktober 2003 hal 8, teknologi ini dapat 
diaplikasikan ke semua sektor yang punya limbah padat termasuk oil Company, 
dinas kebersihan, rumah sakit, hotel, industri, restaurant dll. 

--------------------------------------------------------------------------------
  ----- Original Message ----- 
  From: Lina Dahlan 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, April 14, 2005 1:26 PM
  Subject: [ppiindia] Akal & Agama-->Nabi Lebih Liberal Progresif daripada Ulil




  hello mbah, mumpung ada waktu neh. Ngobrol lagi ah.
  --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > 
  > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
  > wrote:
  > > 
  > > LD:  menurutku, Tuhan itu ingin dikenal. Buat  apa dong Dia 
  > menciptakan manusia dan alam? Iseng? Main dadu? 
  > > Einstein aja bilang Tuhan itu tidak main dadu. Kalau Tuhan tak 
  > perlu > > ingin, ngapain dong menjelma kedalam tubuh Yesus? Ada 
  sesuatu yang > > Dia inginkan. Apa mbah mau mengatakan, itu bukan 
  keinginan Tuhan > > masuk kedalam tubuh Yesus?? cuma gereja aja yang 
  buat konsep spt > itu?

  > DH: Secara falsafah, sulit dapat kita cernakan "Tuhan ingin 
  dikenal". > memangnya Madonna atau Penelopez Cruz atau Jennifer 
  Lopes? Untuk apa > Dia menciptakan alam semesta tak ada yang dapat 
  memahaminya. mengapa? > Karena ini terjadi jauh sebelum kita 
  diciptakan, dan kekal, setelah > kita - mungkin - musnah. "keinginan 
  untuk masuk ketubuh Yesus?", tak > ada yang bicara 
  mengenai "keinginan" ini. kalau Dia menentukan > demikian, ya 
  terjadilah.

  LD: Secara falsafah, bukannya malah mudah dicerna? karena falsafah 
  itu engga perlu pembuktian empiris?

  Madonna, Penelope Cruz atau Jeniffer Lopez juga termasuk image Tuhan 
  bukan ? Jadi mereka memang ingin dikenal. Apa mbah tidak ingin 
  dikenal? Bukankah dalam literatur kristen dikenal "manusia adalah 
  image Tuhan" (kalau gak salah ada di Mazmur ya mbah bhw manusia itu 
  diciptakan Tuhan hampir sama seperti Tuhan?). Saya pikir ini sesuai 
  dengan literatur Islam yang mengatakan "manusia adalah khalifatullah 
  di muka bumi".

  Tuhan telah 'meminjamkan' sifat2Nya kepada manusia agar manusia bisa 
  mengenalNya. Bagaimana kita bisa mengerti Tuhan itu Maha 
  Pengasih/Melihat/Mengetahui/Mendengar kalau kita gak tau bagaimana 
  mengasihi/melihat/mengetahui/mendengar?

  Dunia memang diciptakan jauh sebelum manusia diciptakan, apakah 
  dengan alasan tsb lalu manusia tidak bisa/boleh memahami mengapa 
  Tuhan menciptakan dunia dan isinya? 
  > 
  > -------------------------------------------------------
  > 
  > 
  > LD: Soal KehendakNya, itu tinggal masalah waktu (masalah kapan) 
  bukan > > masalah apa yang Dia inginkan.
  > 
  > DH: Apa yang dikehendakiNya, bilamana DSia menghendakiNya, dan apa 
  > yang terjadi kemudian, adalah diluar jangkauan nalar kita. Tak 
  > mungkin kita bahas atau andai andaikan.

  LD: apakah beda kehendak & keinginan (hendak=ingin-mau)? KehendakNya 
  tidaklah sewenang-wenang or semena-mena, tentu mengikuti sunatullah 
  dan takdirullah yang telah Dia gariskan di dunia ini. 

  Apa yang menyebabkan nalar seseorang bisa memahami kehendakNya dan 
  ada nalar yang tidak bisa? Tentunya kesucian akal dan hatilah, 
  kuncinya.

  Ada manusia yang mengambil kesimpulan tidak berdasarkan pemikiran. 
  Bila nalarnya tak mampu memahami suatu konsep, maka disimpulkannya 
  akal lah yang berbatas. Seolah belajar agama itu tak perlu akal? 
  Kalau belajar agama tak perlu akal, maka memang akan ada 
  kesimpulan "semua agama benar" atau "semua agama tidak benar". Kalau 
  begini orang menyembah patung, kuburan, batu, dllpun harus 
  dibenarkan karena agama tidak menggunakan akal.

  Apakah ini karena pengaruh sekularisasi thdp keyakinan dan akal pada 
  abad 17 di barat? Sehingga kita takut menggunakan akal untuk 
  memahami keyakinan kita? Saya tidak berharap sekularisasi macam ini 
  telah mempengaruhi umat Islam. Bagaimana mungkin kita yakin tanpa 
  faham? Akal adalah sarana untuk yakin.

  wassalam,
  Lina






  ***************************************************************************
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
  ***************************************************************************
  __________________________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
  4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
   
  Yahoo! Groups Links



   




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke