No      : A/KPP-PRD/Stat/IV-05/21
Hal     : Pernyataan sikap terhadap KAA 2005
Lamp    : -

Tanpa Kehendak Menggalang Persatuan dari New Emerging
Forces Konferensi Asia Afrika 2005 Merupakan Proyek
Pemborosan!!

Dalam pidatonya pada tanggal 17 Agustus 1961, Sukarno,
dengan berapi-api menyatakan bahwa �Konferensi Asia
Afrika adalah penggabungan (samenbundeling) dari rasa
nasionalisme anti imperialisme di Asia Afrika, agar
menjadi satu gabungan tenaga yang hebat atau satu
coordinated accumulated force�. Inilah spirit KAA
1955, peristiwa bersejarah 50 tahun yang lalu, yang
dengan gigih diperjuangkan oleh Soekarno, Nehru, U Nu,
dan seluruh pemerintah negeri Asia Afrika yang
konsekuen anti kolonialisme dan imperialisme. Tidak
heran jika delapan dari sepuluh pasal Kesepakatan
Bandung menekankan pada kedaulatan politik, teritorial
dan pertahanan negeri-negeri AA. Karena negeri-negeri
kolonialis dan imperialis tidak tinggal diam, dengan
berbagai cara berusaha merongrong kedaulatan politik
dan ekonomi negeri-negeri baru di Asia Afrika. 
Kolonialisme dan imperialisme harus dienyahkan karena
diyakini menghambat perkembangan politik  dan ekonomi
negeri Asia Afrika yang baru saja memperoleh
kemerdekaan nasionalnya: Indonesia (1945), Etiopia dan
Liberia (1947), Libia (1951), India dan Pakistan
(1947), Yordania (1946). Situasi yang sama juga
dihadapi oleh negara baru paska kolonial ini yaitu,
seluruh ekonomi nasionalnya masih dikuasai oleh kaum
imperialis dari negeri yang menjajahnya dan bahkan
beberapa negeri sekaligus. Bahkan masih banyak negeri
Asia Afrika baru memperoleh kemerdekaan nasionalnya
setelah KAA 1955 seperti Sudan (1956), Ghana (1958),
Tanzania (1961), Rwanda (1962), dll. Kenyataan ekonomi
dan politik yang dihadapi oleh negeri Asia Afrika hari
ini yang dihadapi oleh KAA tahun 2005 harus diuji dari
apa yang sudah dicapai 50 tahun setelah KAA 1955.
Sudahkah negeri Asia Afrika memperoleh kemerdekaan
nasionalnya, kemerdekaan yang meliputi kedaulatan
politik dan kedaulatan ekonominya dari tindasan
negeri-negeri kolonialis, dari negeri-negeri
imperialis?
Pemerintah SBY-Kalla tak mau kalah dengan Soekarno,
dengan gagah mempublikasikan �Menggelorakan Kembali
Semangat Bandung: Menuju Kemitraan Strategis Baru AA�
sebagai tema KAA tahun 2005 ini. Namun yang dibutuhkan
oleh Rakyat Asia Afrika, dan seluruh Rakyat negeri
selatan bukanlah deklarasi gagah-gagahan akan tetapi
jawaban dan jalan keluar bagi 790 juta rakyatnya yang
kelaparan, 800 juta penduduk dewasanya yang buta
huruf, 654 juta rakyatnya yang usia hidupnya kurang
dari 40 tahun akibat kekurangan gizi, dan 30.000
balitanya harus mati setiap tahunnya akibat kekurangan
gizi dan minimnya akses terhadap kesehatan. 
Pemerintah SBY-Kalla melalui Herijanto Suprapto,
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Departemen
Luar Negeri menyatakan bahwa  kolonialisme dan
imperialisme klasik sudah bukan lagi menjadi tantangan
utama dari negara-negara Asia dan Afrika saat
ini.(Suara Pembaruan 15/3). Selanjutnya Herijanto
menyatakan �Masalah yang dihadapi dunia saat ini
adalah keterbelakangan, kemiskinan, konflik, ancaman
disintegrasi, penyebaran virus HIV-AIDS, hak asasi,
hingga terorisme telah menjadi tantangan baru bagi
Asia maupun Afrika�. Sungguh pintar Pemerintahan
SBY-Kalla ini dalam menyimpulkan data-data kemiskinan
dan persoalan sosial negeri Asia Afrika, dan problem
seluruh negeri selatan. Namun kesimpulan bahwa problem
kemiskinan dan persoalan keterbelakangan sosial rakyat
negeri selatan tanpa melihat keterkaitannya dengan
problem imperialisme dan neokolonialisme adalah
kesimpulan yang ceroboh dan bukan tidak mungkin
penipuan terhadap realitas yang disengaja. 
Kemiskinan dan keterbelakangan sosial sebagai
kenyataan umum negeri Asia Afrika, dan seluruh negeri
selatan adalah berhubungan, sangat erat bahkan, dengan
krisis hutang luar negeri akibat politik hutang dari
negeri-negeri imperialis yang culas dan menjerumuskan
perekonomian negeri Asia Afrika. Keterbelakangan
ekonomi dan perkembangan industri nasional dari negeri
Asia Afrika tidak bisa dipisahkan dari ekspansi
imperialis neoliberal, yang tentu saja beroperasi
melalui kekuatan politik dan ekonomi dari kakitannya
di negeri-negeri Asia Afrika sendiri yang kebanyakan
militeris dan korup, dengan doktrin pasar bebasnya,
dengan WTO-nya, dengan IMF dan World Bank-nya. 
Jauh dari jalan keluar untuk menyelesaikan
persoalan-persoalan diatas, Pemerintah SBY-Kalla
justru mengukuhkan dominasi dan cengkeraman
negeri-negeri imperialis terhadap perekonomian negeri
Asia Afrika dan seluruh negeri selatan dan dampaknya
semakin memperparah kemiskinan dan keterbelakangan
sosial yang katanya hendak diperanginya. Rasanya tak
perlu disebutkan lagi dampak merusak dari kebijakan
SBY-Kalla yang mengurangi dan menghapus subsidi sosial
dan subsidi terhadap industri dalam negeri, yang
mengkomersialisasikan jasa pendidikan dan kesehatan,
yang kebijakan liberalisasi perdagangannya merontokan
industri didalam negeri dan memporak-porandakan
kehidupan kaum tani di pedesaan, dan terus mengalirnya
uang negara ke kantong kaum imperialis akibat
SBY-Kalla yang patuh untuk tidak menuntut penghapusan
hutang luar negeri  dan menarik dana obligasi rekap.
Tak ada sebutan lain yang cocok kecuali bahwa
Pemerintahan SBY-Kalla adalah kakitangannya
negeri-negeri imperialisme. 
Dampak paling merusak dari cengkeraman kaum imperialis
neliberal terhadap perekonomian negeri Asia Afrika
adalah seluruh doktrin pasar bebas dengan
perangkat-perangkat badan perdagangan dan keuangan
internasionalnya dan pelaksanaan dari doktrin ini 
sangat adalah menghancurkan kemampuan negeri Asia
Afrika dan negeri selatan untuk mengembangkan industri
nasionalnya dan perkembangan tenaga produktifnya.
Tanpa menghancurkan belenggu dominasi negeri-negeri
imperialis selamanya rakyat Asia Afrika, rakyat negeri
selatan hanya akan dijarah sumberdaya alamnya, hanya
akan menjadi konsumen akibat kelimpahan barang
produksi negeri-negeri kaum imperilias, dan paling
banter menjadi buruh murah dari industri-industri
perakitan, industri tukang jahit karena teknologi
dihambat penyebarannya. Seperti yang sudah dilakukan
oleh Pemerintahan Kuba dan sedang dilakukan oleh
Pemerintahan Venezuela. 
Sayangnya perilaku seperti yang dilakukan oleh
Pemerintah SBY-Kalla adalah perilaku umum dari
sebagaian besar Pemerintah negeri Asia Afrika, dan
juga negeri selatan.  Menjadi kakitangan kaum
imperialis. Pemerintah dari negara AA yang mempelopori
dan menghadiri konferensi ini 50 tahun yang lalu,
telah bertransformasi menjadi pemerintah yang pro
kekuatan Barat, pro kekuatan kolonial, darimana mereka
telah mempertaruhkan segala-galanya untuk melepaskan
diri 50-an tahun yang lalu. Seperti rezim Numeiri di
Sudan yang menerima bantuan militer AS untuk menumpas
gerakan anti IMF. Pemerintahan Arroyo yang sudi
menjadi pangkalan militer AS di Subic dan Clark di
Filipina, dan Pakistan yang dibawah Jenderal Pervez
Musharraf, presiden Pakistan juga menyediakan
negerinya sebagai salah satu pangkalan udara saat AS
menyerbu Afghanistan tahun 2001. Presiden Reagan juga
memberikan bantuan militer kepada pemerintah Somalia
dalam upaya membersihkan tanah Somalia dari suku-suku
anak dalam yang tinggalnya berpindah-pindah. DR.
Manmohan Singh, Perdana Menteri India saat ini, adalah
ekonom tenar yang pernah menjabat sebagai Direktur IMF
dan pimpinan ADB (Asian Development Bank) yang menoreh
�prestasi� mendorong privatisasi sektor publik di
India. Sungguh tepat pernyataan Gandhi 50 tahun yang
lalu,  �penjajahan India oleh Inggris berlangsung
terus karena ada segelintir orang India yang
mendapatkan keuntungan dari keberadaan Inggris ini,
terutama para pimpinan, politisi dan kaum elit India�.
Seperti juga situasi saat ini dominasi negeri-negeri
imperialis dapat berlangsung lancar karena ulah dari
elit penguasa di Asia Afrika sendiri yang menyediakan
dirinya sebagai kakitangannya. 
Dengan kenyataan seperti itu KAA 2005 di Bandung lebih
menyerupai konsolidasinya kekuatan old established
Force ketimbang konsolidasinya kekuatan New Emerging
Force. Tanpa agenda dan rencana tindakan kongkrit
untuk melawan belenggu dam cengkraman negeri-negeri
imperialis terhadap ekonomi negeri asia afrika dan
negeri selatan Konferensi Asia Afrika di Bandung tak
lebih hanya pemborosan uang rakyat Indonesia yang
digunakan untuk membiayai konferensi, untuk memberi
ratusan Toyota Camry yang harganya lebih dari Rp. 300
juta per mobilnya. 
Agenda kongkrit yang dibutuhkan oleh Rakyat Asia
Afrika dan seluruh rakyat negeri selatan adalah:
1.      Deklarasi politik yang dikuti dengan tindakan
kongkrit seluruh Rakyat negeri Asia Afrika dan negeri
selatan untuk menghentikan dan menuntut penghapusan
pembayaran hutang luar negeri hingga rakyat seluruh
negeri selatan sejahtera. 
2.      Deklarasi politik negeri selatan yang menyatakan
keluar dari WTO, IMF, dan World Bank. Tindakan yang
harus segera diikuti dengan pembentukan badan
kerjasama ekonomi dan keuangan internasional yang baru
berdasarkan prinsip yang egaliter dan saling
bersolidaritas. Seperti solidaritas harga minyak
khusus oleh Venezuela yang kemudian dijawab dengan
solidaritas pula oleh Pemerintahan Kuba dengan
membantu tenaga dokter dan harga gula khusus untuk
Pemerintahan Venezuela. Modal awal dari badan
kerjasama ekonomi dan keuangan internasional ini bisa
diperoleh dengan memajaki transaksi-transaksi keuangan
spekulatif di bursa saham dan dengan menerbitkan uang
�emas� atau kertas berharga yang dapat dipergunakan
untuk perdagangan diantara negeri-negeri anggotanya. 
3.      Persatuan Asia Afrika harus diperluas menjadi
persatuan negeri selatan. Dalam situasi sekarang tugas
mendesak persatuan dari negeri selatan adalah
menggusur seluruh penguasa politik di selatan yang
menjadi kakitangan pengausa negeri-negeri imperialis.
Persatuan ini harus mengkonsolidasikan jaringan
gerakan rakyat di negeri selatan yang juga mencakup
jaringan gerakan rakyat yang bersimpati di
negeri-negeri imperialis sendiri. Persatuan ini juga
terus menerus menggalang dukungan bagi Pemerintah
negeri selatan yang dengan gigih melawan dominasi oleh
negeri-negeri imperialis seperti yang dilakukan oleh
Pemerintahan Fidel Castro di Kuba, dan Pemerintahan
Chaves di Venezuela, dan juga oleh Pemerintahan
Vietnam. Sebaliknya Pemerintahan-pemerintahan itu juga
harus lebih menggiatkan lagi inisiatif internasional
untuk membantu konsolidasi gerakan rakyat
negeri-negeri selatan. 
 
4.      Deklarasi dukungan dan tindakan kongkrit terhadap
hak menentukan nasib sendiri untuk merdeka Rakyat
Palestina. Demikian juga sikap terhadap gerakan
pembebasan nasional di tempat-tempat lainnya seperti
yang disuarakan oleh Rakyat Irak, Skotlandia,
Mindanao, Aceh, dan ditempat-tempat lainnya harus pula
konsekuen dihargai hak demokratiknya untuk menentukan
nasibnya sendiri. Inti dari spirit KAA Bandung 1955
adalah penghargaan dan dukungan terhadap gerakan
pembebasan nasional dan konsekuen melawan kolonialisme
dan imperialisme. 
Persatuan Negeri-Negeri Selatan Bangun Industrialisasi
Selatan!!
Persatuan Negeri-negeri Selatan Stop pembayaran Hutang
Luar Negeri!!
Bangun Badan Ekonomi dan Keuangan Internasional yang
egaliter dan adil!!


BENTUK PEMERINTAHAN PERSATUAN RAKYAT,
TEGAKKAN ENAM PANJI KEMENANGAN RAKYAT:
MERDEKA, DEMOKRATIS, KERAKYATAN, BERSIH,
MODERN DAN INTERNASIONALIS

Jakarta, 15 April 2005


DITA INDAH SARI (Ketua Umum)                            
AGUS JABO PRIYONO (Sekretaris Jenderal




                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke