AFAIK, beberapa lambang bintang Daud/David yang (udah) populer
di Indonesia:

* Lambang Indosat terbaru (irisan di tengah dari 3 elips)..
  Produknya kan banyak a.l: IDD call, IM2 (IndosatNet), 
  IM3 & Satelindo (GSM) & StarOne (CDMA).
* Lambang M150 (Bisa!! - Ayo.. inget kata dalam kampanye siapa nih?)..
* Lambang Debindo(?) - Event Organizer acara pameran properti 
   atau IT ya? Yang sering ngadain acara di JCC itu lho..
* Tulisan di dinding, MetroMini  oleh anak" sekolah..
   Ponakan saya aja yang 'Slankers', waktu dia n temen"nya mau 
   bikin kaos dengan lambang itu, saya sarankan untuk cari lambang 
   yang lain.. Untung dia masih mau dengerin.. :D
* Ada lagi yang bisa nambahin? :-)

BTW, ini  juga jadi lambang sherif di film" kan?..

Wassalam,

Irwan.K

=======
--- In [email protected], gembong kidil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> DANI DEWA ISRAEL MENGINJAK-INJAK ALLAH
> 
> Sekilas judul di atas provokatif sekali, tapi bukan itu maksud saya.
Ahad malam Senin stasiun TransTV menayangkan siaran langsung grup band
Dewa. Dani bernyanyi dengan  kalung berlogo Bintang Daud, simbol
bangsa Israel yang sedang bergairah menggasak bangsa-bangsa muslim,
tergantung di lehernya. Ia berjingkrak-jingkrak di atas logo album
barunya berupa kaligrafi "ALLAH" yang dilukiskan dalam bentuk bintang.
Orang yang mengenal huruf Arab dan sedikit paham seni kaligrafi akan
langsung mengetahui - logo di lantai panggung yang diinjak-injak grup
band Dewa itu bertuliskan "ALLAH".
> 
> Karena sering mengisi acara di TransTV, saya segera menelepon
TransTV dan menjelaskan apa yang sedang terjadi. TransTV mau
menanggapi. Angle kamera diubah sehingga tak tampak lagi Dani
menginjak "Allah". Saat jeda iklan panggung segera ditutupi karpet
lain, meski hal itu mengorbankan nilai artistik panggung. Kami
bersyukur. Namun kawan-kawan yang sempat menyaksikan tayangan itu
tetap menelepon saya dan bertanya: "Siapa yang punya ide ini? Anak
muda muslim berkalung Bintang Daud menari-nari di atas kaligrafi
"Allah"? Anak-anak muda kita yang teledor, atau ada pihak lain yang
mengkondisikan mereka untuk berbuat itu?"
> 
> Betulkah Dani tak menyadarinya? TransTV mengirim mobil jemputan
untuk mempertemukan saya dengan Dani dan Ishadi (salah seorang
direktur TransTV). Kepada mereka saya tunjukkan buku The Cultural
Atlas of Islam karya gemilang Dr. Ismail Raji al-Faruqi, pendiri The
International Institute of Islamic Though, sebuah organisasi
intelektual muslim yang sangat berwibawa di Amerika. (Buku ini sudah
diterjemahkan ke bahasa Malaysia dan Indonesia oleh Mizan). Di halaman
84 terdapat foto kaligrafi "Allah" (lihat gambar kiri) yang dijadikan
logo album Dewa. Melihat itu Ishadi terhenyak dan berkata: "Ya, sama".
Tapi Dani coba mengelak dengan berkata: "Oh, nggak sama, ada bedanya".
Saya katakan: "Mana logo kalian, saya buktikan." "Tidak sama, sudah
saya modifikasi", kata Dani. Memang benar, Dani telah sedikit
memodifikasinya dengan mengisi bagian tengah dari huruf terakhir (ha)
seperti nampak di gambar kanan. Tapi bagi orang yang mengenal huruf
Arab, modifikasi itu tidak mengubah bentuk dan maknanya
>  secara signifikan. Tetap saja terbaca "Allah". Dari dialog itu,
juga dari nada bicaranya, nampak Dani sudah mengetahui sebelumnya apa
makna kaligrafi itu dan ia secara sadar mencoba memodifikasinya
meskipun gagal. Logo yang diinjak-injaknya memang bertulisan "Allah". 
> 
> Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sebagai karya artistik yang
sangat indah wajar kalau kaligrafi "Allah" itu digemari para seniman
(termasuk Dani yang katanya sedang berlatih menghaluskan jiwa pada
seorang habib). Setiap orang yang mengagumi keindahan Allah (walau
hanya dalam wujud kaligrafi) berhak untuk mengoleksi dan membanggakan
kaligrafi itu. Tetapi kalau tak mampu menempatkannya di tempat yang
terhormat, lebih baik jangan melakukannya. Jangan lagi Dewa membuat
tata panggung yang mempermainkan kaligrafi "Allah". Betapapun itu
hanya simbol, banyak orang tetap tidak bisa menerima penyanyi 
jejingkarakan di atas "Allah" dengan mengenakan kalung berlogo
kebanggaan Israel yang gencar memusuhi umat Islam.
> 
> Terima kasih untuk TransTV yang telah mau menanggapi kasus ini, tapi
jangan coba-coba menayang-ulangkan siaran itu di masa mendatang.
Menyakitkan!!!
> 
> Untuk para ulama dan orang tua tetap tersisa satu pertanyaan:
"Mengapa banyak anak-anak muslim negeri ini yang lebih bangga dengan
simbol-simbol mereka yang memusuhi Islam dan bertindak ceroboh dengan
agamanya sendiri?"
> 
>  <Wahfiudin>





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke