Tetapi, di-bulan bulan terakhir pertempuran yang
sengit sengitnya,
beliau sudah tak dapat memimpin pasukan, karena paru
parunya sudah
rusak.

----------------------------------
AS: Kalau masalah memimpin pasukan; seorang panglima
tentu tidak harus memimpin secara langsung di medan
perang khan? Tetapi tidak berarti bahwa dia tidak
mampu mengurus pasukan lagi.... (Bukankah Roseevelt
juga di atas kursi roda, tetapi apakah jendralnya
meninggalkan dia? Tetap, sebagai presiden, ia adalah
pemimpin tertinggi AB AS)

DH: Masa itu memang dunia, telah masak untuk proses
de-kolonisasi,
dimana satu persatu negara bebas dari penjajahan.
Namun, seperti
dikatakan, yang benar benar merebut kekuasaan dimedan
yuddha, adalah
Vietnam dibawah Ho Chi Minh, dan Aljazair. Negara
negara lain,
mendapatkan kemerdekaan secara damai. Misalnya India
tahun 1947 dan
Pakistan.Mesir.

Perang gerilya kita belum apa apa dibandingkan dengan
gerakan
Vietcong dibawah jendral Vo Nguyen Giap yang dahsyat
itu. dalam
pertempuran di Dienbienphu, empat jendral Perancis
tertangkap dalam
yuddha.

Tanpa mengurangi jasa pahlawan pahlawan kita (yang
banyak sekali
saudara saudara ortu), kita belum pernah berhasil
menggelar
pertempuran yang mematikan. Pertempuran besar adalah
di Surabaya.
namun korban diantara pemuda adalah besar sekali. 
AS: Tentu saja hal itu merupakan yang wajar, bayangin
milisi rakyat yang dilatih Jepang dalam hitungan
minggu lawan pasukan Inggris yang didukung dengan
peralatan yang tergolong modern, tentu berbeda...
Tetapi kalau melihat bagaimana perang kemerdekaan kita
berlangsung, kita melihat berapa banyak perwira
belanda yang mati, tentu itu lebih bagus... Bahkan
dalam pertempuran surabya, selain Mallaby ada satu
lagi jendral inggris mati karena pesawatnya dihantam
psu pejuang... Anda harus membedakan proses perang di
Indonesia dengan di Vietnam; kita berperang karena
semua kombatan kita adalah orang republik; kalau
vietnam? Mereka mendapat dukungan dari rusia, cina
baik senjata dan manusia, kalau kita? Siapa yang
membantu? Modal dhewek mas, sampai-sampai John Lie
harus terbang kucing-kucingan mbawa selundupan untuk
ditukar dengan keperluan perang...

DH: Mas, kesepakatan kala itu dicapai oleh semua
partai besar yang
demokratis. PNI, Masyumi, PSI, dll. Berbeda dengan
Vietnam, kala itu
hanya ada SATU politicall will yakni dari partai
komunis Vietnam
dibawah Ho Chi Minh, kita benar benar gebuk2an antar
kita. Tak ada
kesepakatan nasional. Pemimpin politik kita juga bunga
rampai, dari
orang orang soska (sosialis kanan) macam Sutan
Syahrir, sampai yang
paling kiri, seperti Tan Malakka.

--------------------------------------------------
AS: Jadi benar khan, kalau politisi republik ini
memang demennya cari penyakit?

DH: Mas, mereka boleh tulis apapun, namun sejarah kita
memang
demikian. Tak ada perjanjian perdamaian yang menyudahi
sebuah
pertempuran, dimana lawan menyerah secara militer.

AS: Betul itu, tetapi tidak ada perundingan yang akan
berhasil tanpa kekuatan senjata di belakangnya, dan
senjata itu tidak akan berguna kalau 'the man behind
the gun'-nya 'wrong man in the wrong place'...

DH: mas, ada seri peperangan besar yang awalnya sangat
penuh gloria,
namun ujung ujungnya menyedihkan, dibawah seorang
tokoh militer
1000%: Perang Napoleon.

Sebaliknya, perang terbesar dalam sejarah modern,
Perang Dunia II,
dikemudikan oleh politisi politisi. Presiden Roosevelt
dari USA.
Lawan lawan mereka, yang ter-mehek mehek ujungnya,
dikomandoi oleh
100% militer: Jepang oleh Yamamoto, dan Jerman oleh
para jendralnya,
antara lain Herman G�ring, Erwin Rommel, Guderian.

AS: Dalam perang dunia II, bukan roseevelt yang mantap
tetapi para jendralnya mulai dari Mc. Arthur,
SHeridan, hingga Patton. Begitu pula dengan Rusia,
bukan Stalinnya yang pinter, tetapi jumlah senjata dan
manusianya yang membuat Jerman babak belur...

Yang menggelar perang dalam situsi konflik, selalu
milteris dari
sayap keras. Ini terjadi pada PD I dan II.

AS: Dalam perang dunia I, perang bukan karena tentara
tetapi lebih nafsu expansi dari kekaisaran Jerman.
Dalam PD II bukan Heinz Guderian yang mencetuskan
perang, tetapi Hitler yang notabene seorang Kopral
yang kemudian menjadi politisi...

Jangan lupa, setelah perang usai, dimana semua hancur
berantakan,
pembangunan tak mungkin dipimpin militer. Jadi, lagi
lagi politisi
yang harus menentukan.

AS: Betul militer memang tidak tepat memimpin negara
untuk mencapai kemajuan, namun untuk mencapai kemajuan
harus ada stabilisasi keadaan, ini tidak bisa dicapai
hanya oleh politisi, apalagi politisi yang bisanya
berantem merebut posisi...

Terima Kasih,
AS




(Anytime anywhere We are ready to help) 
Click: http://asarono.tripod.com


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke