--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> problem dalam diskusi soal agama memang semangat mau
> menang sendiri yang terlalu meluap-luap... masing-masing
> merasa yang paling benar... pihak lain salah, tak akan selamat,
> dan bakal berakhir di dasar neraka...

--------------------------

TEPAT sekali mas Dewanto!

Sebabnya mudah dicari. Ketiga agama ini, adalah kepercayaan dari suku 
yang bersaudara, Yahudi dan Arab, yang adalah suku Semit. Bapak mereka 
bersama adalah Abraham atau Ibrahim. Nah, sebagaimana saudara saudara 
kandung, walau ortu sama, berantem melulu..

Mula mula, orang Yahudi menulis Taurat, mulai dari kisah penciptaan 
dunia, lahirnya Adam dan isterinya. Sebenarnya, setiap budaya punya 
kisah mengenai penciptaan dunia: Jepang dengan Amaterazu, Tiongkok, 
India dengan Shiva sang pencipta, juga Minahasa dengan Toar dan 
Lumimuut. 

Mengapa sekarang kita tiba tiba ppercaya akan versi Yahudi mengenai 
penciptaan dunia? Karena kita semua mengambil alih kepercayaan Semit 
ini: Kristen melalui orang Eropa, Islam melalui orang Arab dan lain 
lain (Gujarat, Tionghoa yang dulu mampir).

Orang Kristen, mengambil alih Taurat, dan menjadikannya sebagian dari 
kumpulan Kitab Suci mereka, bernama Perjanjian Lama (sebagian diterima, 
sebagian di-maki maki). Orang Islam, atau orang Arab, juga mengambil 
alih kisah Taurat ini, dan meng-integrasikannya dalam Kitab Suci 
mereka. Alhasil, mereka juga punya kisah mirip mengenai Adam dan 
isteri, dan beberapa nabi nabi Taurat.

Karena orang zaman dahulu jarang yang mampu menulis tapi jago 
menghafal, maka mereka hafalkan semua. Ratusan tahun kemudian, baru 
ditulis. Nah, tak heran, lalu terjadi per-bedaan perbedaan. Perbedaan 
perbedaan inilah yang menimbulkan konflik tanpa akhir...

Sekarang generasinya mBak mBak dan mas mas, yang lahir terlambat ribuan 
tahun (terlambat, karena sekarang Tuhan dan para nabi tak sedia lagi 
turun dan ngobrol dengan kita), mencoba meng-andai andai, mana yang 
benar.

Para akhli falsafah, mencoba mencari jalan lain (seperti mereka 
menemukan kebenaran mathematika dan physika), dan menemukan pencerahan 
(bukan bisikan malaikat lho), bahwa pasti ada sang Pencipta, yang 
adalah Roh, dan selalu ada (Maha Ada, The Being). Sang Pencipta ini tak 
berbentuk (atau mampu mengambil segala bentuk), diluar dimensi ruang 
dan waktu.

Tapi, karena manusia yang seperti kutu ini kecilnya, ingin 
menggambarkan sang gajah. Ya jelas, tiap kutu mendapat gambaran 
khayalan ber-beda beda. 

Lalu, berantem lagi...


Salam

danardono









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke