kalo dari segi kultur historis, budaya berpakaian "terbuka" or diasumsikan
sexy adalah merupaakn bagian dari budaya bgs indo, contohnya diliat dari
gambar2 yang ada di candi2, or pakaian2 adat jawa..kaum wanitanya memakai
pakaian kemben or misalnya budaya pakaian kebaya, dimana memperlihatkan
lekuk tubuh wanita secara jelas..
keindahan physical adalah bagian estetika wanita..dan seringkali pelecehan
terjadi oleh kaum pria adalah karena paradigma yang sdh rooted pada kaum
pria selama ini kalo women's body is a comodity, it's a men's property,
it's a tool to satisfied men's lustful desire..,pria jarang untuk melihat
nilai estetika from women's body..tp dari nilai comodity or nilai
seksualnya even women's is a sexual being..but to judge her body like that
i think it's not humane.. , so yg terjadi adalah pelecehan..
segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body is a
threat for men's..bcs women's body is their ultimate weakness...there's a
power in women's body.., but all this time women's has been used or badly
treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, feels
ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont appreciate her
body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have been fooled
by the men paradigm abt her body..., in our cultural society..women has
been taught that her body is the tool of evil.., so they re not accustomed
to honour her body but get used to despise it...
if only women could realize that her body is a sacred thing, it's great to
feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human being..



                                                                                
                           
                      "Ari Condro"                                              
                           
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       
<[email protected]>                        
                      >                        cc:       "Carla Annamarie"      
                           
                      Sent by:                  <[EMAIL PROTECTED]>             
            
                      [EMAIL PROTECTED]        Subject:  Re: [ppiindia] Suara 
Perempuan                    
                      ups.com                                                   
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           
                      04/19/2005 01:43                                          
                           
                      PM                                                        
                           
                      Please respond to                                         
                           
                      ppiindia                                                  
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           





Ya, hal-hal semacam ini yang tidak bisa dipahami
oleh kita-kita yang besar dalam budaya timur
dan konteks kultur agama yang kuat.

Mbak Carla Annemarie yang pernah di LN
mungkin bisa memberi pandangan kritis
yang lebih sistematis tentang hal ini.

Kalo bisa jawaban yang cukup panjang
dan bisa mengupas lebih dalam secara budaya.
Dan bukan jawaban singkat semata
dari sisi anda secara personal.
Kalau bisa, dan ada teman lain
yang concern dan bisa menambah banyak,
diskusi ini bisa lebih fruitful.

salam,
Ari Condro




----- Original Message -----
From: "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]>

anehnya lagi.....meski mengaku banyak dieksploitasi dan merasa dilecehkan
masih saja banyak wanita yang memperebutkan posisi untuk dilecehkan. masih
saja memakai baju yang super ketat nan seksi untuk memperlihatkan
sensualitasnya yang ujung2nya akan melecehkan dirinya
sendiri.........paradoks ga sih.........?

----- Original Message -----
From: "Eko Bambang Subiyantoro" <[EMAIL PROTECTED]>


>
> http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C-35%7CX
> Jumat, 15 April 2005
> "Suara Perempuan"
>
>
> Oleh Cicilia Maharani
>
>
> Akhir-akhir ini saya merasa dekat sekali dengan suara perempuan. Begini
awalnya. Pada suatu pagi saya ingin menabung maka pergilah saya ke sebuah
bank swasta. Sampai disana, saya disambut oleh mesin tempat mengambil nomor
antrian. Sayapun duduk menunggu antrian dengan tertib sambil menyibukkan
diri dengan membaca dan sesekali menonton televisi yang dipampang di salah
satu sudut.
>
> Saya ?terbangun? ketika ada mesin bersuara perempuan menyebutkan nomor
antrian saya, ? Nomor antrian 5, silahkan ke counter 6 .? Sayapun
melangkahkan kaki menuju counter tersebut dan menyelesaikan urusan.
>
> Setelah itu saya pergi ke kantor telepon untuk membayar tagihan bulanan.
Sama prosedur antriannya, saya sedang membaca buku ketika saya kembali
?dibangunkan? oleh mesin bersuara perempuan yang membawa kaki saya ke
counter yang dimaksud.
>
> Setelah bayaran selesai, saya teringat bahwa saya harus menelpon kakak
saya, Edo, untuk meminjam camera digital-nya. Saya tekan nomor hp Edo :
08121 134 sekian sekian. Bukan suara kakak laki-laki saya yang menjawab,
melainkan suara perempuan lagi, kali ini bernama Veronica. Baru juga pukul
10.00 pagi dan saya sudah disapa ramah oleh suara ?mesin berjenis kelamin
perempuan? sebanyak tiga kali.
>
> Lalu saya pergi ngantor. Sampai di kantor, saya harus menelpon banyak
rekan untuk datang ke acara saya. Sayapun sibuk mencari nomor telepon
rekan-rekan saya itu. Pertama-tama saya ingin menelpon kolega yang bekerja
di majalah ternama. Begitu tersambung, saya disambut sekali lagi oleh mesin
otomatis bersuara perempuan, ?Terima kasih Anda telah menghubungi majalah
A,
untuk bagian redaksi tekan 1, untuk bagian iklan tekan 2, untuk bagian
promosi tekan 3, seterusnya dan seterusnya??. Hmmm, ini baru satu kantor,
bagaimana dengan kantor-kantor yang lain?. Ada berapa ribu kantor? Ada
berapa ?mesin berjenis kelamin perempuan? ? Dan sayapun mencoba menikmati
suara-suara perempuan yang terus menerus tak terbendung masuk ke telinga
saya.
>
> Setelah seharian berkutat dengan telepon dan bekerja di depan komputer,
saya ingin bersantai-santai dulu. Saya ingin melarikan diri dari suara
perempuan yang sepanjang hari ini memenuhi kepala. Cukup, sampai disini
dulu
kedekatan saya dengan suara perempuan. Refreshing ah. Saya ingin keluar
dari
realitas sebentar dengan menonton film di bioskop.
>
> Setelah membeli tiket, saya memilih camikan yang asyik. Pop corn, coklat
atau tahu isi ya enaknya? Atau hot dog? Sepertinya lemak gurih didalamnya
menggoda sekali, yummy. Saya sedang asyik melahap hot dog ketika ada suara
pengumuman, ?Pintu teater satu telah dibuka?. Saya tersedak! Suara
perempuan
lagi? Ya ampun?.
>
> Ternyata tidak hanya secara fisik perempuan lebih sering hadir untuk
urusan depan, alias perkenalan yang perlu bermanis-manis, ? Selamat datang
Pak, Bu, bisa saya bantu?, tetapi perempuan juga telah sampai ke
mesin-mesin
yang memerlukan suaranya untuk sekedar ramah tamah. Sentuhan sapaan itu
seakan-akan dapat lebih menyenangkan hati pendengarnya jika suara itu
datang
dari yang namanya perempuan.
>
> Saya tidak akan meneruskan ini menjadi sebuah persoalan seperti kenapa
suara perempuan yang dipajang adalah suara yang penuh sapaan, penuh ramah
tamah saja, bukan suara yang kita ingin keluarkan karena merasakan
ketidakadilan. Kenapa yang digaungkan bukan suara perempuan pingiran yang
banyak didera kekerasan?
>
> Di tengah pertempuran di kepala itu muncul ide saya. Saya membayangkan
apa
yang terjadi bila suara perempuan itu diganti oleh suara laki-laki? Akan
tidak ramahkan? Akan larikah orang-orang yang mendengarnya? Akan tidak
merdu
mendayu-dayukah? Apa sih yang membuat perempuan sangat penting sehingga
diciptakan mesin berjenis kelamin perempuan?
>
> Jawabannya mungkin banyak dan bervariasi, namun ada satu hal yang pasti,
yaitu keinginan yang terus menerus untuk ?menjual? perempuan. Di berbagai
iklan, perempuan sudah begitu banyak dieksploitasi, di penulisan-penulisan
berita, terutama berita kriminal seperti perkosaan, perempuan ibarat sudah
jatuh tertimpa tangga pula.
>
> Ringkasnya, dalam masyarakat patriarkhis, setiap inci dari tubuh
perempuan
merupakan barang komoditi. Begitu pula dengan suara perempuan, ia menjadi
komoditas yang sengaja di konstruksi untuk diperdengarkan, digaungkan,
setelah sebelumnya dipoles dengan ramah tamah. Identifikasi suara perempuan
ini tidak terlepas pula dari konstruksi budaya yang mengidentikan perempuan
dengan kelembutan. Dalam konteks ini maka, intelektualitas dan kemampuan
perempuan menjadi tidak penting, karena perempuan selalu dinilai dari
penampilan fisik. Tapi, itulah masyarakat patriarkhi yang selalu menjadikan
tubuh perempuan sebagai obyek eksploitasi.
>
>
> Cicilia Maharani penulis lepas, tinggal Jakarta
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links















***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links












------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke