nimbrung lagi ah,
"we lives in a man's world". Kenyataan yang kita rasakan memang 
begini. Lalu, bukankah sebaiknya kita para wanita menentang 
kenyataan seperti ini dan mengatakan bhw this is "our wold" dengan 
bersikap berpakaian menutup aurat, tak mau diekspolitasi.

Kita memang tidak bisa berharap semua laki-laki menjadi sopan dan 
bisa menahan diri, karena fitrah kelaki-lakiannya yang beda antara 
satu laki2 dgn laki2 lain. Sautu saat dia bisa menahan diri tapi di 
saat lain, who knows? Tapi, saya yakin (meski saya belum pernah jadi 
laki2) kalau laki melihat wanita berpakaian seksi..akan timbul 
sesuatu dalam hatinya, entah apa deh namanya. 

Aku pernah melihat dua wanita muda jalan beriringan didepanku, yg 
satu berjilbab yang satu pakai jeans ketat dan kaos ketat sera puser 
yang kelihatan. Lucunya dua2 berjalan menuju mesjid (mau sholat). 
Tiba2 ada bapak2 jahil dalam mobil, menatap dgn liar ke arah dua 
gadis itu dan memainkan lampu mobil serta membunyikan klakson. Lalu 
gadis yang berjins ketat itu ngomel dan marah,"dasar bapak2 ganjen, 
ngapain ngeliatin gue kayak gitu pake ngelaksonin segala?".

Aku geli aja, kok dia tahu kalo dia yang digodain??

he..he...yang satu hatinya bertambah kotor karena jahil, yang satu 
hatinya kotor karena ngomel...(. Gak ada bagusnya buat hati.

Pernah baca pengalaman seorang wanita, sejak dia berjilbab...gak 
ada gangguan2 iseng yang dia temukan, malah kalaupun ada yang 
iseng...cuma sebatas menegur,"assalamu'alaikum...mbak". 
he..he...enak dong ya gangguan diganti dengan doa. Akhirnya kan si 
wanitanya juga harus membalas doa tsb dgn doa juga. Nah saling 
mendoakan deh.

--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Ari.., ukuran berbusana yang referred to sexy is differ in every
> cultures..., perhaps if we go to asmat or dani tribe in 
papua...the women
> are top less..and in that place they re not considered 
provocative, sexy or
> something but it's the way they dress up.., but amongts civilized
> society..we re bound by norms and social values that had been set 
up by the
> social community..., in jakarta for example..it's fine for women 
to wear
> something sexy for them self..but there're ppl that still bound by 
certain
> tradition to restrict women from wearing sexy dress.., like tank 
tops,
> tight t-shirt, and tight jeans, off-shoulder dress, halter neck 
clothes, so
> i think women should be wise and smart enough to dress them 
self..bcs it's
> very easy for women wearing something sexy and ppl look at her with
> prejudice...or men look at them with predator's eyes.., women is a 
victim
> of judgement.., no matter what she wears..still she's a living 
target, the
> prey of the predator..the casualty of men's machosism..it's 
ironically men
> really enjoys this and considered it as a sexual pleasure for 
their eyes,
> to feed their lust, and still point a finger to her with 
judgement..it's
> not fair for women but..hey..we lives in the men's world..,right?i 
think if
> we re still in this kinda perceptive..we will living in a hipocrite
> culture.., we re against it but on the other hand we re takes so 
much
> pleasure on it...
> i think we should change our attitude of thinking..we should be 
open mind,
> i think most ppl thought they re culture-minded, civilised, and 
modern but
> still trapped in the prejudice and sexes mind..., but it's the way 
the
> system works..if u wanna change the system..change the mind 
first...
> 
> 
> 
>                                                                    
                                        
>                       "Ari 
Condro"                                                              
           
>                       <[EMAIL PROTECTED]        To:       
<[email protected]>                        
>                       >                        cc:       "Carla 
Annamarie"                                 
>                       Sent by:                  
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,    
>                       [EMAIL PROTECTED]         "RM Danardono 
HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>, "kim      
>                       ups.com                   hook" 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>               
>                                                Subject:  
[ppiindia] Re: Suara Perempuan                    
>                                                                    
                                        
>                       04/19/2005 
07:34                                                                
     
>                       
PM                                                                   
                
>                       Please respond 
to                                                                   
 
>                       
ppiindia                                                             
                
>                                                                    
                                        
>                                                                    
                                        
> 
> 
> 
> 
> 
> Dengan logika dari mas danardono :
> "By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum 
tentu
> pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, lalu
> kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya
> diminta sicantik, akhirnya dompet melompong...."
> 
> dan dari mbak Carla
> "segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body 
is a
> threat for men's..bcs women's body is their ultimate 
weakness...there's a
> power in women's body.., but all this time women's has been used 
or badly
> treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, 
feels
> ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont 
appreciate her
> body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have 
been fooled
> by the men paradigm abt her body..., in our cultural 
society..women has
> been taught that her body is the tool of evil.., so they re not 
accustomed
> to honour her body but get used to despise it.
> 
> if only women could realize that her body is a sacred thing, it's 
great to
> feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human 
being."
> 
> sebenarnya ada pertanyaan lanjutan saya :
> 
> 1. Apakah logika mas Danardono memberikan kita cukup reason
> yang conditio sine qua non { untuk misalnya bersikap ala Perancis }
> yang membanned penduduknya sendiri yang memegang kultur
> busana muslimah di ruang publik i.e Sekolah Umum ?
> 
> Saya terutama bertanya ke mas Ade Kim Hook yang di Perancis
> langsung dan jadi pengamat secara inheren (meskipun doi
> mempromosikan pandangan eksklusif anti agama Islam),
> namun saya berharap bisa belajar susatu dari dia.
> Minimal tahu pemikiran orang sana (entah obyektif atau tidak)
> juga saya bertanya ke mas Danardono, yg udah bertahun-tahun
> di Jenewa dan udah banyak makan asam garam kehidupan.
> 
> Kenapa saya bertanya ?  Karena secara logika seorang awam
> yang merupakan orang biasa saja dan hidup sehari-hari di
> Indonesia, pandangan itu kok nampaknya njomplang,
> kenapa hanya karena ingin menghargai diri sendiri
> dan ingin dihargai orang lain, kok dengan bikin akal-akalan rendah.
> Kenapa tidak percaya diri dengan kemampuan berpikir, kecerdasam
> atau kewibawaan, keluesan dalam bertindak .....  [ alternatif dan 
cara
> lain untuk dihargai dengan cara non pelacuran diri sendiri ]
> 
> 2. Kalau pemikiran Carla sendiri, berpakaian terbuka di kultur
> lama belum tentu sama dengan budaya berpakaian sexy lho.
> Secara kultur, bagian atas tubuh bagi kebanyakan orang kita
> bukan sesuatu yang memalukan.  Orang Badui dalam,
> orang bali - dulu, dan banyak orang Jawa - duluuuuuu,
> hampir tidak memakai pakaian bagian atas.
> Juga orang Papua dan Timor.  Maks pake semacam kemben.
> 
> Karena bagi lelaki dulu, bagian yg bisa bikin nafsu naik
> adalah bagian paha ke atas.  Sementara kultur nafsu naik
> orang Barat adalah justru bagian dada ke atas.
> 
> Kultur baratlah yang membuat bangsa kita
> jadi lebih tertutup pakaiannya.  Selanjutnya orang
> lokal kota lah yang mengintrodusir budaya malu ini
> ke kantong-kantong masyarakat di pedalaman.
> 
> Sama seperti budaya "menikmati hubungan seksual",
> secara filosofis, masalah ini hampir tidak ada di kamus
> orang jawa.  Lain dengan orang India yang punya
> Kamasutra, dan orang Arab/Persia yang punya
> buku sejenis [lupa namanya].    Orang China
> dan Jepun juga memiliki panduan klasik
> dalam hal beginian.  Orang barat juga
> sepertinya baru diabad 19 saja mulai memiliki
> perhatian akan masalah ini.  Pernah saya baca
> di Intisari kalau penelitian tentang masalah
> seksual dan reproduksi manusia justru baru
> tahun 1900an, kalah duluan dengan thd
> serangga, burung dan mamalia lainnya.
> 
> Jadi karena kultur dan bawaan filosofis kita
> banyak yang built in memang tidak memikirkan
> masalah ke-sexy-an ini, saya jadi bertanya-tanya
> ide mbak Carla ttg budaya hipokrit ini relevan atau tidak ya ?
> 
> Buat orang barat atau anak muda perkotaan jaman
> sekarang yang secara kulturaal beda dengan jamannya
> pak Yustam atau mas Danardono mungkin ya.
> 
> Tapi apa ini relevan dengan kebanyakan orang kita ?
> Jangan-jangan ini cuma introdusir gaya pergaulan kota/
> budaya lain, yang sebenarnya justru merupakan hal baru bagi kita.
> 
> So, mau dibawa ke mana anak negeri ini ?
> 
> salam,
> Ari Condro
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> DH: Dan....masih sudi dimadu....
> 
> By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum 
tentu
> pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, lalu
> kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya
> diminta sicantik, akhirnya dompet melompong....
> 
> Si pria lalu menikahi semua yang merangsangnya, akhirnya budget
> berantakan....
> 
> Si cantik lihat, abang masih ber-uang? ya abang sayang..
> abang habis uang? si cantik melayang...
> 
> Gitu aja kok repott
> 
> Wanita itu tidak bodoh lho!
> 
> 
> ===
> From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> kalo dari segi kultur historis, budaya berpakaian "terbuka" or 
diasumsikan
> sexy adalah merupaakn bagian dari budaya bgs indo, contohnya 
diliat dari
> gambar2 yang ada di candi2, or pakaian2 adat jawa..kaum wanitanya 
memakai
> pakaian kemben or misalnya budaya pakaian kebaya, dimana 
memperlihatkan
> lekuk tubuh wanita secara jelas.
> 
> keindahan physical adalah bagian estetika wanita..dan seringkali 
pelecehan
> terjadi oleh kaum pria adalah karena paradigma yang sdh rooted 
pada kaum
> pria selama ini kalo women's body is a comodity, it's a men's 
property,
> it's a tool to satisfied men's lustful desire..,pria jarang untuk 
melihat
> nilai estetika from women's body..tp dari nilai comodity or nilai
> seksualnya even women's is a sexual being..but to judge her body 
like that
> i think it's not humane.. , so yg terjadi adalah pelecehan.
> 
> segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body 
is a
> threat for men's..bcs women's body is their ultimate 
weakness...there's a
> power in women's body.., but all this time women's has been used 
or badly
> treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, 
feels
> ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont 
appreciate her
> body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have 
been fooled
> by the men paradigm abt her body..., in our cultural 
society..women has
> been taught that her body is the tool of evil.., so they re not 
accustomed
> to honour her body but get used to despise it.
> 
> if only women could realize that her body is a sacred thing, it's 
great to
> feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human 
being.
> 
> ===
> 
> From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> 
> actually...wearing sexy and gorgeous outfit is a free choice...but 
perhaps
> depends on the time n occasions whether they re appropriate or
> unappropriate for wearing those kinda clothes..., i think if at 
clubs, cafe
> or dinner party we saw a women wearing a sexy outfit..it's very 
eyecatching
> n breathtaking..for guys especially...:))..
> there's nothing wrong or against the law to wear a sexy outfit..i 
think to
> feels sexy or to be sexy is women's rights...and manytimes men 
brought up
> this thing as an argument or as an excuse to abuse women..such a
> hipocrite..
> 
> ===
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> pria menghargai wanita  ... yah dengan membuat wanita
> sebagai komoditas  ....  dan ini pilihan wanita sendiri  ...
> pria tidak pernah memaksakan hal ini  ... zaman sekarang
> menjual barang tanpa menjual keindahan tubuh atau
> kecantikan wanita   ..  mana mungkin sales promotion
> bisa tercapai   ...  harga seorang wanita tergantung dari
> berapa banyak dia akan di bayar sebagai komodity
> 
> coba lihat aja miss dunia, dengan kemolekan tubuh dan
> kecantikan, mereka dapat mempromosikan parawisata
> dan sedikit charity di mana untuk menutupi segi bisnis
> yang ada dibelakang penampilannya  ..   ujung-ujungnya
> wanita hanya sebagai bahan eksploitasi yang dilakukan
> dengan cara halus maupun dengan cara kasar  ..
> 
> memang kerasnya dunia lelaki tanpa wanita rasanya
> kurang sempurna  ..  karena hanya wanita yang bisa
> menghibur dan menentramkan bagi seorang pria,
> tapi bisa juga wanita menjadi penyebab malapetaka
> 
> untuk menggerakkan roda dunia ini dibutuhkan peran
> pria dan wanita  ...   di mana wanita menjadi motivator
> dan bisa juga menjadi provokator  ...  ini tergantung dari
> tingkat keimanan wanita itu terhadap ajaran agamanya
> sebagai moral yang mengantarkan dunia ini dalam
> kehidupan yang damai  .....
> 
> kalau dulu wanita bisa telanjang, mungkin teknology
> pembuatan pakaian belum semaju sekarang, tapi
> jadul itu kehidupan spiritual lebih utama dibandingkan
> dengan jaman sekarang, sehingga dengan kekosongan
> spiritual inilah banyak terjadi tindakan-tindakan
> yang tidak bermoral  ...  apalagi dengan agama yang
> hanya mengandalkan percaya, tanpa bisa mencerna
> kepercayaan itu sendiri  ....
> 
> salam,
> 
> 
> ===
> From: "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Ya, hal-hal semacam ini yang tidak bisa dipahami
> oleh kita-kita yang besar dalam budaya timur
> dan konteks kultur agama yang kuat.
> 
> Mbak Carla Annemarie yang pernah di LN
> mungkin bisa memberi pandangan kritis
> yang lebih sistematis tentang hal ini.
> 
> Kalo bisa jawaban yang cukup panjang
> dan bisa mengupas lebih dalam secara budaya.
> Dan bukan jawaban singkat semata
> dari sisi anda secara personal.
> Kalau bisa, dan ada teman lain
> yang concern dan bisa menambah banyak,
> diskusi ini bisa lebih fruitful.
> 
> salam,
> Ari Condro
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke