Mas Nizami, Pertama, kira-kira JIL menolak seluruh hadits sahih itu apakah resmi pernyataan pendapat JIL atau kesimpulan orang yang sudah benci JIL lalu menuduhkannya kepada JIL. Kedua, saya kemukakan protes Aisyah r.a. sebagaimana tersebut dalam hadits Bukhari itu sebagai perbandingan dengan komentar al-Tamimi terhadap alasan Ulil dan dari situ jelas komentar al-Tamimi hanya berisi kesombongan intelektual. Ketiga, persoalan membatalkan shalat apabila ada yang lewat di depannya adalah masalah khilafiyah.
1. Mazhab Zhahiriyah yang menyatakan bahwa wanita lewat di depan orang yang shalat itu membatalkan shalat apabila tanpa sutrah (al-Muhalla, 4/8), Ibnu Qayyim (Zad al-Ma'ad, 1/306), Syaukani (Nailul Authar, 3/12). Dalil-dalil mereka adalah hadits Abu Dzar (Muslim, 510), Hadits Abu Hurairah (Muslim, 511), Hadits Ibnu Abbas (Abu Daud, 703, dan dinyatakan cacat karena mauquf dimarfu'kan oleh Syu'bah). 2. Pendapat yang menyatakan tidak membatalkan, siapa saja yang lewat baik laki-laki atau wanita adalah pendapat Imam Malik, Syafi'i, Abu Hanifah, Sufyan Tsauri dan lain-lain. Imam Ahmad dan Ishaq menyatakan tidak membatalkan kecuali anjing hitam. Dan Imam Nawawi mengutip sebagai pendapat jumhur salaf (Syarah Muslim, 2/145), silahkan lihat juga Sunan Turmudzi (2/161), al-Mughni Ibnu Qudamah (2/249), al-Majmu (3/250). Dalil-dalil mereka antara lain, hadits Aisyah r.a. (Bukhari 515, Abu Daud 710), Hadits Aisyah dalam kontek lain (Bukhari 508 dan Muslim 2/148 dari berbagai sanad riwayat), hadits Ibnu Abbas (Bukhari 1857, Muslim 504, Abu Daud 715, Turmudzi (337, Ibnu Majah 947, dan Nasa`i 2/64), Hadits Abu Hurairah (Bukhari 1210 dan Muslim 541), Hadits Abu Darda (Muslim 542, dan Nasa`i 3/13), Hadits Abu Said al-Khudri (Abu Daud, 719 dan ini dalam kontek sama dengan riwayat Muslim yang Mas Nizami kemukakan dari hadits Muslim tapi ini bertentangan secara kandungan. Pada hadits ini disebutkan Rasul berkata, "tidak memutus shalat sesuatu apapun juga dan menolaknya semampunya karena itu adalah setan." dan hadits ini Dhaif). Tetapi Abu Daud juga meriwayatkan hadits sahih dengan kandungan yang sama tapi merupakan perkataan Abu Sa'id al-Khudri (Mauquf) sbb; dari Abu Waddak dia berkata, seorang pemuda dari Quraisy lewat di depan Abu Said al-Khudri ketika dia sedang shalat sehingga dia dorong kemudian pemuda itu kembali lagi lalu dia dorong lagi sampai 3 kali. Ketika dia sudah pulang, dia berkata, "Sesungguhnya shalat tidak memutusnya sesuatu pun, tetapi Rasulullah s.a.w. berkata, "doronglah semampu kalian karena sesungguhnya itu setan." Abu Daud berkata, apabila dua hadits dari Rasulullah s.a.w. bertentangan pada maknanya maka dilihat apa yang dipraktekkan oleh para sahabat setelahnya. Ini adalah dalil-dalil dari dua pendapat tersebut terbatas pada hadits-hadits, di luar dukungan atsar-atsar. Kalau dengan sekian membaca hadits, Mas Nizami mentarjih pendapat yang membatalkan sedangkan saya dengan membaca hadits, dengan metode saya, mentarjih pendapat yang tidak membatalkan. Dan Ulil menolak hadits tersebut yang menurutnya menyamakan perempuan dengan anjing dan keledai (dan komentar ini persis dengan ungkapan Aisyah sendiri) sebagaimana Aisyah juga memprotes hadits tersebut dan menyebutkan haditsnya yang menyatakan tidak membatalkan dan dijadikan dalil oleh kelompok kedua. Dengan itu semua, sesuai dengan pernyataan Mas Nizami sendiri "Insya Allah jika kita membaca Al Qur'an dan Hadits, kita tidak akan tertipu oleh orang2 yang sesat." kira-kira kalau memang harus ada orang yang dituduh sesat sehingga jangan sampai kita tertipu olehnya, siapakah orang-orang sesat itu dan siapa yang paling berhak menunjukkan tangannya kepada orang itu sebagai orang sesat? Terima Kasih Aman ----- Original Message ----- From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]>; "sabili" <[EMAIL PROTECTED]>; "media dakwah" <[email protected]> Sent: Wednesday, April 20, 2005 1:22 PM Subject: [ppiindia] Re: Re: Melawan "Setan JIL" di Sarangnya > > Hanya karena satu hadits shahih di bawah kelihatan > tidak "masuk akal", bukan berarti kita harus menolak > semua hadits shahih seperti JIL. Jika kita menolak > semua hadits shahih, bagaimana kita bisa sholat, > zakat, puasa, dsb? > > Sesungguhnya ada ratusan ribu hadits. Di antaranya ada > yang sahih, hasan, dan dloif (lemah/palsu). Jumlah > periwayatnya pun dari Nabi, sahabat, generasi > berikutnya, hingga perawi terakhir bisa 13 orang atau > lebih. Di antaranya, ada yang jumlah perawi satu > generasi banyak (mutawattir) / umum, ada yang hanya > beberapa orang saja, ada pula yang hanya seorang. > > Nah, meski ada hadits yang menyatakan bahwa sholat > akan batal jika ada wanita, keledai, dan anjing lewat > di depannya agak meragukan, kan ada hadits2 lain yang > menyatakan bahwa siapa pun yang lewat, entah itu > wanita atau pria, jika tak ada pembatas, maka > sholatnya akan batal. > > Contohnya hadits2 berikut: > === > Sutrah adalah pembatas yang diletakkan didepan orang > yang sholat guna membatasi dirinya dengan orang yang > berlalu. Dan sutrah hukumnya wajib dan insya Allah > pembahasan tentang hukum-hukum seputar sutrah akan > dimuat dalam volume-volume yang akan datang dalam > risalah ilmiyah tercinta ini. > Adapun berapa jauh jaraknya seseorang bisa lewat > didepan orang yang sedang sholat kalau orang tersebut > tidak memakai sutrah, dapat kita simak pada > hadits-hadits dari Rasulullah shollallahu 'alaihi wa > 'ala alihi wa sallam berikut ini : > > ����� ����� ���������� ��������� ����� ��������� > ������� ������� ������ �������� �������������� ��� > ���������� ������ ����� ��������������� ���������� > ���� ��������� > "Apabila salah seorang dari kalian sholat maka jangan > ia membiarkan seorangpun berlalu dihadapannya dan > hendaklah ia menolaknya semampunya dan apabila ia > tidak mau, maka hendaknya ia menahannya dengan keras, > sesungguhnya dia itu tidak lain adalah syaithon". > (HSR. Bukhary-Muslim dari Abu Sa'id Al-khudry dan > semakna dengannya dari Ibnu 'Umar riwayat Muslim). > > ���� �������� ��������� ������ ������ ������������ > ������ �������� ������� ���� ������ ������������ > ������� ���� ���� ���� ������� ������ ��������. ����� > ������ ��������� -������ ����������- : ��� �������� > ������� ������������ ������� ���� ������� ���� ������. > > "Andaikata orang yang berlalu didepan orang sholat > mengetahui apa yang ditimpakan atasnya (dari > dosa-pent.) maka jika ia berhenti empat puluh, lebih > baik baginya dari berlalu didepannya". Berkata Abun > Nadhor -salah seorang rawi- saya tidak tahu apakah ia > berkata 40 hari, 40 bulan atau 40 tahun. > (HSR. Bukhary-Muslim dari Abu Juhaim radhiyallahu > 'anhu) dan banyak lagi hadits yang semakna dengannya. > Dan kalimat ������ ������ (dihadapannya) dalam hadits, > diterangkan oleh Al-Hafizh Ibnu hajar dalam Fathul > Bary 1/585 : "yaitu didepannya dari jarak dekat". > > Maka dari sini diketahui bahwa apabila ada orang yang > sholat tidak menghadap ke sutrah (pembatas), maka ia > hanya terlarang berlalu dihadapannya dalam jarak > jangkauan kedua tangan dimana sebagian ulama > mengatakan jarak sejauh tiga hasta (satu hasta adalah > antara ujung jari tengah sampai siku). > http://www.an-nashihah.com/modules.php?name=News&file=article&sid=46 > === > > Jadi dgn membaca hadits secara menyeluruh, kita tahu > bahwa siapapun (entah itu pria atau wanita) yang > lewat, jika tak memakai pembatas, maka akan > membatalkan sholat kita. > > Insya Allah jika kita membaca Al Qur'an dan Hadits, > kita tidak akan tertipu oleh orang2 yang sesat. > > wassalam > -- I am using the free version of SPAMfighter for private users. It has removed 153 spam emails to date. Paying users do not have this message in their emails. Try www.SPAMfighter.com for free now! ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

