Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2004 penduduk miskin Jakarta berjumlah 370.898 jiwa dengan 91.468 jiwa rumah tangga miskin. ============================================ MASIH ingatkah Anda dengan peristiwa empat bulan lalu di daerah Koja, Jakarta Utara, ketika Ny Jasih (30) bunuh diri bersama dengan kedua anaknya, Galang Ramadhan (6) dan Galuh (4), karena terjepit kesulitan ekonomi? Ibu tersebut tidak tahan menghadapi utang yang menumpuk untuk membayar biaya pengobatan Galuh. Itulah salah satu potret persoalan yang dihadapi keluarga miskin di Jakarta.
SEPERTI diberitakan, sejak satu tahun lalu, Galuh menderita kanker otak dan sudah dua kali menjalani operasi yang biaya pengobatannya mencapai Rp 50 juta. Biaya rumah sakit yang mahal menyebabkan Galuh harus dirawat di rumah. Itu pun tak menyelesaikan masalah karena perawatan di rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Obat infus yang harus dibeli setiap hari membuat keluarga Ny Jasih terlilit utang sampai Rp 5 juta. Kisah tragis Ny Jasih yang terjadi akhir tahun lalu bukanlah satu- satunya kasus bunuh diri karena terjepit kesulitan ekonomi. Sepanjang tahun 2004, Kompas mencatat telah terjadi 10 kasus yang sama di DKI Jakarta. Motifnya bermacam-macam, karena pemutusan hubungan kerja, tak bisa membiayai sekolah, dan terlalu lama menganggur. Itu hanyalah sekilas gambaran kemiskinan di Jakarta yang semakin parah. Melihat kenyataan tersebut, timbul pertanyaan seberapa besar jumlah penduduk miskin Jakarta? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2004 penduduk miskin Jakarta berjumlah 370.898 jiwa dengan 91.468 jiwa rumah tangga miskin. Angka ini menunjukkan peningkatan 17 persen dari tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan total penduduk Jakarta pada tahun yang sama, persentase penduduk miskin adalah 10 persen. Sebenarnya persentasenya masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan provinsi- provinsi lainnya, seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Apakah penduduk miskin selalu identik dengan penduduk yang bertempat tinggal di kawasan kumuh atau bekerja di sektor informal? BPS Provinsi DKI Jakarta mempunyai klasifikasi khusus untuk menggolongkan penduduk miskin dan rumah tangga miskin. Ada tujuh variabel yang digunakan untuk mengategorikan rumah tangga miskin. Di antaranya adalah variabel luas lantai hunian kurang dari delapan meter persegi per anggota rumah tangga; jenis lantai hunian sebagian besar bukan keramik, teraso, tegel, atau semen; serta tidak ada fasilitas air bersih dan jamban atau WC. Selain itu, konsumsi lauk-pauk tidak bervariasi, tidak mampu membeli pakaian minimal satu setel setahun untuk setiap anggota rumah tangga, dan tak memiliki aset rumah tangga. Jika tiga variabel saja sudah terpenuhi, suatu rumah tangga bisa dikategorikan miskin. Kategori tersebut tidak menutup kemungkinan penduduk yang bekerja di sektor formal digolongkan menjadi penduduk miskin. Seorang guru sekolah atau pegawai negeri sipil juga bisa dikategorikan penduduk miskin. Pada tahun 2004 terdapat 443 guru yang termasuk kategori penduduk miskin. Hal ini disebabkan ada sebagian guru swasta di Jakarta hanya bergaji sekira Rp 200.000, sementara upah minimum Provinsi Jakarta tahun 2005 sebesar Rp 711.000. Menurut data BPS tahun 2004, penyebaran lokasi penduduk miskin di Jakarta tidak merata. Jumlah penduduk miskin yang mencapai ratusan ribu jiwa hanya terdapat di wilayah Jakarta Utara dan Timur. Keempat wilayah lainnya hanya mencapai jumlah puluhan ribu jiwa. Meski jumlah penduduk miskin Jakarta Utara menurun sebesar 10 persen, tetapi jumlah penduduk miskin terbesar masih ada di wilayah ini. Penduduk miskin di Jakarta Utara hampir 26 persen bekerja sebagai buruh pabrik. Wilayah Jakarta Utara bagian timur sebagian besar didominasi oleh daerah industri. Penduduk miskin di wilayah itu biasanya bertempat tinggal di gubuk-gubuk liar di bantaran sungai, di bawah jalan tol, dan tepi rel kereta api. Nelayan yang bertempat tinggal di kampung-kampung nelayan di pinggir pantai juga dikategorikan sebagai penduduk miskin. Fasilitas air bersih dan sanitasi di kampung nelayan sangat minim. Selain itu, kondisi perumahan mereka sangat buruk karena ada beberapa bagian rumah yang berdiri di atas laut dengan tiang-tiang pancang bambu. Masih sama dengan Jakarta Utara, 13 persen penduduk miskin di Jakarta Timur bekerja sebagai buruh pabrik. Hal ini berkaitan dengan penetapan sebagian kawasan Jakarta Timur bagian utara sebagai lokasi industri. Hampir 90 persen penduduk miskin bertempat tinggal di permukiman padat dan kumuh. Sedangkan sisanya memilih bertempat tinggal di bantaran sungai, tepi rel kereta api, dan lahan telantar seperti di bawah jalan layang. Di wilayah Jakarta lainnya, penduduk miskin yang mencapai angka 15.000 jiwa hanya ada di Kecamatan Tambora dan Cengkareng, Jakarta Barat, serta Kecamatan Kemayoran dan Senen, Jakarta Pusat. Meski sebagian besar penduduk di kecamatan tersebut mempunyai rumah sendiri, tetapi banyak yang tidak terjangkau fasilitas air bersih dan tidak mempunyai sanitasi yang memadai. Bahkan, tak jarang luasan rumah kurang dari 20 meter persegi. (M Puteri Rosalina/ Litbang Kompas) http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0504/21/metro/1690692 Semoga Bermanfaat Taruna Ikrar __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

