in my opinion..
Nabi Muhammad only a human being..living in flesh and blood..like all of
us..., kalo ada kontradiksi dalam kehidupan nya mengenai poligami and
monogami..it's humane..itu manusiawi sifatnya..setiap pria dan wanita yang
monogami mengalami every day battle to stay monogami.., tapi yang membuat
itu menjadi sesuatu yang penting adalah dia sebagai pembawa ajaran,
pemuka/pelopor suatu agama sehingga kehidupannya dijadikan suatu example
buat pengikutnya..tetapi yang dilihat disini adalah mengikuti suatu sikap
hidup tanpa melihat sisi manusiawi dari Muhammad sendiri.., anyway,
terjadinya kontradiksi sebenarnya bukan sesuatu yang salah...it's only
humane..., sehingga dalam menjalani suatu pilihan monogami or
poligami...it's a lifetime struggle..sebenarnya jika dikaji mendalam secara
moral dan logika, monogami adalah suatu kehidupan pernikahan ideal, tp to
stay monogami forever it's a commitment to resist any temptation, to desire
another except ur legitimate spouse..., even seringkali kita memakai
berbagai alasan untuk membenarkan atau melegalkan tindakan kita sebagai
sesuatu yang benar..bcs nurani and reason couldnt be fooled by doctrine...



                                                                                
                           
                      Nugroho Dewanto                                           
                           
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       
[email protected]                          
                      mpo.co.id>               cc:                              
                           
                      Sent by:                 Subject:  Re: [ppiindia] 
poligami itu...                    
                      [EMAIL PROTECTED]                                         
                           
                      ups.com                                                   
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           
                      04/25/2005 02:22                                          
                           
                      PM                                                        
                           
                      Please respond to                                         
                           
                      ppiindia                                                  
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           






pak ari ini top... tapi agak tricky... dia lontarkan
umpan masalah... dan dia sudah siap dengan
argumennya... toooppp....



At 01:09 PM 4/25/05 +0700, you wrote:

>Bagaimana dengan poligami praktik Nabi Saw?
>
>Kalau kita bicara tentang praktik Nabi, ketahuilah Nabi itu menjalani
>bahtera rumah tangga lebih dari 30 tahun. Tapi selama 28 tahun Nabi setia
>dengan praktik monogami. Dan hanya delapan tahun dia melakukan poligami.
>Kalau kita menggunakan proporsi waktu juga, maka anggapan bahwa poligami
>adalah Sunnah itu lucu juga. Alasannya, jika memang dianggap sunah,
mengapa
>Nabi tidak melakukannya sejak pertama kali berumah tangga? Bahkan, praktik
>monogami Nabi yang sangat lama itu dilakukan di tengah situasi sosial
>masyarakat Arab yang menganggap poligami itu lumrah.
>
>Jadi jelas Nabi lebih bahagia dan sukses ketika menjalani kehidupan
>monogami. Ingat, betapa berdukanya Nabi setelah wafatnya Khadijah,
isterinya
>beliau satu-satunya dalam praktik monogami. Bahkan, tahun itu (kesepuluh
>kenabian) disebut juga sebagai amulhuzn (tahun duka cita, Red). Baru dua
>tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani sebentar
>saja.
>
>Selain itu, perlu diingat kasus Nabi melarang Ali bin Abi Thalib melakukan
>poligami yang berarti memadu putrinya, Fatimah. Itu dikisahkan dalam hadis
>sahih, dan diriwayatkan, di antaranya oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab
>sahih mereka. Juga diriwayatkan oleh ulama hadis terkemuka seperti
Turmudzi
>dan Ibn Majah.
>
>Artinya, secara subjektif Nabi tidak suka anaknya dimadu?
>
>Ya, Nabi  marah besar ketika mendengar putri beliau, Fatimah, akan
>dipoligami Ali. Nabi pun langsung masuk ke masjid, naik mimbar dan
>berkhutbah di depan banyak orang: Beberapa keluarga Bani Hasyim bin
>al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan
Ali
>bin Abi Thalib. Sabda Nabi: innn lb bdzan, (saya tidak akan izinkan),
>tsumma lb bdzan (sama sekali, saya tidak akan izinkan), tsumma lb bdzan
>illb an ahabba ibn Abn Thblib an yuthalliq ibnatn, (sama sekali, saya
>tidak akan izinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku
>dahulu). Lalu Nabi melanjutkan, Fbthimah bidhatun minnn, yurnbunn mb
>arbbahb wa yudznnn mb adzbhb, Fatimah adalah bagian dari diriku; apa yang
>meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya,
akan
>menyakiti hatiku juga  (Jbmi al-Ush{l, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
>Akhirnya Ali bin Abi Thalib tetap bermonogami sampai Fatimah wafat.
>
>Hadis tersebut jarang sekali disiarkan?
>
>Ya. Itulah ironisnya. Ada distorsi yang dilakukan kalangan propoligami.
>Ketika kita membuka kitab-kitab hadits semacam Majbmi Al-Ush{l, kumpulan
>enam kitab hadis terbesarmisalnyaakan ditemukan tiga klasifikasi tentang
>poligami. Pertama, ada pembatasan. Alkisah, ada sahabat yang kawin dengan
>sepuluh orang, lantas Nabi menganjurkan untuk menceraikan selain empat
>orang. Itulah yang dilakukan Nabi pada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi,
Wahb
>al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Kedua, ada hadis tentang moralitas
>poligami. Dalam hadits ini, disebutkan kalau orang yang melakukan praktik
>poligami harus adil, tidak berlaku aniaya atas dua isteri; kalau berbuat
>aniaya diancam siksa neraka. Ketiga, perilaku Nabi dalam berpoligami.
>
>Coba lihat kitab Imam Ibn al-Atsir (544-606H), kita temukan bukti bahwa
>poligami Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu,
>ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi. Sebagian
>besar yang dinikahi Nabi adalah janda-janda yang ditinggal  mati suaminya
>ketika berjihad, kecuali Aisyah binti Abu Bakr.
>
>Saya membaca lagi kitab Al-Hidbyah karangan Al-Murhinani, seorang ulama
dari
>mazhab Hanafi, bahwa ada suatu saat poligami bisa diharamkan. Pandangan
>tersebut misalnya, dapat disimak dari Imam Al-Syafii dalam Ar-Risalah-nya.
>Dia pernah mengatakan, seorang laki-laki merdeka diharamkan berpoligami
>dengan seorang amat, budak perempuan. Sebab apa? Dikhawatirkan, nanti akan
>terjadi kerusakan pada keturunannya. Anak seorang budak, nasibnya saat itu
>akan menjadi budak juga. Artinya, dalam fikih selalu ada  kemungkinan
bahwa
>antara poligami atau monogami, dalam konteks tertentu, salah satunya
justru
>malah lebih diunggulkan.
>
>Selama ini orang yang berpoligami mengambil landasan dari ayat Alquran.
>Bagaimana menjawab argumen seperti ini?
>
>Sebenarnya kalau mau jujur, dalam Alquran ada tiga poin yang terkaitan
>dengan poligami. Yang pertama, anggaplah semacam memberi kesempatan untuk
>poligami. Kedua, peringatan atau warning agar belaku adil: fain khiftum
allb
>tadil{ fawbhidah (kalau engkau sangsi tidak dapat berlaku adil, satu
>sajalah! -Red). Ketiga, ada ayat yang mengatakan, walan tashtatn{ an
>tadiln bainan nisb wain harashtum. Artinya, kamu sekalian (wahai kaum
>laki-laki!) tidak akan bisa berbuat adil antara isteri-isterimu, sekalipun
>engkau berusaha keras.
>
>Ini artinya, kalau kita melakukan komparasi atas berbagai ayat,
>kesimpulannya adalah satu ayat membolehkan poligami, sementara dua ayat
>justru (seakan-akan) menafikan terwujudnya syarat pokok berpoligami:
masalah
>keadilan. Intinya, dua ayat justru mengekang poligami. Kalau kita
>menggunakan proporsi seperti tadi, akan dihasilkan perbandingan dua ayat
>banding satu. Dan ingat, satu-satunya ayat yang seakan membolehkan
poligami,
>yaitu Qs An-Nisa: 2-3, konteksnya adalah perlindungan terhadap yatim piatu
>dan janda korban perang.




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links












------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke