<http://kompas.com/kompas-cetak/0504/06/humaniora/1668346.htm>
Rabu, 06 April 2005
===========================================
Indonesia Mandiri Kembangkan Satelit Mikro
===========================================
Jakarta, Kompas - Dengan digelarnya program pengembangan teknologi
satelit sejak 1998, Indonesia kini telah mandiri dalam pembuatan
satelit mikro. Upaya tersebut dirintis Tim Microsat Lembaga
Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) dan hingga tahun 2000 berhasil
merancang dan mengimplementasikan suatu bench model satelit mikro
serta membangun model stasiun bumi penerima data satelit mikro.
Akhir tahun ini prototipe satelit mikro akan selesai diuji coba.
Kerja sama yang dilakukan dengan Technical University of Berlin sejak
2003 juga telah membuahkan hasil dengan dikembangkannya model terbang
(flight model) satelit mikro Lapan-TUBsat. Satelit video surveilans
ini akan diluncurkan September mendatang menggunakan roket milik
Indian Space Research Organization (ISRO) dari Sriharikota, India.
Hal ini terlontar dalam penjelasan Menteri Negara Riset dan Teknologi
Kusmayanto Kadiman dan Kepala Lapan Mahdi Kartasasmita kepada wartawan
seusai penyerahan alat peraga antara lain berupa simulasi satelit
mikro Indonesia kepada Direktur PP Iptek Herudi Kartowisastro di
Jakarta, Senin (4/4).
Seusai peluncuran dari India, dua bulan kemudian satelit mikro
diperkirakan berada di orbit pola dan dapat beroperasi penuh
mengobservasi sumber daya alam di wilayah Indonesia. Untuk sampai
di atas wilayah Indonesia, tracking dan pengiriman data dilakukan
di stasiun bumi yang dibangun Lapan. Stasiun bumi untuk satelit
mikro itu ada di Rumpin, Jawa Barat, dan Pare-pare, Sulawesi
Selatan, sedangkan sistem kendali berada di Biak, Papua.
Satelit Mikro Inasat
---------------------
Satelit yang dikembangkan oleh Lapan disebut Inasat, rancang
bangun dan uji kinerjanya melibatkan PT Dirgantara Indonesia,
PT LEN Industri, Puslit KIM LIPI, dan Puslit Metalurgi LIPI.
"Tahap pengujian telah mencapai 60 persen, selebihnya akan
diselesaikan tahun ini juga," ujar Manajer Proyek Inasat Gunawan
Prabowo.
Pembangunan Inasat merupakan upaya pembelajaran bagi tenaga ahli
satelit di Indonesia dan untuk mengetahui seberapa jauh potensi
industri strategis dan lembaga riset dalam negeri dalam pembuatan
satelit.
Saat ini satelit Inasat belum menjadi prioritas untuk diluncurkan
dalam waktu dekat, namun ini akan menjadi embrio bagi fase kedua
satelit Indonesia. Diperkirakan satelit ini akan diluncurkan tahun
2008.
Menurut Gunawan, mandiri dalam pembuatan satelit memiliki beberapa
keuntungan. Selain dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia,
lembaga riset, serta industri, juga dapat menekan biaya produksi
hingga 40 persen.
Namun, diakui hingga saat ini Indonesia belum mampu meluncurkan
satelit sendiri meski lokasi Indonesia yang berada di khatulistiwa
tergolong yang paling strategis. Hal ini akibat kendala pembangunan
infrastruktur yang sangat tinggi dan sulit mencapai skala ekonomis.
Karena itu, peluncuran satelit mikro Indonesia generasi berikutnya
masih mengandalkan roket India, sesuai dengan perjanjian kerja sama
dengan negara tersebut.
Kembangkan model teknis
-----------------------
Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara Lapan Soewarto
Hardhienata menambahkan, setelah berhasil merancang dan menerapkan
model satelit mikro yang mencakup juga sistem kendali, Lapan
mengembangkan model teknis lewat program Lapsat-EM.
Program bertujuan mewujudkan pengoperasian pembebanan dan komunikasi
melalui komputer di satelit dengan catu daya dari panel sel surya.
Satelit Lapan TUBsat memuat dua kamera pankromatik denga panjang
masing-masing 1.000 dan 50 mm. Berada pada ketinggian 630 km dari
permukaan bumi, citra yang dihasilkan beresolusi masing-masing
5 meter dan 200 meter.
Satelit Lapan TUBsat yang dibuat oleh 16 insinyur Indonesia akan
selesai Juli mendatang. Untuk mempersiapkan pengendalian dan
pemanfaatan satelit ini, pada tahun lalu telah dibangun stasiun
bumi pengendali dan penerima di Rumpin.
Selain untuk operasionalisasi satelit Lapan TUBsat, dan satelit
mikro lainnya seperti UOSat, POSat, TMSat, dan Tiungsat, stasiun
bumi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menerima dan mengolah data
satelit Modis (Aqua dan Terra). (YUN)
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/